• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Info Diabetes

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Alexis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Alexis

IndoForum Junior D
No. Urut
12106
Sejak
27 Feb 2007
Pesan
1.951
Nilai reaksi
130
Poin
63
Diabetes & Gangguan Seksual​

Gangguan diabetes diketahui dapat mempengaruhi kehidupan seks. Oleh sebab itu, para diabetesi perlu mempertimbangkan efek aktivitas seksualnya, terutama terhadap kemungkinan turunnya kadar gula darah setelah mereka berhubungan seks.

Tindakan yang biasanya disarankan untuk dipertimbangkan oleh para penderita diabetes sebelum melakukan hubungan seks adalah memeriksakan kadar gula darahnya. Pola makan yang tepat sebelum atau sesudah berhubungan intim juga cukup bermanfaat, sama halnya kebiasaan itu disarankan juga setelah mereka berolahraga.

Pada wanita, pengendalian diabetes biasanya memperhitungkan siklus menstruasi mereka. Pilihan penggunaan alat kontrasepsi juga harus disesuaikan dengan diabetes yang dideritanya. Selain itu, kehamilan dan menopause juga akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam pengendalian gula darah tersebut.

Kondisi yang perlu dipahami oleh para diabetesi adalah bila kadar gula darah dibiarkan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, maka aliran darah dan saraf ke organ-organ seksual akan terganggu, yang akhirnya menyebabkan fungsi seksual juga mudah terganggu.

Wanita penderita diabetes biasanya akan bermasalah dalam pengendalian kandung kemih, yang dikenal sebagai gangguan neuroqenic bladder. Untuk mencegah gangguan tersebut, umumnya dokter akan menyarankan diabetesi wanita yang mengalami gangguan itu untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum dan sesudah berhubungan seksual. Pengosongan kandung kemih setelah berhubungan seks diketahui akan membantu mencegah terjadinya infeksi pada kandung kemih.

Selain itu, rusaknya saraf dan pembuluh darah juga akan membuat perlendiran vagina menjadi berkurang sehingga vagina tetap kering meskipun terjadi perangsangan seksual. Hal itu mengakibatkan kegiatan seksual menjadi tidak nyaman.

Sedangkan pada diabetesi pria, kekhawatiran utama akibat rusaknya saraf dan alirah darah ke organ seksual adalah impotensi. Seiring dengan pertambahan usia, impotensi memang merupakan ancaman nyata bagi pria normal maupun pria dengan diabetes.

Impotensi umumnya menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, sedangkan pria dengan diabetes memiliki risiko yang lebih besar. Sekitar 50-60% pria dengan diabetes berusia lebih dari 50 tahun terserang impotensi dengan tingkat yang berbeda-beda.

Impotensi disini artinya adalah ketidakmampuan untuk memperoleh dan mempertahankan ereksi. Perlu diketahui, pria dengan diabetes memiliki kemungkinan 10-15 tahun lebih awal untuk mengalami gangguan ereksi dibandingkan pria tanpa diabetes.

Impotensi bisa disebabkan oleh gangguan fisik maupun psikologis. Impotensi akibat gangguan psikologis biasanya terjadi tiba-tiba, sedangkan impotensi karena gangguan fisik terjadi secara perlahan-lahan. Pada pria dengan diabetes, umumnya gangguan itu disebabkan oleh memburuknya saraf atau pembuluh darah ke organ seksual.

Sebuah studi di AS pernah dilakukan terhadap 28.000 wanita yang mengonsumsi lebih dari enam cangkir kopi rendah kafein (decaf coffee) per hari. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi kopi rendah kafein ternyata memiliki risiko diabetes lebih ringan sekitar 33% dibandingkan mereka yang mengonsumsi kopi berkafein maupun yang tidak mengonsumsi kopi.

Studi tersebut dilakukan sekitar 11 tahun dan pernah dimuat dalam Archives of Internal Medicine. Hasilnya memang cukup bertentangan dengan riset-riset sebelumnya yang menyatakan bahwa konsumsi kafein tidak mengurangi risiko diabetes.

Para peneliti dalam studi ini menganalisa data dari wanita postmenopause pada tahun 1986 sampai 1997. Pemberian kuisioner dilakukan untuk memastikan konsumsi kopi oleh para wanita tersebut. Kuisioner tersebut berkaitan dengan beberapa faktor risiko diabetes, seperti umur, indeks massa tubuh, aktifitas fisik, konsumsi alkohol ataupun kebiasaan merokok. ?

Dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi, kelompok wanita yang mengonsumsi enam cangkir kopi setiap hari ternyata memiliki 33% risiko yang lebih rendah untuk terkena diabetes.

Ketika para peneliti memisahkan hasil analisa antara kelompok wanita yang mengonsumsi kopi berkafein dan kopi rendah kafein, diketahui bahwa penurunan risiko tersebut didominasi oleh kelompok yang mengonsumsi kopi rendah kafein, meskipun dengan usia dan berat badan yang berbeda.

Para peneliti menduga adanya kemungkinan bahan lain dalam kopi rendah kafein yang berkaitan dengan rendahnya risiko diabetes. Mineral yang terdapat dalam kopi, seperti magnesium dan asam fitat, diketahui berguna untuk mengontrol gula darah dalam tubuh.

Selain itu, kopi juga mengandung beberapa zat fitokimia yang memiliki aktifitas antioksidan yang cukup tinggi, sehingga dapat melindungi sel-sel penghasil insulin dalam pankreas terhadap adanya kerusakan yang bisa menyebabkan risiko diabetes.

Konsumsi kopi memang terlihat sangat berpotensi untuk membantu mengurangi risiko diabetes. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk identifikasi tentang mekanismenya serta menentukan jenis bahan dalam kopi rendah kafein yang berperan dapat menurunkan risiko diabetes.

Perlu diketahui, konsumsi kopi lebih dari enam cangkir per hari memiliki efek samping berupa dehidrasi. Jadi jika seseorang ingin mengurangi risiko dirinya terhadap diabetes, maka latihan olahraga yang teratur serta konsumsi makanan yang sehat harus dijalankan dengan tepat dan benar.

Selama ini, diabetes mellitus (DM) identik dengan penyakit keturunan dan hanya menyerang mereka yang telah berusia lanjut. Namun kenyataannya, DM dapat menyerang siapa saja, tak kenal usia maupun status ekonomi. Perubahan gaya hidup adalah salah satu faktor yang menyebabkan tingginya risiko DM saat ini.

Diabetes terdiri dari dua jenis, yaitu diabetes mellitus tipe 1 (DM tipe 1) dan diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2). Seseorang dikatakan menderita DM 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus), jika tubuhnya memerlukan pasokan insulin dari luar sepenuhnya karena sel-sel pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin. DM tipe 1 disebabkan oleh faktor genetis dan juga faktor pencetus lainnya. DM tipe 1 muncul tiba-tiba pada masa anak-anak (di bawah usia 20 tahun), dengan gejala berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, mudah lelah, sering buang air kecil, dan sering merasa lapar atau haus.

Sedangkan DM tipe 2, disebut juga Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus, terjadi jika pasokan insulin di pankreas tidak mencukupi sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pengiriman glukosa ke seluruh sel tubuh, namun penderitanya tidak tergantung speenuhnya pada pasokan insulin dari luar. Sekitar 90% kasus diabetes adalah DM tipe 2. Umumnya DM tipe 2 tidak disertai dengan gejala yang spesifik, sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya. Selama ini, banyak yang menganggap bahwa DM tipe 2 hanya diderita oleh mereka yang berusia lanjut, padahal kini terbukti DM tipe 2 dapat menyerang kalangan remaja, bahkan anak-anak.

Berat badan berlebih dan perubahan gaya hidup memang menjadi faktor penyebab terjadinya DM. Penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima penderita DM tipe 2 ternyata mengalami obesitas. Perlu diketahui, sekitar 80% remaja yang obesitas cenderung akan menjadi dewasa yang obesitas pula. Sedangkan pada anak-anak yang menderita obesitas, sekitar 30-40% nya akan menjadi orang dewasa yang juga obesitas, akibatnya diabetes pun akan semakin mudah menyerang.

Berikut ini beberapa saran agar anak-anak terhindar dari obesitas yang bisa menyebabkan diabetes:
1.Menetapkan menu 4 sehat 5 sempurna dengan pilihan menu bervariasi agar si anak tidak bosan
2.Memberikan bekal sekolah yang sehat pada anak
3.Memberi pengetahun nutrisi pada anak (seperti fast food) sehingga mereka mau menghindari makanan tersebut
4.Mengajarkan olahraga secara rutin
5.Menyediakan camilan yang bergizi
6.Membiasakan pola makan yang teratur, yaitu tiga kali makan besar (pagi, siang, dan malam) serta makan kecil atau camilan di antara waktu tersebut
 
