yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah, Selasa 3 Agustus 2013, mengatakan bahwa inflasi tersebut lebih rendah dari perkiraan Survei Pemantauan Harga (SPH) bunk Indonesia. "Diperkirakan, laju inflasi akan mulai kembali pada pola normalnya mulai September ini," ujar dia dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, tekanan inflasi yang mereda tersebut karena dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang sebagian besar sudah terealisasi di Juli dan adanya koreksi harga usai Idul Fitri.
Sementara itu, pemicu inflasi Agustus, terutama karena tekanan dari beberapa harga komoditas hortikultura dan berlanjutnya tekanan harga di bawang merah dan daging sapi sehingga menyebabkan inflasi volatile food masih cukup tinggi yakni mencapai 1,82 persen (mtm) atau 16,53% persen (yoy).
Sedangkan inflasi kelompok administered prices mencapai 0,62 persen (mtm) atau 15,40 persen (yoy), yang didorong kenaikan tarif angkutan selama periode Lebaran dan kenaikan tarif listrik. Sementara itu, inflasi inti mencapai 1,01 persen (mtm) atau 4,48 persen (yoy).
Sebelumnya, bunk Indonesia memperkirakan inflasi tahunan pada 2013 masih tinggi dari perkiraan awal sebesar 9,2 persen. BI memprediksi inflasi 2013 mencapai 9,8 persen.
Sedangkan Badan Pusat Statistik optimistis bahwa inflasi hingga akhir tahun ini bisa di bawah 9 persen.