• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ini Nih 5 Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Indonesia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Ini Nih 5 Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Indonesia


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yg diperingati setiap 12 Rabiulawwal, jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021. Umat Muslim di Indonesia biasanya merayakannya dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan Barzanji (riwayat hidup Rasulullah), ceramah keagamaan, & beberapa perlombaan yg bertema keagamaan.

Meskipun begitu, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi yg unik untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Setiap daerah memiliki cara yg berbeda untuk memaknai peringatan Maulid Nabi seperti berikut ini.

Spoiler for 1......................:
1. Grebeg Maulid (Yogyakarta)

Keraton Yogyakarta rutin mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya dengan tradisi Grebeg Maulid. Istilah grebeg berasal dari mengatakan gembrebeg yg berarti keriuhan atau keramaian yg disebabkan pembagian makanan oleh sang raja.

Grebed Maulid ini berupa kegiatan arak-arakan yg dilakukan para prajurit keraton dengan membawa gunungan yg berisi tumpukan makanan berupa sayur-sayuran, buah-buahan, serta jajanan tradisional. Masyarakat biasanya antusias memadati jalan-jalan yg akan dilalui parade tersebut untuk berburu makanan yg dibagikan. Setelah itu, biasanya mereka akan menikmati makanan tersebut secara bersama-sama.


Spoiler for 2.....................:
2.Ampyang (Kudus, Jawa Tengah)

Sebuah desa di Kudus bernama Loram Kulon memiliki tradisi yg unik untuk memperingati Maulid Nabi yakni Kirab Ampyang. Perayaan tersebut digelar dengan arak-arakan tandu berisi hidangan nasi yg dibungkus daun jati & dirangkai menyerupai gunungan yg dilengkapi berbagai buah & sayuran.

Ampyang tersebut kemudian diarak & didoakan oleh para tokoh agama sebelum akhirnya dibagikan kepada seluruh warga. Kegiatan ini biasanya berlangsung di halaman Masjid Wali At-Taqwa di Desa Loram Kulon.


Baca : Tobatenun Gelorakan Semangat Bertenun di Hari Ulos Nasional

Spoiler for 3.....................:
3. Bungo Lado (Sumatera Barat)

Berbeda dari tradisi di daerah Jawa, di provinsi Sumatera Barat khususnya di kabupaten Padang Pariaman, tradisi seremoni Maulid Nabi diketahui dengan sebutan Bungo Lado. Pada seremoni ini, masyarakat baik secara perseorangan maupun kelompok akan menciptakan hiasan dari ranting-ranting pohon yg diisi dengan uang sebagai dedaunannya.

Mereka nantinya akan berbondong-bondong menuju ke masjid sambil membawa ranting-ranting pohon tersebut. Uang-uang yg terkumpul nantinya akan dipakai untuk pembangunan masjid atau diberikan kepada panti asuhan.


Spoiler for 4.......................:
4. Grebeg Keresan (Mojokerto, Jawa Timur)

Pohon keresan akan jadi bahan rebutan masyarakat pada peringatan Maulid Nabi di Mojokerto. Bukan karena buahnya yg memiliki rasa manis, tetapi karena hadiah-hadiah yg digantung di pohon dalam tradisi grebeg keresan. Hadiah yg disuguhkan biasanya berupa hasil bumi & barang kebutuhan sehari-hari yg ditaruh menggantung di ranting-ranting pohon.

Tradisi ini dilakukan sebagai cara menyampaikan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yg memberikan petunjuk yaitu ajaran agama Islam. Hadiah-hadiah tersebut disimbolkan sebagai berkah Maulid bagi masyarakat.


Spoiler for 5..........................:
5. Maudu Lompoa (Sulawesi Selatan)

Sebagai suku yg terkenal dengan keterampilan berlayarnya, masyarakat Takalar di Sulawesi Selatan memiliki tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi yakni dengan menghias kapal kayu dengan kain warna-warni.

Kapal itu diisi dengan segala macam kebutuhan sehari-hari seperti hasil bumi, pakaian, & hidangan siap makan. Kegiatan yg dinamakan Maudu Lompoa ini biasanya dimulai dengan memberikan doa-doa pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Tak sekadar peringatan, kegiatan itu juga sekaligus jadi ajang silaturahmi bagi masyarakat setempat. Melalui tradisi ini mereka menunjukkan bahwa unsur agama & kebudayaan dapat diselaraskan bersama.


Sumber :https://hypeabis.id/read/6070/ini-5-...i-di-indonesia Hari ini 13:54
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.