yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
bunk Indonesia mengungkapkan tingkat inflasi di daerah-daerah sudah mengalami peningkatan pada triwulan II 2012. Kenaikan ini disebabkan adanya tekanan dari fluktuasi harga makanan di beberapa daerah.
"Pada akhir triwulan dua 2012, tekanan beberapa komoditas volatile foods memicu kenaikan inflasi di sebagian besar daerah, terutama terjadi di Sumatera dan kawasan timur Indonesia (KTI)," kata Direktur Hubungan Masyarakat BI, Difi A. Johansyah, di Gedung bunk Indonesia, Jakarta Selasa, 24 Juli 2012.
Difi menjelaskan, fluktuasi inflasi dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah turunnya produksi gandum, kedelai dan jagung yang selama ini diimpor dari Amerika Serikat (AS).
"Amerika sebagai salah satu negara penghasil gandum sedang mengalami musim paceklik, di sana juga lagi musim panas sekarang," ujarnya
Difi menambahkan, jika dilihat dari bobot inflasi, kawasan Sumatera dan KTI masing-masing menyumbang 19,30 persen, KTI 16,47 persen, dan sementara bobot terbesar masih berada di kawasan Jawa dan DKI, sebesar 41,74 persen dan 22,49 persen.
"Jawa memang paling tinggi karena di rumah tangganya padat, dan penduduk Indonesia paling banyak di Jawa, beda dengan Kalimantan yang daerahnya luas tapi penduduknya tidak terlalu besar," tambahnya
Menurut Difi, untuk memenuhi kebutuhan gandum, Indonesia masih bisa mengimpor dari beberapa negara lain seperti Belgia, Turki, Australia dan Sri Lanka.