yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Badan Pusat Statistik melaporkan, inflasi untuk bulan Juni 2012 sebesar 0,62 persen. Demikian Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (2/7/2012).
Ia menyebutkan, inflasi untuk tahun kalender per Juni adalah 1,79 persen. Sedangkan inflasi year on year 4,53 persen. Inflasi untuk komponen inti Juni 2012 adalah 0,34 persen. "Inflasi inti year on year 4,15 persen," sambung Suryamin.
"Inflasi inti masih dibawah inflasi umum ini menunjukkan gambaran yang bagus," tegas dia.
Dari 66 kota IHK, ia menyebutkan seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon dengan 2,39 persen dan Manokwari dengan 2,05 persen. Inflasi terendah di Bima sebesar 0,04 persen.
Andil inflasi tertinggi dari bahan makan an dengan 0,39 persen, dengan laju inflasi sebesar 1,57 persen. "Inflasi year on year tertinggi bahan makan an 7,19 persen," sebutnya.
Suryamin pun menyebutkan, penyebab utama inflasi adalah cabai merah. Ini karena kurangnya pasokan dari sentra produksi. "Terjadi kenaikan harga tertinggi terjadi di Padang dengan 101 persen," tuturnya.
Pendorong inflasi lainnya adalah bawang putih, ayam ras, ikan segar, gula pasir, kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram, hingga harga emas.
Sementara itu penghambat inflasi, di antaranya adalah minyak goreng dan penurunan harga pertamax dan pertamax plus. "Penghambat inflasi yaitu minyak goreng. Ini karena menurunnya harga CPO di pasar internasonal," pungkas dia.
Ia menyebutkan, inflasi untuk tahun kalender per Juni adalah 1,79 persen. Sedangkan inflasi year on year 4,53 persen. Inflasi untuk komponen inti Juni 2012 adalah 0,34 persen. "Inflasi inti year on year 4,15 persen," sambung Suryamin.
"Inflasi inti masih dibawah inflasi umum ini menunjukkan gambaran yang bagus," tegas dia.
Dari 66 kota IHK, ia menyebutkan seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon dengan 2,39 persen dan Manokwari dengan 2,05 persen. Inflasi terendah di Bima sebesar 0,04 persen.
Andil inflasi tertinggi dari bahan makan an dengan 0,39 persen, dengan laju inflasi sebesar 1,57 persen. "Inflasi year on year tertinggi bahan makan an 7,19 persen," sebutnya.
Suryamin pun menyebutkan, penyebab utama inflasi adalah cabai merah. Ini karena kurangnya pasokan dari sentra produksi. "Terjadi kenaikan harga tertinggi terjadi di Padang dengan 101 persen," tuturnya.
Pendorong inflasi lainnya adalah bawang putih, ayam ras, ikan segar, gula pasir, kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram, hingga harga emas.
Sementara itu penghambat inflasi, di antaranya adalah minyak goreng dan penurunan harga pertamax dan pertamax plus. "Penghambat inflasi yaitu minyak goreng. Ini karena menurunnya harga CPO di pasar internasonal," pungkas dia.