Kafein Cukup Berarti Bagi Diabetesi

Sebuah penelitian di Jepang yang melibatkan sebanyak 17.413 orang selama lima tahun, melaporkan bahwa mereka dengan tingkat konsumsi kopi atau green tea yang cukup tinggi memiliki kecenderungan diabetes yang rendah.?Studi itu pernah dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, yang membahas tentang konsumsi minuman di Jepang bagi mereka yang berusia 40-65 tahun. Namun para peneliti tersebut hanya memfokuskan pada konsumsi kopi, teh hijau, teh hitam, dan juga teh oolong.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara konsumsi teh hitam dan teh oolong terhadap risiko terjadinya diabetes tipe 2. Namun, dengan melibatkan faktor usia, jenis kelamin, maupun indeks massa tubuh, menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi teh hijau lebih dari enam cangkir sehari memiliki kecenderungan 33% lebih rendah untuk terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu cangkir per minggu.?Konsumsi kopi tiga cangkir atau lebih per hari juga dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes sekitar 42%.

Kandungan total dari kafein yang terdapat dalam minuman teh hijau dan kopi berkaitan dengan penurunan risiko terjadinya diabetes sebesar 33%. Manfaat konsumsi kafein tersebut terjadi lebih jelas pada kaum wanita dan juga pada pria yang mengalami kelebihan berat badan. Namun penelitian tersebut masih bersifat terbatas, baik untuk laporan tentang diabetes itu sendiri maupun tidak adanya data tentang kandungan kafein dalam minuman soda.

Studi sebelumnya yang pernah dimunculkan dalam Diabetes Care, melaporkan bahwa kopi dapat mengurangi sensitifitas insulin. Kopi sebenarnya mengandung beberapa substansi yang dapat mempengaruhi metabolisme gula, seperti zat antioksidan, kalium, dan juga magnesium.

Virgin Coconut Oil: Apa Manfaatnya??

Minyak kelapa adalah minyak dengan asam lemak jenuh yang mengandung asam laurat yang tergolong asam lemak rantai medium (Medium Chain Fatty Acid atau MCFA) dengan 12 atom karbon. Asam laurat berfungsi sebagai antimikroba alami yang ampuh membunuh berbagai kuman, virus, dan parasit. Minyak kelapa tidak mengandung kolesterol karena merupakan minyak nabati.

Minyak kelapa dikenal juga dengan nama minyak kelentik, yang diproses dengan pemanasan 100-120oC sehingga dihasilkan minyak yang berwarna kuning. Minyak kelapa yang sering digunakan untuk obat adalah berwarna bening dan sering disebut dengan Virgin Coconut Oil (VCO), yang dibuat dengan suhu rendah yaitu kurang dari 60oC. Kelebihan minyak tersebut adalah struktur kimianya, terutama medium chain fatty acids pada asam laurat, tidak banyak berubah. Perlu diketahui, asam laurat merupakan asam lemak yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan.

VCO mengandung asam laurat yang tinggi dan MCFA sebanyak 92%. VCO tidak berwarna, tidak berasa, dan memiliki wangi yang khas. Karena memiliki asam lemak berantai medium, minyak ini merupakan sumber energi yang siap pakai dan lebih mudah diserap oleh tubuh sehingga tidak menjadi lemak. Selain itu, VCO juga diduga?mampu mengatasi beberapa penyakit degeneratif, gangguan saluran cerna, dan juga untuk kecantikan. Biasanya dikonsumsi cukup tiga sendok makan setiap hari atau dicampur dengan makanan dan minuman lainnya.

Berikut ini beberapa manfaat VCO yaitu:

