hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Kepolisian Daerah Banten, Brigjen (Pol) Agus Kusnadi mengaku, tidak mendapat informasi mengenai kedatangan 17 pengikut Ahmadiyah dari luar Cikeusik, Pandeglang, Banten. Oleh karena itu, polisi tidak memperkirakan akan terjadi bentrok hebat yang menewaskn tiga orang.
"Awalnya kita enggak dapat informasi yang 17 (jemaah Ahmadiyah) mau datang. Kita kan hanya mengamankan yang punya rumah (Suparman -pimpinan Ahmadiyah Cikeusik). Targetnya itu. Itu selesai, ya selesai. Lokasinya kan jauh sekali kalau dari Polres," katanya ditemui di Mabes Polri Jakarta, usai serah terima jabatan, Senin (14/2/2011).
Terkait pengamanan bentrokan tersebut, Agus juga mengatakan bahwa dia tidak mengetahui jika terjadi penarikan pasukan dari lokasi bentrokan. Dia pun tidak pernah memerintahkan untuk menarik pasukan.
Sebagai Kapolda, Agus juga mengaku tidak mendapat informasi di lapangan terkait kerusuhan tersebut dari Kepala Polres Pandeglang, Ajun Komisaris Besar Fauzy Rasyad ataupun dari Direktur Intelkam Polda Banten, Kombes (Pol) Adityawarman.
"Yang jelas saya sendiri enggak ada perintah. Kita mau susah-susah bikin permasalahan, kan tidak ada. Yang jelas saya tidak terima infomasi baik dari Kapolres saya, dari intel saya, sehingga saya tidak mengambil langkah-langkah. Karena kan kalau pimpinan ambil langkah atas laporan dari Kapolres dan intelijen," papar Agus.
Kendati demikian, Agus enggan dikatakan kecolongan dalam kasus ini. "Enggak bisa juga, tapi kan Kapolres saya sudah antisipasi itu," katanya.
Jajaran Polres Pandenglang dan Polda Banten, lanjut Agus, telah melakukan upaya antisipasi menghadapi kemungkinan penyerangan terhadap Ahmadiyah di Cikeusik. "Yang jelas Kita sudah berupaya, sudah mengantisipasi. Kita sudah antisipasi, mulai tanggal 3 (Januari 2011) sudah ada upaya pengamanam, koordinasi," katanya.
Atas pencopotan dirinya sebagai Kapolda Banten, Agus berujar, "Saya melaksanakan perintah saja. Jabatan itu kan amanah, kalau perintah Kapolda dilakukan pergantian, ya kita ikut saja," ujarnya.