Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan harapannya terhadap presiden terpilih mendatang. Ia ingin ke depannya, tak ada lagi benturan kebijakan antara presiden dan gubernur DKI Jakarta. Ia ingin gubernur Jakarta dipandang sebagai pembantu presiden Indonesia, dan sudah selayaknya presiden Indonesia ikut meringankan beban tugas seorang gubernur Jakarta.
"Harusnya presiden Indonesia punya dua wapres. Wapres pertama yang mengurusi Indonesia, dan yang kedua mengurusi Jakarta. Harusnya idealnya seperti itu. Itu yang dulu diminta oleh Pak Sutiyoso," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (14/3/2014).
"Pak Sutiyoso dulu minta supaya rapat-rapat kabinet yang penting harus dihadiri oleh gubernur DKI, bukan terpisah. Konsepnya seperti itu," katanya lagi.
Basuki lalu membandingkannya dengan Jakarta pada era Presiden Soekarno. Ketika itu, kata dia, Soekarno memiliki wewenang untuk menunjuk langsung gubernur DKI Jakarta.
"Bung Karno bisa sukses bangun Jakarta karena dia memiliki hak untuk menunjuk langsung gubernur Jakarta," ungkapnya.