*Mengurangi risiko arteriosklerosis
Minyak tersebut tidak menambah pembentukan gumpalan darah, memulihkan luka pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan radikal bebas, serta merangsang metabolisme sehingga dapat menekan kolesterol darah.
*Mencegah dan mengobati stroke
*Mengontrol diabetes
Minyak tersebut dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga banyak kalori yang terbakar dan tubuh tidak menyimpan asam laurat dalam bentuk lemak. Asam lemak rantai sedang tersebut akan dikirim langsung ke hati untuk diubah menjadi energi.
*Mengurangi risiko kanker
Zat antimokroba yang terdapat dalam asam laurat akan membantu sel-sel darah putih mambasmi bakteri-bakteri penyebab penyakit sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berkurangnya bakteri dalam tubuh akan meringankan kerja sel darah putih untuk lebih bebas menghancurkan sel-sel kanker dan membersihkan racun.
*Mencegah tekanan darah tinggi
Minyak tersebut langsung diubah menjadi energi siap pakai sehingga tidak menyebabkan obesitas, sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi. Minyak tersebut juga dapat melarutkan vitamin A, D, E dan K.
*Mencegah sakit liver
Asam lemak rantai sedang dalam VCO langsung disalurkan liver dari saluran pencernaan. Asam lemak tersebut akan menonaktifkan virus hepatitis dan menghambat pembentukan radikal bebas dalam liver.
*Mencegah osteoporosis
Minyak tersebut memperbaiki penyerapan mineral, melindungi tulang dari radikal bebas, dan mempertahankan keseimbangan hormon.
*Mempermudah pengurangan berat badan akibat obesitas
*Meredakan gangguan pada saluran kandung empedu
Minyak tersebut juga bermanfaat untuk mengatasi penyakit lainnya seperti influenza, cacar air, herpes, pneumonia, dan infeksi vagina. Asam laurat yang terkandung di dalamnya berfungsi untuk melawan virus, jamur, bakteri maupun mikroba patogen.
*Untuk kecantikan
Minyak ini juga bisa digunakan untuk kecantikan, yaitu melembutkan kulit, mencegah pengerutan kulit, dan memberikan penampilan rambut yang sehat.

Pengaruh Diabetes Terhadap Penglihatan

Diabetes atau kencing manis merupakan momok baru bagi masyarakat Indonesia karena jumlah penderitanya yang semakin meningkat. Jika tidak segera ditangani, maka penyakit tersebut bisa membawa komplikasi terhadap penyakit lainnya, salah satunya adalah gangguan penglihatan.
Diabetes mellitus (DM) memiliki gejala awal berupa rasa haus yang berlebihan, rasa lapar, dan sering buang air kecil. Jika tidak segera ditangani, maka DM dapat menyebabkan komplikasi pada organ tubuh yang lain, salah satunya adalah mata. Bentuknya dapat berupa? glaukoma (peningkatan tekanan bola mata), katarak (kekeruhan pada lensa mata), dan komplikasi yang paling penting yaitu retinopati diabetik (perubahan pembuluh darah dalam mata atau retina).

Penyakit katarak adalah penyakit kekeruhan pada lensa mata yang biasanya dialami oleh para lanjut usia. Pada penderita DM yang tidak terkontrol,?gejala penyakit tersebut dapat terjadi pada usia yang lebih muda sebagai akibat penumpukkan zat-zat sisa metabolisme gula oleh sel-sel lensa mata.

Pencegahan katarak pada penderita DM adalah dengan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal dan memakai obat tetes mata khusus. Operasi katarak dapat dilakukan dengan cara penanaman lensa intra-okuler?untuk memperbaiki ketajaman penglihatan dan memudahkan pemeriksaan retina serta melakukan tindakan laser pada retinopati diabetik.

Glaukoma diketahui lebih tinggi dialami oleh para penderita DM dibandingkan pada mereka yang normal. Pengobatan penyakit tersebut pada penderita DM tidak berbeda dengan orang yang normal. Terkecuali pada penderita retinopati diabetik yang berlanjut dengan neovaskuler, maka pengobatannya harus dengan tindakan laser.

Sedangkan retinopati diabetik adalah komplikasi DM yang disebabkan oleh perubahan pembuluh darah di retina. Retina merupakan selaput saraf yang melapisi bagian dalam dinding belakang bola mata dan berfungsi menangkap cahaya dan menyampaikan bayangan ke otak. Pembuluh darah retina yang rusak dapat menyebabkan kebocoran cairan atau darah, pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal, dan timbulnya jaringan ikat. Kelainan itu dapat mengganggu kemampuan retina dalam menyampaikan bayangan ke otak.

Retinopati diabetik merupakan penyebab timbulnya kebutaan baru di Indonesia. Kemungkinan menjadi buta bagi penderita DM yang tidak terkontrol adalah 25 kali lebih besar jika dibandingkan dengan orang normal pada umumnya. Artinya, semakin lama menderita DM, maka kemungkinan menderita retinopati diabetik juga semakin besar. Jika seseorang sudah menderita DM selama 15 tahun, diketahui kemungkinannya sekitar 80% akan mengidap retinopati diebetik.

Botox & Ginkgo Ringankan Nyeri Saraf?Diabetesi


Botulinum toxin A dikenal juga sebagai botox. Injeksi botox?dapat meringankan nyeri pada hewan percobaan dalam uji coba?diabetes neuropathy. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam seminar tahunan American Academy of Neurology's.

