• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Ini Sosok Rini Soemarno ...

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
UCcYy.jpg
Lama tak terdengar, nama mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Mariani Soemarno era Kabinet Gotong Royong (2001-2004) kembali menjadi pembicaraan media. Hal ini terjadi setelah Presiden terpilih Joko "Jokowi" Widodo mempercayakan Rini Soemarno menjadi Kepala Staf Tim Transisi yang bertugas mempercepat implementasi sembilan program nyata yang dijanjikannya Jokowi atau yang dikenal sebagai "Nawa Cita".

Dalam menjalankan tugasnya, Rini dibantu empat deputi, yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faizal. Beberapa tugas tim transisi, antara lainm pembahasan APBN 2015, kajian kelembagaan presiden, arsitektur kabinet, dan kelompok kerja percepatan visi-misi Jokowi-JK.

Siapakah Rini Soemarno? Berikut ini sekelumit profilnya.

Nama Lengkap
Rini Mariani Soemarno

Tempat, Tanggal Lahir
Amerika Serikat, 9 Juni 1958

Agama
Islam

Jabatan
Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia

PENDIDIKAN
Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts, USA (1981)

PERJALANAN KARIER
Pekerjaan:

Presiden Komisaris PT Semesta Citra Motorindo, Jakarta
Pengurus Pinjaman bunk Dunia untuk Negara-negara Asia Afrika, Departemen Keuangan Amerika Serikat, USA (1979-1980)
Trainee Departemen Keuangan USA, Office of Multilateral Development bunk, USA (1981-1982)
Trainee Citibank N.A, Jakarta (1982)
Asisten Manager Citibank N.A, Jakarta (1982-1983)
Manager Citibank N.A, Jakarta (1984-1988)
Asisten Vice President Citibank N.A, Jakarta (1986-1988)
Vice President Citibank N.A, Jakarta (1988-1989)
GM Finance Division PT Astra International, Jakarta (1989)
Direktur Keuangan PT Astra International, Jakarta (1990)
Direktur Utama PT Astra International, Jakarta (1998-2000)
Komisaris PT Agrakom - Bidang Bisnis Internet, Jakarta (2000)
Presiden Direktur PT Semesta Citra Motorindo (2000-2001)
Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia (2005)

Pemerintahan:
Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Jakarta (1998)
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)

KEGIATAN LAIN:
Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA)
Penasehat Ahli Keuangan Koperasi Pegawai Negeri khususnya pada bunk Kesejahteraan Ekonomi (bunk yang saham terbesarnya dikuasai Koperasi Pegawai Negeri)

PENGHARGAAN:
Penghargaan atas terpilihnya sebagai Pemimpin Puncak Terpuji 1995 dari Majalah Swa Sembada (1995)

KELUARGA:
Suami: Soewandi (cerai)
Anak: 3 orang

Pernah Diperiksa KPK

Pada 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi pernah memeriksa Rini selama lebih kurang tujuh jam terkait penyelidikan atas penerbitan surat keterangan lunas (SKL) beberapa obligor Bantuan Likuiditas bunk Indonesia (BLBI), Selasa (25/6/2013).

Rini mengaku diajukan pertanyaan oleh tim penyelidik KPK dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). “Sebagai anggota KSSK, saya dimintai keterangan,” kata Rini saat keluar Gedung KPK, Jakarta.

KPK menganggap Rini tahu seputar proses pemberian SKL kepada sejumlah obligor BLBI. Mekanisme penerbitan SKL dikeluarkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berdasarkan Inpres No 8 Tahun 2002. Hal ini dilakukan Presiden Megawati setelah menerima masukan dari jajaran menteri saat itu, seperti Menteri Keuangan Boediono, Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dan Menteri BUMN Laksamana Sukardi.

SKL tersebut berisi tentang pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitur yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitur yang tidak menyelesaikan kewajibannya berdasarkan penyelesaian kewajiban pemegang saham, dikenal dengan inpres tentang release and discharge.

Tercatat beberapa nama konglomerat papan atas, seperti Sjamsul Nursalim, The Nin King, dan Bob Hasan, yang telah mendapatkan SKL dan sekaligus release and discharge dari pemerintah.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.