yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Nama Dedeh Uum Fatimah kini hangat diperbincangkan lantaran perbuatannya yang tega menghabisi nyawa anak bungsunya, Aisah Fany (2,5) dengan cara keji.
Fany ditemukan tak bernyawa dalam sebuah toren berisi air di rumahnya di Kampung Cijeunjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Selasa 11 Maret 2014.
Lalu seperti apa kronologi pembunuhan itu? Berikut kronologi versi Okezone yang dihimpun dari berbagai sumber:
3.00 WIB: Dedeh yang mengaku tak sadar tiba-tiba mengikat anak keduanya, Muhamad Fahrul Rabani (10) yang tengah tertidur. Namun karena korban melawan, ikatan itu pun lepas dan Dedeh pun meninggalkannya.
3.05 WIB: Dedeh mengalihkan aksinya ke anak bungsunya, Aisah Fany (2,5), yang masih terlelap tidur. Aisah digendong dengan dibalut sebuah mukena menuju lantai dua. Di situ, Dedeh langsung memasukan Aisah yang masih tertidur ke dalam sebuah toren berisi air berkapasitas 1.500 liter dengan tinggi sekira 1,5 meter.
3.10 WIB: Dedeh kembali meghampiri Fahrul. Kali ini, dia langsung menggendongnya menuju lantai dua tempat toren itu berada. Fahrul dimasukan kedalam toren dengan posisi kepala di bawah dengan dibantu sebuah kursi sebagai tumpuan Dedeh. Namun Fahrul yang usianya lebih tua dari Fany berhasil melepaskan diri dan keluar.
3.15 WIB: Dedeh masih berusaha memasukan Fahrul ke dalam toren namun hal itu kembali tak membuahkan hasil. Bahkan dalam percobaan keduanya, Fahrul sempat berteriak.
3.20 WIB: Anak pertama Dedeh, Muhamad Rizal (15) yang tidur di lantai dua terbangun lantaran mendengar kegaduhan dan teriakan adiknya. Rizal yang mengetahui hal itu langsung menelepon tantenya Rosita.
3.30 WIB: Rosita bersama beberapa keluarga lainnya datang menyelamatkan dan membawa Fahrul ke tempat aman. Sementara Dedeh usai kejadian langsung menghilang.
4.00 WIB: Rosita baru tahu jika Aisah telah menjadi korban pembunuhan Dedeh. Rosita pun kembali ke rumah dan meminta bantuan keluarga lain untuk mengangkat Aisah yang sudah tak bernyawa di dasar toren air.
Kisah tragis itupun usai setelah Dedeh menyerahkan diri ke Mapolsek Padalarang. Kini kasus pembunuhan tersebut ditangani oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.
Fany ditemukan tak bernyawa dalam sebuah toren berisi air di rumahnya di Kampung Cijeunjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Selasa 11 Maret 2014.
Lalu seperti apa kronologi pembunuhan itu? Berikut kronologi versi Okezone yang dihimpun dari berbagai sumber:
3.00 WIB: Dedeh yang mengaku tak sadar tiba-tiba mengikat anak keduanya, Muhamad Fahrul Rabani (10) yang tengah tertidur. Namun karena korban melawan, ikatan itu pun lepas dan Dedeh pun meninggalkannya.
3.05 WIB: Dedeh mengalihkan aksinya ke anak bungsunya, Aisah Fany (2,5), yang masih terlelap tidur. Aisah digendong dengan dibalut sebuah mukena menuju lantai dua. Di situ, Dedeh langsung memasukan Aisah yang masih tertidur ke dalam sebuah toren berisi air berkapasitas 1.500 liter dengan tinggi sekira 1,5 meter.
3.10 WIB: Dedeh kembali meghampiri Fahrul. Kali ini, dia langsung menggendongnya menuju lantai dua tempat toren itu berada. Fahrul dimasukan kedalam toren dengan posisi kepala di bawah dengan dibantu sebuah kursi sebagai tumpuan Dedeh. Namun Fahrul yang usianya lebih tua dari Fany berhasil melepaskan diri dan keluar.
3.15 WIB: Dedeh masih berusaha memasukan Fahrul ke dalam toren namun hal itu kembali tak membuahkan hasil. Bahkan dalam percobaan keduanya, Fahrul sempat berteriak.
3.20 WIB: Anak pertama Dedeh, Muhamad Rizal (15) yang tidur di lantai dua terbangun lantaran mendengar kegaduhan dan teriakan adiknya. Rizal yang mengetahui hal itu langsung menelepon tantenya Rosita.
3.30 WIB: Rosita bersama beberapa keluarga lainnya datang menyelamatkan dan membawa Fahrul ke tempat aman. Sementara Dedeh usai kejadian langsung menghilang.
4.00 WIB: Rosita baru tahu jika Aisah telah menjadi korban pembunuhan Dedeh. Rosita pun kembali ke rumah dan meminta bantuan keluarga lain untuk mengangkat Aisah yang sudah tak bernyawa di dasar toren air.
Kisah tragis itupun usai setelah Dedeh menyerahkan diri ke Mapolsek Padalarang. Kini kasus pembunuhan tersebut ditangani oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.