Diabetes neuropathy adalah suatu istilah yang digunakan untuk?kerusakan saraf yang terjadi pada penderita diabetes, seperti nyeri atau mati rasa pada bagian kaki maupun?tangan.

Lima hari setelah para peneliti menyuntikkan?botulinum A pada telapak kaki tikus percobaan yang menderita?diabetes neuropathy, hasilnya menunjukkan bahwa hewan-hewan percobaan tersebut berkurang rasa sensitif atau rasa nyerinya. Efek tersebut berlangsung selama 15 hari.

Para peneliti dari Zagreb University, Kroasia meyakini bahwa uji pertama pemberian suntikan toksin botulinum memiliki efek dapat meringankan nyeri dalam jangka waktu cukup panjang pada diabetes neuropathy.?

Sedangkan uji coba yang kedua meneliti tentang pengaruh kombinasi ekstrak Ginkgo biloba dan folat dalam mengurangi gejala diabetes neuropathy. Dalam penelitian itu, para peneliti dari University of Essen, Jerman melibatkan 60 pasien diabetes neuropathy dan secara acak diberi perlakuan dengan menggunakan?ekstrak Ginkgo biloba, folat, kombinasi dari keduanya, dan juga plasebo. Hasil yang terbaik diperoleh dari perlakuan tersebut adalah dengan menggunakan kombinasi ekstrak Ginkgo biloba dan folat.

Botulinum toxin type A merupakan suatu neurotoksin yang dapat atau mudah untuk disuntikkan. Neurotoksin adalah toksin yang dapat menahan kemampuan saraf untuk membuat otot berkontraksi. Agar otot dapat berkontraksi, saraf melepaskan acetylcholine. Acetylcholine akan menyerang reseptor pada sel-sel otot dan menyebabkan sel otot berkontraksi atau memendek. Toksin botulinum mencegah pelepasan acetylcholine sehingga dapat mencegah kontraksi pada sel otot. Dengan tujuan mempengaruhi pelepasan acetylcholine, toksin botulinum harus disuntikkan ke dalam otot. Penggunaan toksin botulinum type A telah disetujui oleh FDA sejak Desember 1989.?

Pengobatan Batu Ginjal Tingkatkan Risiko Diabetes

Sebuah penelitian yang telah dilakukan dalam jangka panjang menyatakan bahwa Shock-Wave Lithotripsy (SWL), yaitu teknik dengan menggunakan gelombang suara untuk memecahkan batu-batu dalam saluran kemih, dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes dan hipertensi. Hal tersebut merupakan penemuan baru dan didukung 100% oleh para peneliti dari Mayo Clinic in Rochester, Minnesota.

Penelitian itu didasarkan pada studi terhadap 578 pasien dengan batu ginjal yang diobati dengan teknik SWL pada tahun 1985 dan pada tahun 2004 dilanjutkan dengan pemberian kuisioner. Sedangkan kelompok kontrol terdiri dari 288 pasien batu ginjal yang diobati tanpa pembedahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47% pasien yang ditangani dengan teknik SWL mengalami hipertensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Risiko hipertensi akan menjadi lebih tinggi dengan teknik SWL bilateral.

Teknik SWL juga berkaitan dengan diabetes. Sekitar 17% pasien yang ditangani dengan SWL mengalami gangguan diabetes. Risiko diabetes secara langsung berkaitan dengan banyaknya penimbunan batu ginjal dan intensitas pengobatan.

Teknik SWL dapat menyebabkan hipertensi yaitu dengan menyebabkan luka pada ginjal dan perubahan sekresi tekanan darah yang dipengaruhi oleh hormon. Sedangkan kaitannya dengan diabetes diduga berhubungan dengan adanya kerusakan pada pankreas.

Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti bahwa teknik SWL bersifat tidak baik. Meskipun memiliki risiko, teknik SWL masih bersifat aman bagi pasien. Selain itu, semua terapi untuk pengobatan batu ginjal sebenarnya pasti memiliki risiko masing-masing.

Keunggulan Konsumsi Tempe

Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam tempe sangatlah tinggi. Tempe dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan asam amino, seperti tryptophan, threonin, isolusin, valin, dan histidin. Tempe juga mengandung vitamin B12 yang dihasilkan dari aktivitas mikroba dalam proses fermentasi.

