jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Apakah Anda pernah merasakan perut berdenyut secara tiba-tiba? Perut berdenyut atau kedutan merupakan salah satu bentuk kontraksi pada otot perut, usus, dan juga lambung. Umumnya durasi kedutan tergantung dari mana asal kontraksi tersebut. Perut berdenyut tidak membahayakan kesehatan, namun bisa juga menjadi salah satu gejala penyakit.
Ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai dengan gejala perut berdenyut. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui apa penyebab perut kedutan tersebut agar mengetahui kondisi. Berikut ini beberapa penyebab perut berdenyut yang sebaiknya Anda tahu.
1. Otot tegang
Salah satu penyebab perut berdenyut atau kedutan adalah ketegangan otot. Pemicu ketegangan otot tersebut antara lain olahraga berlebihan, salah gerak saat olahraga, mengangkat benda terlalu berat, atau bergerak terlalu cepat. Umumnya gejala perut berdenyut akibat otot yang tegang ini juga disertai dengan nyeri pada bagian perut yang semakin parah ketika bergerak.
2. Produksi gas berlebih
Penyebab lain munculnya kedutan pada perut adalah produksi gas yang terlalu berlebihan. Gas normal dikeluarkan oleh tubuh sebagai bagian dari proses pencernaan, Gas yang ada pada pencernaan umumnya dikeluarkan dalam bentuk kentut atau sendawa. Namun jika gas yang diproduksi terlalu banyak, dapat menimbulkan perut berdenyut.
Penumpukan gas pada perut menyebabkan otot pada bagian usus menjadi kejang ketika gasa akan dikeluarkan. Penumpukan gas penyebab perut berdenyut ini juga disertai dengan gejala perut kembung, begah, atau sulit kentut.
3. Dehidrasi
Dehidrasi juga dapat menjadi salah satu pemicu perut berdenyut atau kedutan. Pada saat tubuh kekurangan cairan, tubuh kesulitan untuk melakukan proses pendinginan. Akibatnya, tubuh akan menjadi panas. Selain panas, dehidrasi juga mengakibatkan kram otot yang memicu kedutan pada bagian perut.
4. Radang usus
Penyebab lain perut berdenyut adalah penyakit radang usus. Dibandingkan ketiga penyebab sebelumnya, radang usus merupakan penyebab yang paling perlu diwaspadai. Radang usus dibagi menjadi 2 jenis, yaitu crohn dan kolitis ulseratif. Kedua jenis radang usus ini sama-sama berbahaya dan perlu diwaspadai.
Radang usus dapat memicu terjadinya kejang usus, kejang usus inilah yang dirasakan oleh tubuh sebagai kedutan. Perut berdenyut akibat radang usus yang disertai dengan gejala kram, sembelit diare, dan kelelahan perlu diwaspadai. Sebaiknya Anda segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan.\
5. Sindrom iritasi usus
Penyebab perut berdenyut berikutnya adalah sindrom iritasi usus. Sindrom ini menyerang usus dengan gejala nyeri pada bagian perut. Jika dibiarkan, nyeri akan semakin parah dan akhirnya memicu perut berdenyut.
Selain nyeri, gejala sindrom iritasi usus meliputi sembelit, diare, perut kembung, dan pengeluaran gas yang berlebihan. Jika Anda mengalami ini, sebaiknya periksakan diri ke dokter terutama jika gejala semakin berat dan tak kunjung hilang meskipun sudah beristirahat.
6. Radang lambung
Penyebab kedutan pada perut berikutnya adalah gastritis atau radang lambung. Penderita penyakit ini umumnya akan merasakan sakit pada bagian perut, termasuk kedutan. Radang lambung biasanya disebabkan oleh pola makan yang buruk.
Itulah beberapa penyebab perut berdenyut yang perlu Anda ketahui. Umumnya perut kedutan tidak membahayakan, namun apabila kondisi ini disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter. Pastikan Anda tahu penyebab perut berdenyut sejak awal agar mendapat penanganan yang tepat.