yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Awalnya, Gumilar berobat di Poliklinik Rawat Jalan RS Borromeus pada 29 Desember 2010 dengan keluhan adanya benjolan di leher dan ketiak. Saat itu dokter mendiagnosis Limfadenitis Tuberkulosa atau TBC kelenjar dengan diagnosis banding Limfoma Maligna atau keganasan kelenjar getah bening.
Kedua penyakit itu mempunyai gejala yang hampir sama, bahkan terkadang kedua penyakit ini muncul secara bersamaan. Atas dasar itulah perlu dilakukan tindakan operasi Biopsi untuk pemeriksaan Patalogi Anatomi.
Atas dasar gejala klinis dan hasil Patalogi Anatomi ternyata lebih mengarah ke Limfadenitis Tuberkulosa. Untuk itu Gumilar diberikan terapi antituberkulosa. Selama pengobatan, pasien menunjukkan perbaikan klinis seperti kenaikan berat badan daripada pasien tuberculosa pada umumnya.
"Pengobatan antituberkulosa itu dimulai dari 8 Januari 2011 sampai 4 April 2011. Itu baru berjalan tiga bulan dari yang seharusnya sembilan bulan," bebernya.
Saat kontrol terakhir pada 4 April 2011 ditemukan benjolan baru dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan CT Scan Thorax. Namun pasien tidak mengikuti saran dokter dan memutuskan transaksi terapeutik.
Saat itu pasien menjalani pengobatan herbal dan penawatan di rumah sakit lain. Gumilar mengembuskan nafas terakhirnya pada 31 Mei 2012 di rumah sakit lain.
"Itu berarti setelah satu tahun memutuskan transaksi terapeutik-nya," terangnya.
Sementara itu, Ketua Sub Komite Etik dan Disiplin Komite Medik RS Borromeus, Rully Roesli, mengatakan, hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).
"Dan kita juga masih terus menjalani proses perdata di pengadilan," tutupnya.