Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hewan koloni adalah tipe spesies hewan yg memiliki sistem sosial berkelompok yg biasanya mendiami suatu wilayah habitat tertentu. Dalam hal jumlah, hewan koloni dapat berjumlah sangat banyak, ribuan bahkan jutaan ekor.
Koloni-koloni dari spesies tersebut dapat tersebar di seluruh dunia, & masing-masing koloni biasanya terdapat seekor ratu atau pemimpin yg dapat menggerakkan ribuan pasukannya untuk mengerjakan sesuatu.
Nah, dari sekian banyak hewan yg berkoloni, ternyata beberapa di antaranya dianggap mematikan & berbahaya, lho. Apa saja, ya?
1. Lebah Afrikanisasi
Namanya cukup unik, ya? Tapi jangan anda samakan lebah ini dangan lebah madu pada umumnya. Ya, lebah Afrikanisasi adalah salah satu spesies lebah pembunuh yg sangat mematikan di dunia.
Lebah Afrikanisasi yg biasa disebut lebah pembunuh, sejatinya merupakan lebah hibrida atau perpaduan antara lebah madu Afrika dengan lebah madu Eropa, seperti dicatat dalam laman sains Smithsonian.
Mengapa lebah Afrika dapat kimpoi silang dengan lebah Eropa? Hal ini terjadi karena ulah manusia. Pada 1957 silam beberapa pakar pertanian mengerjakan uji coba dalam membiakkan lebah madu Afrika dengan lebah madu Eropa.
Hasilnya tidak begitu sukses, karena hampir semua lebah-lebah eksperimental tersebut melarikan diri dari laboratorium, & akhirnya membentuk koloni lebah hibrida yg baru. Gabungan DNA lebah Afrika & lebah Eropa menciptakan keturunan lebah-lebah tersebut jadi buas & mematikan.
Celakanya, lebah pembunuh ini akan menyerang & membunuh siapa saja yg dianggap mengganggu sarang mereka. Serangan mereka jauh lebih brutal daripada lebah biasa. Di Brasil, pusat dari eksperimen tersebut, lebah Afrikanisasi sudah membunuh lebih dari 1.000 orang.
2. Ubur-ubur api
Ubur-ubur api adalah satu spesies ubur-ubur yg hidup berkoloni. Nama lain dari ubur-ubur ini adalah Portuguese man o'war. Meskipun terlihat sebagai spesies yg suka menyendiri, faktanya ubur-ubur api merupakan tipe hewan yg hidup secara berkelompok dalam beberapa polip.
Spesies hewan laut yg memiliki nama ilmiah Physalia physalis ini memiliki sengatan yg sangat berbahaya. Bagi manusia dewasa, sengatan ubur-ubur api dapat terasa menyakitkan, bahkan dalam sedikit kasus dapat menyebabkan kelumpuhan & kematian.
Jika ubur-ubur api berada di lautan, maka ukuran tingginya dapat mencapai hampir 2 meter. Uniknya koloni dari ubur-ubur api saling memiliki tugas yg terpisah, namun saling menyatu.
Satu koloni ubur-ubur api merupakan gabungan dari beberapa polip (bentuk hidup dari bagian tubuh ubur-ubur). Beberapa polip tersebut memiliki tugasnya masing-masing, yakni mengapung, membentuk sengat, mengolah makanan, & perkembangbiakan.
3. Kelelawar
Mamalia yg satu ini juga merupakan hewan berkoloni yg biasanya tinggal di dalam gua. CDC dalam lamannya pernah mencatat bahwa kelelawar merupakan spesies yg menyebabkan kasus rabies terbanyak di Amerika Serikat beberapa tahun silam.
Dalam tubuh kelelawar dapat didapati banyak virus, bakteri, & parasit. Uniknya, kelelawar kebal dengan itu semua & cuma bersifat sebagai carrier atau pembawa. Kasus terbaru yg tengah terjadi saat ini adalah dugaan awal mula virus corona yg disebarkan oleh kelelawar kepada manusia, meskipun para ilmuwan masih belum yakin dengan hal tersebut.
Kelelawar juga memiliki kemampuan ekolokasi yg sangat baik, yakni kemampuan mengenali lingkungan dengan mengpakai gelombang suara. Tersebar hampir di seluruh dunia, koloni kelelawar dianggap sebagai salah satu koloni hewan yg mematikan.
4. Ulat bag shelter
Ulat bag shelter atau ulat bulu dengan nama ilmiah Ochrogaster lunifer adalah ulat bulu paling mematikan di dunia. Spesies ini tidak sering berkoloni, karena pada beberapa kasus ditemukan ulat ini dapat hidup sendiri.
Australian Geographic mencatat bahwa ulat bulu ini dapat ditemukan di seluruh pesisir & pedalaman Australia. Makanannya adalah daun-daun segar & ranting-ranting tanaman tertentu.
Bulu-bulu halus yg ada pada tubuh bag shelter mengandung racun yg berbahaya bagi siapa saja yg menyentuhnya. Selain gatal-gatal, kalau tidak segera diobati, racun ulat ini mungkin dapat mengakibatkan sesak napas & alergi fatal yg mengakibatkan kematian.
5. Semut peluru
Koloni semut peluru adalah salah satu koloni yg dianggap sangat mematikan di dunia. Dalam kebanyakan kasus, memang sengatan semut ini tidak mematikan. Namun, semut peluru merupakan semut dengan sengatan paling menyakitkan di dunia.
Bayangkan saja kalau ada hewan yg berani mengganggu koloni ini, pasti akan menerima ribuan sengatan yg dapat membunuh hewan tersebut. Laman Real Clear Science mencatat bahwa semut peluru merupakan semut terbesar di dunia, dengan panjang lebih dari 2,5 cm.
Yang mengerikan adalah, sengatan semut peluru memiliki efek menyakitkan 30 kali lebih hebat dibandingkan dengan sengatan lebah madu. Untungnya sikap semut ini tidak agresif seperti lebah pembunuh, mereka cuma mengpakai sengatannya sebagai reaksi pertahanan diri.
Itulah lima spesies hewan koloni yg dianggap paling mematikan. Jangan coba-coba iseng mengganggu mereka, ya!
Baca lainnya di Blog ane ya
tq.. bantu support ya di blog nya
Hari ini 22:08