• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ini Alasan Penutupan Lokalisasi Dolly Dimajukan Sehari

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Penutupan Lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, dipastikan pada 18 Juni 2014. Padahal sebelumnya, lokalisasi yang konon pernah terbesar se-Asia Tenggara itu dijadwalkan tutup 19 Juni.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Supomo, mengatakan, alasan dimajukan penutupan itu bukan karena keputusan Pemkot Surabaya, melainkan menyesuaikan jadwal kunjungan Menteri Sosial (Mensos) RI Salim Segaf Al Jufri.

"Penutupan menyesuaikan jadwal kunjungan Pak Menteri. Beliau bisanya 18 Juni, karena 19 Juni ada acara lain," kata Supomo, Selasa (3/6/2014).

Pada 18 Juni itu akan ada penyerahan bantuan kepada para PSK dan Mucikari sesuai kesepakatan. Selanjutnya, pada lebaran mendatang juga akan diserahkan santunan biasa kepada penghuni lokalisasi.

"Harapan kami, pada awal Ramadan saudara-saudara kita sudah tidak beraktivitas lagi," tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertemu dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Gedung Kementerian Sosial untuk membicarakan tentang rencana penutupan lokalisasi Dolly, Senin 2 Juni.

Data terakhir dari Dinsos Pemkot Surabaya terdapat 1.400 PSK, Mucikri sekira 300 orang. Dalam penutupan lokalisasi ini, mereka akan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 Juta untuk mucikari dari Pemrov Jatim, dan PSK sebesar Rp3 Juta dari Kemensos.

Kementerian Sosial juga menyiapkan anggaran Rp8 miliar untuk merehabilitasi eks PSK tersebut dengan memberikan jadup (jaminan hidup) sebesar Rp20.000 per hari selama tiga bulan, uang transportasi untuk pulang ke kampung asal Rp250 ribu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.