Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Laut dibumi ini memiliki rata-rata kedalaman 3700 meter. Sedangkan manusia rata-rata cuma sanggup menyelam mengpakai perlengkapan scuba hingga 40 meter saja. Inilah yg menyebabkan dari keseluruhan dasar laut, cuma 5% saja yg tereksplorasi. Berbagai rahasia yg tersimpan di laut dalam bahkan belum pernah terekspos maupun terungkap.
Pemetaan dasar laut sejauh ini cuma dilakukan mengpakai SoNaR (Sound Navigation and Ranging) cuma sedikit yg diamati secara langsung (Kecuali Palung Mariana). Sebagian akbar bagian dasar laut benar-benar tidak ada data visual melainkan cuma berupa data kontur geografi & seismik. Jadi kita tidak benar-benar mengetahui apa yg ada di laut dalam selain di Palung Mariana.
Data kontur geografis & seismik tidak menunjukan kehidupan apa yg ada di beberapa akbar dasar laut begitu pula dengan misterinya sehingga dalamnya laut menyimpan berbagai macam keanehan & juga keseraman yg menciptakanmu merinding.
Berikut ini adalah ilustrasi kedalaman lautan yg begitu menyeramkan. Sebelum melihatnya sebaiknya Agan & Sista tarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu, kalau sudah siap mari kita menyelam bersama.
Sudah Siap! Mari Menyelam!
Untuk agan atau sista yg memiliki riwayat claustrophobia disarankan untuk jangan ikut menyelam
Disclaimer : ts tidak bertanggung jawab bila ada yg kejang-kejang sehabis scroll panjang ke bawah
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Tarik nafas dalam-dalam mari kita lanjutkan menyelam
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Sebaiknya kita istirahat dulu, karena sehabis ini kita menyelam lebih dalam lagi
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Sebaiknya kita istirahat sejenak sebelum mencapai perjalanan akhir...
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Akhirnya kita mencapai letak terdalam di Bumi yg dinamakan Challenger Deep
Laut dalam memiliki lapisan-lapisan yg dibedakan dari pengaruh sinar matahari, suhu & tekanan sehingga terbagi-bagi dalam istilah epipelagis, mesoplagis, basiopelagis, abysopelagis & hadalpelagis. Dari berbagai lapisan tersebut lapisan epipelagis hingga mesopelagis saja yg terkena pengaruh sinar mentari sehingga lapisan dibawahnya jadi sangat dharap.
Spoiler for lapisan lautan:
Cahaya mentari yg tak dapat menembus lapisan basiopelagis hingga seterusnya menciptakan tidak terjadinya aktivitas fotosintesis dari produsen primer yaitu fitoplankton sehingga jumlah makanan di sana sangatlah terbatas.
Satu-satunya sumber makanan untuk organisme di sana ialah sisa-sisa organisme yg sudah mati kemudian turun ke laut dalam dalam bentuk butiran nutrient (sea snow).
Beruntungnya walaupun proses fotosintesis tidak terjadi di sana, chemosintesis yg dilakukan oleh bakteri akhirnya menjadikannya salah satu produsen primer. Konsumen perdana seperti krill & hewan-hewan kecil lainnya akan memakan hasil chemosintesis yg dilakukan oleh bakteri dekomposer.
Konsumen kedua kemudian memangsa konsumen perdana hingga terbentuk suatu rantai makanan tersendiri di sana. Selain tantangan terkait jumlah makanan yg sangat terbatas, tantangan lain dihadapi para organisme laut dalam yaitu suhu yg mendekati titik beku.
Beruntungnya titik beku air laut lebih rendah dibanding air tawar sehingga kondisi air pada laut dalam tidak membeku. Apalagi kadar salinitas laut dalam sangat tinggi sehingga pembekuan air sulit terjadi di sana.
Bagaimana menurut Gansis, laut dalam begitu mengerikan bukan kalau ditelusuri. Bagaimana perasaan Agan & Sista setelah menyelam bareng Ts? Tulis di kolom komentar!
Laut dalam memiliki lapisan-lapisan yg dibedakan dari pengaruh sinar matahari, suhu & tekanan sehingga terbagi-bagi dalam istilah epipelagis, mesoplagis, basiopelagis, abysopelagis & hadalpelagis. Dari berbagai lapisan tersebut lapisan epipelagis hingga mesopelagis saja yg terkena pengaruh sinar mentari sehingga lapisan dibawahnya jadi sangat dharap.
Spoiler for lapisan lautan:
Cahaya mentari yg tak dapat menembus lapisan basiopelagis hingga seterusnya menciptakan tidak terjadinya aktivitas fotosintesis dari produsen primer yaitu fitoplankton sehingga jumlah makanan di sana sangatlah terbatas.
Satu-satunya sumber makanan untuk organisme di sana ialah sisa-sisa organisme yg sudah mati kemudian turun ke laut dalam dalam bentuk butiran nutrient (sea snow).
Beruntungnya walaupun proses fotosintesis tidak terjadi di sana, chemosintesis yg dilakukan oleh bakteri akhirnya menjadikannya salah satu produsen primer. Konsumen perdana seperti krill & hewan-hewan kecil lainnya akan memakan hasil chemosintesis yg dilakukan oleh bakteri dekomposer.
Konsumen kedua kemudian memangsa konsumen perdana hingga terbentuk suatu rantai makanan tersendiri di sana. Selain tantangan terkait jumlah makanan yg sangat terbatas, tantangan lain dihadapi para organisme laut dalam yaitu suhu yg mendekati titik beku.
Beruntungnya titik beku air laut lebih rendah dibanding air tawar sehingga kondisi air pada laut dalam tidak membeku. Apalagi kadar salinitas laut dalam sangat tinggi sehingga pembekuan air sulit terjadi di sana.
Bagaimana menurut Gansis, laut dalam begitu mengerikan bukan kalau ditelusuri. Bagaimana perasaan Agan & Sista setelah menyelam bareng Ts? Tulis di kolom komentar!
Sumber : Disini Hari ini 06:31