yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Saat menyambangi Gedung KPK, Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, mengungkapkan sejumlah modus pemerasan yang sering dialami oleh para pahlawan devisa itu. Dia menuturkan, ada sejumlah titik rawan yang sering dimanfaatkan oleh para oknum.
"Tadi, kami sudah sampaikan kepada pimpinan KPK, 10 modus yang sering digunakan dalam memeras buruh migran dan ada 10 titik rawan dalam proses kepulangan TKI," kata Anis, di Gedung KPK, Rabu 6 Agustus 2014.
Dia menuturkan, beberapa modus yang sering dilakukan antara lain pemaksaan porter barang, regulasi penukaran uang, tarif angkutan yang tidak wajar, pemaksaan pengiriman barang lewat kargo, pemaksaan tinggal lebih lama di bandara, hingga pembelian voucher atau sim card baru.
Anis menambahkan, salah satu modus pemerasan yang lebih terorganisasi dan cukup masif adalah pemaksaan membuat asuransi.
"Asuransi ini yang saya kira lebih terorganisir dan paling besar selama kepulangan, karena setiap TKI yang baru datang dipaksa memberikan kuasa untuk diurus asuransinya, padahal tidak pernah ada kabar," kata Anis.
Tak hanya itu, menurut Anis, dia juga kerap mendapat laporan pemerasan dari para mantan TKI yang dilakukan oleh petugas bandara.
Menurutnya, para TKI itu dipaksa untuk menyerahkan sejumlah uang termasuk gaji mereka dan barang berharga lainnya kepada petugas bandara. "Banyak yang membawa barang berharga, gaji itu selama ini juga banyak diminta oleh petugas secara paksa," sambung Anis.