yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menabung dan investasi merupakan dua hal yang berbeda. Untuk menyiapkan tujuan jangka panjang seperti danang pensiun, danang pendidikan, tak cukup jika hanya sekadar menabung.
Menabung akan menghadapi risiko tergerus inflasi. Untuk itu, menabung sebaiknya hanya digunakan untuk menyimpan danang darurat atau keperluan sehari-hari.
Sementara itu, investasi bertujuan untuk menambah aset kekayaan, yang memiliki keuntungan melebihi tingkat inflasi. Beberapa contoh investasi seperti tanah, properti, saham, reksa danang, logam mulia, hingga koleksi seni.
Sebelum berinvestasi, ada berapa langkah yang harus Anda persiapkan. Perencana Keuangan dari Commonwealth bunk Indonesia, Edrin Sunandar, menjelaskan, sebelum memulai investasi, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi. Tujuan ini seperti danang darurat, menyiapkan danang pendidikan, atau bahkan plesir keliling dunia beberapa tahun mendatang.
Setelah itu, siapkan terlebih dahulu danang darurat. danang darurat ini penting untuk meng-cover kebutuhan darurat dan tak terduga. Besaran danang darurat ini tergantung masing-masing kondisi investor.
Untuk single, besarnya tiga kali biaya hidup bulanan, untuk yang sudah menikah, tujuh kali biaya hidup bulanan, dan bagi yang memiliki anak, menyediakan biaya hidup 9-12 kali.
"Selain danang darurat, jangan lupa memiliki proteksi dari asuransi kesehatan. Jika tak memiliki keduanya, rencana investasi bisa terganggu," ujar Edrin.
Setelah danang darurat dan proteksi tercapai, hitung arus kas. Jangan lupa lunasi utang non produktif seperti cicilan kartu kredit atau kredit tanpa agunan (KTA). Setelah itu, pilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko.
Edrin menjelaskan, salah satu cara mudah untuk berinvestasi adalah melalui reksa danang. Reksa danang adalah bentuk investasi dengan menghimpun danang dari investor untuk diinvestasikan oleh manajer investasi dalam portofolio efek. Reksa danang ini memiliki keunggulan, yaitu mudah dan tidak membutuhkan danang yang besar untuk memulai investasi.
Ia mengingatkan, setiap investasi selalu memiliki risiko. Risiko jika berinvestasi di reksa danang adalah jika saham yang diinvestasikan menurun atau bahkan mengalami kegagalan (issuer default).
Bagaimana memilih reksa danang? Edrin menyarankan agar investor memilih perusahaan manajer investasi yang terpercaya. Caranya, lihat bagaimana kinerja selama beberapa tahun terakhir, ukur pula berapa total danang yang telah dikelola.
"Saat ini, 15 manajer investasi menguasai 80 persen pasar reksa danang," ujarnya.
Ada beberapa jenis reksa danang seperti reksa danang pasar uang, reksa danang pendapatan tetap, reksa danang campuran, reksa danang saham, dan reksa danang terproteksi. Sementara itu, beberapa risikonya yaitu menurunnya nilai aktiva bersih, risiko likuiditas, pasar, wanpresstasi, perubahan peraturan, dan perpajakan.
Semakin lama melakukan investasi, hasilnya lebih optimal, meski dengan danang kecil, dibanding investasi dalam jangka pendek dengan danang lebih besar. "Jika tujuan investasi sudah terkumpul, masukkan ke deposito," ujarnya.
Edrin menyarankan, sebaiknya investasi dilakukan secara berkala (dollar cost averaging), agar tidak pernah pusing dengan pasar. Apa pun kondisi pasar, investor tetap melakukan pembelian reksa danang setiap bulannya.
Selain itu, dia melanjutkan, gunakan reksa danang berbeda untuk tujuan berbeda. Misalnya untuk menyiapkan danang pendidikan anak pertama dengan anak kedua agar tidak mengganggu tujuan yang lain.