Jika kita mengonsumsi tempe setiap hari, hal itu dapat memenuhi 62% protein yang dibutuhkan oleh tubuh, 35% riboflavin, 34% magnesium, 108% mangan, dan 46% tembaga. Selain itu, tempe hanya mengandung 3,7 gram lemak jenuh dan kurang dari 329 kilo kalori.

Kandungan nilai gizi tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai biasa. Kandungan asam amino bebasnya lebih tinggi 24 kali lipat. Nilai serat, vitamin B kompleks, efisiensi protein, dan nilai asam lemak bebasnya juga lebih baik. Itulah yang menyebabkan tempe berperan sebagai sumber protein sempurna bagi penderita diabetes. Kandungan tinggi seratnya berfungsi mengendalikan kadar gula darah dan mencegah diare pada anak kecil.

Kadar zat besinya yang tinggi, yaitu 4 mg/100 gram, menyebabkan tempe dapat mengatasi masalah anemia. Proses fermentasi dalam pembuatan tempe akan mengaktifkan enzim fitase sehingga dapat meningkatkan adsorpsi besi di dalam darah.

Keunggulan yang dikandung dalam tempe adalah sebagai berikut:

* Sumber antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker.
* Sumber antibiotik, zat antibakteri yang memperkecil peluang infeksi.
* Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
* Sumber vitamin B.
* Mengandung vitamin B12. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak dijumpai pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
* Mengandung delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh.
* Mengandung serat tinggi.
* Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
* Pengolahan kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yang memicu timbulnya gejala flatulensi.

Konsumsi Serat Kurangi Risiko Diabetes

Jenis serat yang ditemukan dalam biji-bijian dan beberapa tumbuhan, disebut juga sebagai insoluble fiber, dapat membantu mencegah terjadinya diabetes dengan cara meningkatkan kerja hormon insulin dalam mengatur gula darah di dalam tubuh. Pernyataan tersebut dikemukakan dalam jurnal Diabetes Care, yang menambahkan bukti bahwa memang terdapat hubungan antara konsumsi serat (seperti sereal) terhadap rendahnya risiko diabetes.

Banyak pasien (khususnya yang menderita diabetes tipe 2) terbantu atau berkurang risikonya dengan mengonsumsi serat yang tidak larut. Sebenarnya ada dua macam serat, yaitu serat larut dan juga serat tidak larut. Serat larut bersifat larut dalam air dan membentuk suatu materi seperti gel, yang diyakini dapat menurunkan kolesterol dan gula darah. Makanan seperti oatmeal dan biji-bijian (kacang, apel, beri, dan buah lainnya) sangat tinggi kandungan serat larutnya. Sedangkan serat tidak larut bersifat tidak larut dalam air dan dapat melewati sistem pencernaan secara keseluruhan. Namun, hal tersebut belum diketahui dengan jelas. Pada beberapa penelitian, pola makan dengan kandungan serat tidak larut yang tinggi berhubungan dengan rendahnya risiko diabetes.

Untuk mengujinya, dilakukan penelitian yang melibatkan 17 wanita dengan berat badan berlebih dan selama 3 hari melakukan diet dengan mengonsumsi roti yang diperkaya dengan serat tak larut dan 3 hari lainnya juga mengonsumi roti yang sama, namun rendah serat. Setelah beberapa hari mengonsumsi roti yang kaya akan serat, pengaturan sensitivitas insulin pada para wanita tersebut semakin membaik.

Serat dari sumber yang alami dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan yang berasal dari bahan-bahan nabati. Namun, saat ini kebanyakan orang lebih menginginkan segala sesuatunya bersifat efektif dan efisien, sehingga mereka cenderung mengonsumsi serat dalam bentuk suplemen (20-35 gram serat/hari) sebagai pilihan kedua.

Pengganti Makan Bagi Penyandang Diabetes Melitus

Anjuran makan untuk penyandang diabetes hampir sama dengan anjuran makan orang sehat yaitu makanan seimbang, sesuai dengan kebutuhan gizi. Bedanya pada penyandang diabetes: ditekankan pada perlunya makan teratur dalam hal jenis dan jumlah makanan serta waktu makan.

Bagaimana cara makan yang teratur
Untuk itu perlu diketahui:

* Kebutuhan energi/kalori sehari anda
* Kebutuhan bahan makanan sehari anda
* Daftar bahan makanan penukar dan cara penggunaannya
Dietisien akan membantu anda dalam hal tersebut di atas.

