• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ini Persamaan Lalat dan Manusia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
8gpr4.jpg
Lalat tsetse betina hanya memproduksi satu telur dalam satu waktu. Larva dari spesies ini menetas dalam perut induknya. Setelahnya, induk memberi larva makanan berupa senyawa serupa susu.

Kini, peneliti melaporkan bahwa susu pada lalat tsetse memiliki enzim yang disebut sphingomyelinase atau smase. Enzim ini juga dijumpai pada mamalia dan manusia.

Joshua Benoit, pakar serangga dari Yale University, yang terlibat penelitian mengungkapkan bahwa dengan fakta itu, lalat tsetse bisa digunakan untuk membantu studi laktasi manusia.

Pada manusia, kekurangan smase bisa mengakibatkan penyakit niemann-pick, sejenis penyakit terkait sistem saraf yang bisa berakibat fatal bagi anak-anak.

Lalu, ada juga penyakit tidur, sejenis penyakit yang diakibatkan oleh parasit dan ditularkan lewat gigitan lalat tsetse. Penyakit tidur bisa berakibat fatal jika tak ditangani. Belum ada vaksin untk penyakit ini.

Peneliti percaya bahwa dengan memanipulasi produksi enzim pada lalat tsetse, populasi jenis lalat ini bisa dikendalikan. Hal ini mungkin dilakukan dengan menyemprotkan zat kimia pada hewan yang menjadi makanan lalat tsetse.

Hasil penlitian Joshua dipublikasikan di jurnal The Biology of Reproduction.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.