magnum
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 1320
- Sejak
- 27 Mei 2006
- Pesan
- 14.143
- Nilai reaksi
- 417
- Poin
- 83
Peringatan Dini Tsunami Akan Menggunakan SMS
Pendaftaran nomor telepon selular prabayar yang sudah mencapai 94,05 persen membuat pemerintah berniat mengadakan peringatan dini kemungkinan tsunami melalui layanin pesan singkat atau SMS. Peringatan dini tsunami juga akan dilakukan melalui media massa elektronik, seperti televisi dan radio.
Peringatan dini tsunami yang resmi akan dikirim oleh Badan Meteorologi dan Geofisika kepada para operator telepon selular, para pengelola stasiun televisi, dan radio, sehingga mereka dapat meneruskan melalui media masing-masing. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Informasi Publik, Departemen Komunikasi dan Informatika, Suprawoto, Sabtu (26/8) di Pangkal Pinang.
Menurut Suprawoto, dengan kartu prabayar yang terdaftar 49.958.387 nomor, atau 94,05 persen, dari 53.116.156 nomor, SMS akan menjadi media efektif guna mengirim peringatan dini tsunami pasca gempa pertama. SMS itu akan dikirim kepada para pemilik nomor yang wilayahnya diperkirakan akan dilanda tsunami.
Meskipun tidak semua masyarakat memiliki telepon genggam, SMS dapat menjadi salah satu andalan karena para penerima dapat meneruskan peringatan dini secara lisan kepada para tetangga. Dengan demikian, penyebaran informasi akan terjadi secara cepat.
Namun, kata Suprawoto, masalah yang mungkin muncul adalah padatnya lalu lintas SMS karena operator telepon selular harus mengirim ratusan ribu atau jutaan SMS dalam satu waktu. Masalah itu sedang dicarikan pemecahannya oleh para operator telepon selular.
Selain melalui SMS, kata Suprawoto, pemerintah juga bekerja sama dengan pengelola stasiun televisi dan radio, lokal dan nasional, untuk menyiarkan peringatan dini tsunami. Depkominfo dan BMG di setiap daerah sudah mempunyai lima nomor telepon yang dapat dihubungi di setiap stasiun televisi dan radio sehingga begitu ancaman tsunami terdeteksi, berita itu akan langsung disiarkan.
Berdasarkan data Depkominfo, prosentase pendaftar nomor telepon selular prabayar paling banyak dicatat oleh operator Indosat dengan 96,62 persen atau 12.981.735 nomor. Prosentase terbesar kedua diraih oleh Excelcomindo dengan 96,61 persen atau 7.528.894 nomor.
Selanjutnya, Bakrie Telecom dengan 94,61 persen atau 833.733 nomor, Sampoerna dengan 93,88 persen atau 12.722 nomor, Telkomsel dengan 92,6 persen atau 25.250.205 nomor, PT Telkom 91,97 persen atau 2.220.544 nomor, dan PT Natrindo 72,31 persen atau 7.514 nomor.
lah kalo ada SMS bohongan gimn dong,pake nama telkomsel,telkom,dll ...../hmm
Pendaftaran nomor telepon selular prabayar yang sudah mencapai 94,05 persen membuat pemerintah berniat mengadakan peringatan dini kemungkinan tsunami melalui layanin pesan singkat atau SMS. Peringatan dini tsunami juga akan dilakukan melalui media massa elektronik, seperti televisi dan radio.
Peringatan dini tsunami yang resmi akan dikirim oleh Badan Meteorologi dan Geofisika kepada para operator telepon selular, para pengelola stasiun televisi, dan radio, sehingga mereka dapat meneruskan melalui media masing-masing. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Informasi Publik, Departemen Komunikasi dan Informatika, Suprawoto, Sabtu (26/8) di Pangkal Pinang.
Menurut Suprawoto, dengan kartu prabayar yang terdaftar 49.958.387 nomor, atau 94,05 persen, dari 53.116.156 nomor, SMS akan menjadi media efektif guna mengirim peringatan dini tsunami pasca gempa pertama. SMS itu akan dikirim kepada para pemilik nomor yang wilayahnya diperkirakan akan dilanda tsunami.
Meskipun tidak semua masyarakat memiliki telepon genggam, SMS dapat menjadi salah satu andalan karena para penerima dapat meneruskan peringatan dini secara lisan kepada para tetangga. Dengan demikian, penyebaran informasi akan terjadi secara cepat.
Namun, kata Suprawoto, masalah yang mungkin muncul adalah padatnya lalu lintas SMS karena operator telepon selular harus mengirim ratusan ribu atau jutaan SMS dalam satu waktu. Masalah itu sedang dicarikan pemecahannya oleh para operator telepon selular.
Selain melalui SMS, kata Suprawoto, pemerintah juga bekerja sama dengan pengelola stasiun televisi dan radio, lokal dan nasional, untuk menyiarkan peringatan dini tsunami. Depkominfo dan BMG di setiap daerah sudah mempunyai lima nomor telepon yang dapat dihubungi di setiap stasiun televisi dan radio sehingga begitu ancaman tsunami terdeteksi, berita itu akan langsung disiarkan.
Berdasarkan data Depkominfo, prosentase pendaftar nomor telepon selular prabayar paling banyak dicatat oleh operator Indosat dengan 96,62 persen atau 12.981.735 nomor. Prosentase terbesar kedua diraih oleh Excelcomindo dengan 96,61 persen atau 7.528.894 nomor.
Selanjutnya, Bakrie Telecom dengan 94,61 persen atau 833.733 nomor, Sampoerna dengan 93,88 persen atau 12.722 nomor, Telkomsel dengan 92,6 persen atau 25.250.205 nomor, PT Telkom 91,97 persen atau 2.220.544 nomor, dan PT Natrindo 72,31 persen atau 7.514 nomor.
lah kalo ada SMS bohongan gimn dong,pake nama telkomsel,telkom,dll ...../hmm


ga ada cara yang sempurna...dari yg lewat tipi sampe sms...tapi jika semua cara itu digunakan paling tidak dapat mengurangi dampak yg ditimbulkan oleh tsunami....weks gila .... ane bijaksana banget nanggepinnya...^^ pada intinya terima ajah nasib yang dateng....itu dah jalan hidup...alias takdir