yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Bus merek Zhong Tong yang diimpor Perum Damri sebanyak 66 unit dari China diklaim memiliki tiga kelebihan.
Bus gandeng yang bakal dioperasikan pada koridor Transjakarta Busway koridor 1 dan koridor 8 di dalam kabinnya tersedia mesin Global Position System (GPS), announcer dan display yang otomatis. Nantinya, pramudi tidak perlu menekan tombol lagi namun secara otomatis akan menginformasikan nama halte begitu bus mendekati halte serta adanya CCTV.
"Di dalam bus ini terpasang CCTV (tiap bus ada tiga unit kamera), GPS, dan automatic fire fighting. Jadi kalau ada api, otomatis air akan keluar," ujar Dirut Damri, Agus S Subrata, Selasa (15/1/2013).
Agus menjelaskan, bus impor yang memiliki kekuatan mesin, daya tempuh dan sudah standar Euro 5 yang sangat ramah lingkungan ini juga memiliki keunikan. Keunikannya terletak pada bentuk bagian depan bus.
"Kami memakai model sunny bullet untuk bentuk depan bus. Dijamin orang akan lihat karena menarik. Tak hanya itu, di dalam kabin akan dilengkapi dengan wifi. Jadi di mana-mana bisa browsing," katanya.
Lebih lanjut, Agus memaparkan bahwa bagian atas bus itu menggunakan teknologi high deck (dengan tinggi 1,5 meter). "Ini yang pertama di dunia, rata-rata negara yang lain itu low deck (dengan tinggi di bawah 1,1 meter). Maksudnya, high deck itu supaya orang nakal tidak bisa naik ke atas bus," tuturnya.
Bus rakyat China ini berkapasitas 150 orang, dengan konfigurasi 40 penumpang duduk dan sisanya berdiri. Apabila dipaksakan, dalam jam sibuk, maka bisa muat 170 penumpang.
Soal mesin, bus ini memakai mesin dari Korea, bernama Dossu, berkekuatan 340 HP (horse power). Bus Zhong Tong ini juga diharapkan bisa membantu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatasi kemacetan di ibukota.
"Kami fokusnya siap bantu Pemda DKI Jakarta, dengan impor angkutan massal. Mudah-mudahan persis 100 harinya Gubernur dan Wakil Gubernur, 66 armada bus itu bisa dimanfaatkan," jelas Agus.
Bus gandeng yang bakal dioperasikan pada koridor Transjakarta Busway koridor 1 dan koridor 8 di dalam kabinnya tersedia mesin Global Position System (GPS), announcer dan display yang otomatis. Nantinya, pramudi tidak perlu menekan tombol lagi namun secara otomatis akan menginformasikan nama halte begitu bus mendekati halte serta adanya CCTV.
"Di dalam bus ini terpasang CCTV (tiap bus ada tiga unit kamera), GPS, dan automatic fire fighting. Jadi kalau ada api, otomatis air akan keluar," ujar Dirut Damri, Agus S Subrata, Selasa (15/1/2013).
Agus menjelaskan, bus impor yang memiliki kekuatan mesin, daya tempuh dan sudah standar Euro 5 yang sangat ramah lingkungan ini juga memiliki keunikan. Keunikannya terletak pada bentuk bagian depan bus.
"Kami memakai model sunny bullet untuk bentuk depan bus. Dijamin orang akan lihat karena menarik. Tak hanya itu, di dalam kabin akan dilengkapi dengan wifi. Jadi di mana-mana bisa browsing," katanya.
Lebih lanjut, Agus memaparkan bahwa bagian atas bus itu menggunakan teknologi high deck (dengan tinggi 1,5 meter). "Ini yang pertama di dunia, rata-rata negara yang lain itu low deck (dengan tinggi di bawah 1,1 meter). Maksudnya, high deck itu supaya orang nakal tidak bisa naik ke atas bus," tuturnya.
Bus rakyat China ini berkapasitas 150 orang, dengan konfigurasi 40 penumpang duduk dan sisanya berdiri. Apabila dipaksakan, dalam jam sibuk, maka bisa muat 170 penumpang.
Soal mesin, bus ini memakai mesin dari Korea, bernama Dossu, berkekuatan 340 HP (horse power). Bus Zhong Tong ini juga diharapkan bisa membantu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatasi kemacetan di ibukota.
"Kami fokusnya siap bantu Pemda DKI Jakarta, dengan impor angkutan massal. Mudah-mudahan persis 100 harinya Gubernur dan Wakil Gubernur, 66 armada bus itu bisa dimanfaatkan," jelas Agus.