al_hudzaifah
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 18915
- Sejak
- 16 Jul 2007
- Pesan
- 3.389
- Nilai reaksi
- 60
- Poin
- 48
Inggris, Negeri Paling Sakit di Eropa
Kamis, 25 Oktober 2007
Inggris kini dicap sebagai 'orang sakit Eropa' setelah pemerintah melaporkan tingkat penderita obesitas, penggunaan alcohol, diabetes, dan kematian akibat merokok
Hidayatullah.com—Menurut catatan dinas Kesehatan Inggris, setelah diteliti satu persatu, ternyata angka obesitas di Inggris tertinggi di Eropa. Bahkan di beberapa wilayah, angkanya melebihi AS, yang juga dihantui 'penyakit' obesitas. Di Boston dan Lincolnshire, hampir sepertiga pria dan wanitanya mengalami kelebihan berat badan yang mengerikan.
Yang juga mengejutkan, 900.000 anak-anak di bawah usia 11 tahun mengalami obesitas, atau naik 50 persen dibandingkan sepuluh tahun lalu. Sementara departemen kesehatan melaporkan bahwa Inggris merupakan satu-satunya negara di Eropa yang konsumsi alkoholnya meningkat. Ditambah makin banyaknya kematian terkait alcohol, terutama di kalangan wanita.
Angka-angka yang ditunjukkan memang membuat mata terbelalak. Lihat saja daftar berikut. Setiap orang Inggris minum 11,37 liter alcohol murni, dibandingkan dengan rata-rata orang Eropa yang hanya mengonsumsi 10,95 liter. Sementara wanita berusia 35 - 54 tahun yang meninggal akibat alcohol naik dua kali lipat selama 15 tahun terakhir.
Dari 100.000 orang, tercatat 288 orang tewas akibat merokok di Inggris, sementara di seluruh Eropa hanya 263. Orang Inggris pun tidak suka makan buah dan sayur. Tingkat konsumsi mereka 25 kilogram kurang dari orang dari negara Eropa lain. Angka penderita diabetes pun meningkat. Penderita pria naik hingga 4,8 persen, sementara kaum wanita bertambah 3,6 persen.
Menurut Andrew Lansley, dari partai Konservatif, angka-angka tersebut menunjukkan pemerintah gagal mengatasi tantangan di bidang kesehatan masyarakat. “Angka-angka penggunaan alcohol dan tingkat obesitas di negeri ini sungguh mengerikan.”
“Kita tidak bisa terus menjadi orang sakit di Eropa.”
Sementara Partai Liberal Demokrat mengecam keadaan itu dan menyebutnya 'krisis kesehatan masyarakat'. Mereka menuduh pemerintah 'setengah hati' dalam melakukan tindakan untuk memerangi obesistas.
Juru bicara bidang kesehatan partai ini mengatakan, “Selama 10 tahun pemerintahan Buruh memberi kita kesehatan yang tidak memadai dan krisis kesehatan masyarakat.”
“Kita harus mempelajari mengapa hanya negara kita di Eropa yang mengalami kenaikan tingkat konsumi alcohol dan penyakit yang disebabkannya, terutama di kalangan anak muda dan wanita,” demikian pernyataan partai tersebut.
Pihak Liberal Demokrat juga menyatakan kengerian karena negeri mereka menjadi yang paling gendut di seluruh Eropa.
Senin (22/10) lalu, Departemen Kesehatan mempertimbangkan rencana untuk secara resmi memperingatkan orangtua yang menginginkan putra-putra mereka gemuk.
Sementara Menteri Kesehatan Dawn Primarolo, bertekad laporan itu akan menunjukkan banyak hal yang harus dilakukan untuk 'mengatasi kekurangan di bidang kesehatan.”
“Kita berhasil mengurangi angka perokok, saya bertekad mengatasinya. Ambisi kami adalah membalik tingkat obesitas dengan cara memampukan orang untuk menjaga berat badan.” [telegraph/www.hidayatullah.com]