• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ingin Tampail Sehat? Yuk, Ber-SMS

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Jakarta - Siapa bilang aktivitas ber-SMS hanya membuang-buang waktu dan sia-sia? Studi baru menyebutkan bahwa SMS yang dilakukan terus menerus bisa membuat tampilan menjadi lebih sehat.

MEhAP.jpg
Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah penelitian mengungkapka baik menerima atau mengirimkan SMS baik untuk kesehatan mental seseorang, terutama jika mereka tengah merasa stres, terisolasi, dan sendirian.



Dilansir News yahoo, Prof. Adrian Aguilera, seorang psikolog klinis di University of California, Berkeley, menjelaskan beberapa pasiennya melaporkan merasa lebih terhubung dan diperhatikan ketika mereka menerima pesan teks.


"Ketika menerima SMS saat situasi sulit, saya merasa jauh lebih baik karena merasa merasa diperhatikan dan didukung," kata seorang pasien di San Francisco General Hospital.


Penelitian Profesor Aguilera dimulai pada 2010 dengan proyek Short Message Service di mana pasien dikirim pesan teks otomatis yang mendorong mereka untuk berpikir dan menjawab tentang suasana hati mereka dan tanggapan terhadap interaksi sehari-hari, baik yang positif maupun negatif.


"Kami memanfaatkan teknologi yang biasa digunakan orang dalam kehidupan mereka sehari-hari untuk meningkatkan kesehatan mental," katanya.


Prof Aguilera menyadari hal ini saat banyak pasiennya mengalami kesulitan menerapkan keterampilan yang mereka pelajari di kelas terapi untuk kehidupan sehari-hari.


Para pasiennya tersebut tidak mampu membeli laptop, tablet, atau ponsel pintar, tetapi kebanyakan punya telepon selular.


"Berkirim SMS telah memberikan wawasan baru dalam kebutuhan jiwa manusia untuk berkomunikasi. Ini juga merupakan masukan bagi profesional kesehatan mental," pungkas Prof Aquilera.
 
Tapi perlu Anda tahu, ada efek buruk yang bisa Anda alami jika terlalu sering melakukan kegiatan ini.

Bukan hanya menimbulkan tagihan pulsa yang membengkak, berkirim pesan lewat pesan teks atau sms juga berisiko menyebabkan sakit leher.

Seperti dikutip laman Times of India, para pakar kesehatan menyebut penyakit ini dengan nama ‘texter’s neck’. Ini bisa jadi penderitaan baru yang dialami pecandu gadget yang lebih sering menghabiskan terlalu banyak waktu membungkuk di atas ponsel mereka dan komputer.

Dr Kishore Punjabi, chiropractic terapis, mengatakan, “Rasa sakit yang timbul karena leher sering fokus mengarah ke bawah terlalu intens,” katanya.

Ia menjelaskan selama melakukan pengiriman SMS terus menerus, leher dan kepala bersandar ke depan, yang menyebabkan pembalikan kurva leher. “Karena hal itu, proses sirkulasi darah berkurang ketika hal ini terjadi dan dapat mengakibatkan tennis elbow,” katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.