Kendala makan teratur

Kadang-kadang dikeluhkan bahwa makan teratur sulit dilakukan pada keadaan tertentu seperti pada saat:

* Sibuk, tidak sempat keluar makan
* Dalam perjalanan, dimana sukar mencari rumah makan
* Dalam keadaan sakit seperti flu, sakit tenggorokan dimana nafsu makan menurun

Keadaan di atas dapat mengakibatkan terlambat makan. Terlambat makan pada penyandang diabetes dapat mengakibatkan hipoglikemia (glukosa darah terlalu rendah) yang dapat berbahaya. Hipoglikemia terutama terjadi pada seseorang yang telah minum obat penurun glukosa darah atau menggunakan insulin dan makan tidak teratur.

Bagaimana mengatasi kendala makan teratur
Penyandang diabetes yang tidak bisa makan makanan seimbang biasa karena suatu sebab seperti sibuk, tidak tersedianya makanan biasa atau karena sakit, tidak tersedianya makanan biasa atau karena sakit, dapat menggantikan makanan mereka dengan pengganti makan (meal replacement).

Apakah itu "pengganti makan" (Meal Replacement)
Pengganti makan adalah makanan cair yang susunan zat gizinya dibuat seperti makanan seimbang untuk diabetes, contohnya: Diabetasol.

Bagaimana pengggunaan "Pengganti Makan"
Anda dapat menggantikan makan pagi, makan siang atau malam seperti daftar terlampir pada saat tidak bisa makan makanan seimbang biasa karena tidak ada nafsu makan atau tidak tersedianya makanan biasa.
 
Tahap-tahap latihan fisik bagi Diabetesi

Tahap-tahap dalam melakukan latihan fisik:

1. Peregangan (stretching). Latihan ini bertujuan untuk mencegah cedera otot. Lakukan gerakan peregangan pada semua otot tubuh selama lebih kurang 5 menit.
2. Pemanasan (warming up). Pemanasan sebaiknya dilakukan dalam gerakan lambat selama lima sampai 10 menit sehingga kecepatan jantung Anda meningkat secara bertahap.
3. Latihan inti dengan kecepatan penuh (full speed). Lakukan gerakan olahraga dengan irama lebih cepat selama 20-30 menit. Ini bertujuan untuk meningkatkan kerja jantung dan paru Anda.
4. Pendinginan (cooling down). Lakukan kembali gerakan pendinginan dalam tempo lambat selama lima sampai 10 menit. Regangkan semua otot-otot untuk mencegah nyeri atau cedera.

Tips berolahraga yang aman

* Jangan melakukan olahraga jika kadar gula darah di atas 250. Olahraga atau latihan fisik justru membuat kadar gula darah tersebut semakin meningkat.
* Makan 1-2 jam sebelum berolahraga.
* Bawa selalu tablet glukosa atau makanan cemilan (snack) bila hendak berolahraga. Makanlah tablet atau cemilan tersebut jika Anda mulai mengalami gejala-gejala akibat kadar gula darah terlalu rendah.
* Kenakan sepatu olahraga yang tepat. Periksa ada tidaknya luka atau lepuhan pada kaki Anda setiap sebelum dan sehabis berolahraga.
* Lakukan olahraga bersama dengan orang lain (jangan sendirian agar mereka dapat memberi pertolongan seandainya terjadi sesuatu terhadap diri Anda!).
* Minum banyak air sebelum dan sesudah berolahraga.

Muntah dan Diare pada Penderita Diabetes

Apabila terdapat demam, muntah atau diare, maka tubuh akan kehilangan banyak cairan dan menjadi dehidrasi. Cairan dan makanan bergaram dikonsumsi lebih sering untuk menggantikan elektrolit (ion-ion tubuh) yang hilang. Sup dan kaldu membantu menggantikan natrium dan kalium yang hilang karena muntah dan diare. Bila muntah usahakan meneguk 1/2 gelas sup setiap jam.

Bila Nafsu makan sudah membaik:

* Asupan karbohidrat paling sedikit 45 g setiap 3-4 jam
* Hindari makanan berbumbu

Contoh Menu Makanan Cair / Lunak (45 g Karbohidrat)
Makanan Jumlah Karbohidrat (g)
Toast (roti panggang) 1 lembar 15
Oatmeal (matang) 1/2 gelas 15
Juice apel 1/2 gelas 15
Sup mie ayam 1/2 gelas 15
Krekers 2 buah 15
Teh Manis 1 gelas 15
Bubur 1 gelas 20
Telur 1 butir -
Teh Manis 2 sdm 25

Prinsip Diet bagi Diabetisi

Diet
Makanan yang dianjurkan untuk diabetisi (individu dengan diabetes) sebaiknya mengandung zat gizi dengan komposisi: karbohidrat 55-75% (dari jumlah total kebutuhan kalori), protein 10-20%, lemak 20-30%.

