yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kepala Biro Riset Kebijakan Ekonomi dan Moneter bunk Indonesia Juda Agung menilai inflasi Februari 2013 sebesar 0,75 persen masih sesuai dengan target BI sebelumnya. Kenaikan inflasi itu dianggap masih wajar.
"Inflasi Februari itu masih sesuai dengan prediksi kita. Bila Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 0,75 persen. Kami memprediksi sebelumnya 0,72 persen," kata Juda di kantor BI, Jakarta, Jumat (1/3/2013).
Meskipun inflasi Februari ini sedikit di atas target bunk sentral, Juda menilai inflasi ini hanya sementara (temporer). Kenaikan inflasi ini disebabkan karena beberapa komoditas produk terganggu akibat distribusi pasokan dan masalah banjir.
Di sisi lain, ada kebijakan pembatasan impor hortikultura yang ternyata juga menyebabkan kenaikan harga di produk-produk yang dibatasi tersebut. Namun Juda menilai inflasi Februari yang tinggi ini tidak akan berimbas ke bulan selanjutnya.
"Untuk produk-produk hortikultura ini bebannya hanya 1,4 persen ke inflasi. Ini tidak terlalu besar. Tapi itu akan memberi tekanan di volatile food. Saya kira ini temporer yang volatile food," tambahnya.
Seperti diberitakan, BPS mencatat inflasi Februari 0,75 persen, inflasi tahun kalender 1,79 persen, inflasi tahunan 5,31 persen, inflasi inti 0,3 persen dan inflasi inti tahunan 4,29 persen.