Prinsip Diet bagi Diabetisi

1. Konsumsi karbohidrat kompleks, antara lain: nasi, kentang, pasta (makaroni, sphageti, dll), mie, bihun, roti, sereal, kacang polong, sayuran, kacang merah.
2. Makan makanan berserat tinggi, misalnya: roti berserat kasar, kacang polong, kacang merah, sayuran, buah segar.
3. Kurangi makan makanan yang banyak mengandung lemak (mentega/margarin, minyak, krim, keju, bacon, sosis, ham, es krim, kue atau roti bercita rasa manis).

Prinsip pembagian porsi makanan sehari-hari
Diusahakan porsi tersebar sepanjang hari dengan jadwal 3 kali makan utama dan 3 kali selingan.

Hidup Bersama 'Si Manis'
Terkena penyakit Diabetes Melitus memang merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Anda. Tetapi ini bukan berarti Anda tidak dapat lagi menikmati hidup. Yang penting, kendalikan kadar gula darah Anda dengan menjalani perilaku hidup sehat, misalnya: makan makanan bergizi seimbang dan tepat. Niscaya Anda akan merasa lebih sehat dan bahagia!

Olahraga dan Diabetes Melitus

Apakah Diabetes Perlu Dikontrol?
Ya, karena diabetes menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan untuk mengolah makanan menjadi energi, sehingga Anda merasa lemas dan cepat lelah. Jika tidak dikontrol dengan baik, diabetes dapat menimbulkan komplikasi seperti kesemutan dan baal pada tungkai atau bagian tubuh lainnya, katarak, gagal ginjal, stroke, atau serangan jantung.

Yuk, Gerak Badan
Salah satu cara untuk mengendalikan kadar gula darah yaitu berolahraga.

Tetapi sebelumnya, Anda perlu berkonsultasi dahulu ke dokter untuk menanyakan perlu tidaknya mengecek glukosa darah sebelum dan sesudah olahraga.

Manfaat Olahraga bagi Diabetisi

* Mengendalikan kadar glukosa darah
* Menurunkan kelebihan berat badan (mencegah kegemukan)
* Membantu mengurangi stres
* Memperkuat otot dan jantung
* Meningkatkan kadar kolesterol 'baik' (HDL)
* Membantu menurunkan tekanan darah

Apa saja olahraga yang boleh dilakukan?
Diabetisi sebaiknya memilih jenis olahraga atau latihan fisik ringan, seperti:

* Jalan kaki
* Berenang
* Bersepeda santai
* Jogging

Diabetes Melitus: Pedoman Perencanaan Menu

Sekilas mengenai Diabetes Melitus
Diabetes Melitus atau istilah awamnya "Penyakit Kencing Manis" adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak mampu mengubah gula (glukosa) yang didapat dari makanan menjadi energi. Hal ini disebabkan karena tubuh mengalami kekurangan produksi insulin (hormon yang mengendalikan kadar glukosa darah) atau penurunan kepekaan terhadap insulin. Akibatnya, kadar glukosa di dalam darah meningkat melebihi normal. Tingginya kadar glukosa darah ini dapat menimbulkan kerusakan berat pada mata, ginjal, jantung, saraf dan pembuluh darah.

Pengelolaan Diabetes Melitus
Agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berakibat fatal, kadar glukosa darah harus dikendalikan dengan:

* Diet
* Olahraga
* Obat (bila perlu)

Menentukan status gizi Diabetisi
Indeks Massa Tubuh (IMT) = BB (kg) : TB (m)2

1. BB kurang : IMT < 18,5
2. BB normal : IMT 18,5 - 22,9
3. BB lebih: IMT>/ 23
* Dengan risiko: 23 - 24,9
* Obesitas derajat I : 25 - 29,9
* Obesitas derajat II: >/ 30

Jumlah Kebutuhan Kalori:
* Kalori basal:
Pria: BB ideal (kg) x 30 kalori/kg =...
Wanita: BB ideal (kg) x 25 kalori/kg = ...
* Koreksi:
BB kurang: + 20% x kalori basal = + ...kalori
BB lebih : - 10% x kalori basal = - ...kalori
BB gemuk : - 20% x kalori basal = - ...kalori

Total kebutuhan energi (kalori) = kalori basal + koreksi
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.