Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
TAGAR TANDINGAN #Indonesia_Terserah
Sumber
Hai Agan Sista, ketemu lagi dengan treadh ane. Iyah kali ini ane akan membahas tentang tagar tandingan. Yang mana sebelumnya sudah merebaknya tagar #Indonesia_Terserah. Maka akhir-akhir ini ada tagar tandingan yg menyerukan #Indonesia_Jangan_Terserah.
Sumber
Hai Agan Sista, ketemu lagi dengan treadh ane. Iyah kali ini ane akan membahas tentang tagar tandingan. Yang mana sebelumnya sudah merebaknya tagar #Indonesia_Terserah. Maka akhir-akhir ini ada tagar tandingan yg menyerukan #Indonesia_Jangan_Terserah.
Dalam suatu media sumber berita, seorang musisi yg tak asing namanya, Iwan Fals menyangkal adanya tagar #Indonesia_Terserah. Beliau sepenuhnya mendukung usaha dokter dalam menanggulangi wabah COVID-19. Beliau sangat mensuport & berharap kalau para tenaga medis jangan menyerah dengan keadaan rakyat Indonesia yg malah semakin membandel dipenghujung puasa Ramadhan tahun ini. Sebab kebiasaan berbelanja baju menjelang lebaran, peringatan akan adanya PSBB pun tidak dihiraukan.
Dokpri
Ini kejadian nyata di tempat ane Gan/Sist. Di kota kecil ane ada toko baju/pakaian, namanya Toko "Distro Serba 35.000". Ini toko juga baru buka tahun ini & dibulan ramadhan tahun ini Gan/Sist. Kejadiannya, sebab toko ini nampak murah "Distro Serba 35.000", beberapa waktu lalu pengunjung toko sempat membludak berdesakan untuk membeli macam sandang yg ada di toko tersebut. Bahkan para pengunjung hingga mengantri di luar toko untuk masuk.
Hingga beberapa waktu kemudian, Satpol PP pun datang beserta petugas medis & bertindak langsung untuk menertibkan kerumunan di toko tersebut.
Begitulah kejadiannya Gan/Sist. Bagi ane cukup mengerikan, kita tidak tau siapa saja yg sehat & yg tidak sehat, ketika berkerumun di tempat seperti itu Gan/Sist.
Dari hasil penelusuran ane di toko tersebut. Toko tersebut pemiliknya orang Padang, salah satu karyawan memanggilnya Uda Son (Bapak Alfa Edison).
Sayangnya, ane tidak dapat keterangan lebih banyak lagi. Sebab tangan kanan pemilik toko tersebut menolak untuk diwawancarai atas kejadian tersebut.
Kemudian ane pun mencari keterangan dari orang sekitar toko tersebut. Tidak sengaja saya temukan toko baju, yg tidak ramai pengunjungnya. Saya pun berkenalan dengan tukang parkir di area toko baju tersebut, yg keberadaan tokonya tidak jauh dari "Toko Distro Serba 35.000.
Dokpri
Menurut keterangan Bapak Sholihin (48), beliau sudah menjalani profesinya sebagai juru parkir semenjak tahun 99. Jadi, beliau sangat paham toko mana saja yg baru ada keberadaannya & toko mana saja yg sudah lama keberadaannya.
Dokpri
Untuk Toko Distro Serba 35.000, ternyata baru ada keberadaannya beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan tahun ini Gan/Sist.
Penertiban yg terjadi di toko tersebut beberapa waktu lalu, tepatnya jam 15-16 sore. Terdapat empat karyawati yg dibawa oleh petugas penertiban (SatPol PP). Namun, tidak positif COVID-19.
Bahkan, bapak Sholihin sendiri ikut diperiksa saat kejadian tersebut. Beliau sempat akan dibawa oleh petugas medis saat penertiban berlangsung, sebab suhu tubuh beliau yg tidak normal, mencapai 38C.
Namun, alhamdulillah beliau tidak jadi dibawa petugas. Memang kondisi beliau sedang tidak baik, luka berdarah di siku tangan kiri beliau ternyata jadi penyebab suhu tubuh beliau tidak normal. Itulah keterangan yg saya dapat dari Bapak Sholihin (juru parkir).
Ane rasa, menjelang lebaran tahun ini, yg mana kebiasaan kita berbelanja sandang/pakaian baru, supaya nampak rapih saat silahturahmi, berkunjung ke rumah sesama saudara, halal bihalal, inilah yg jadi salah satu peyebab semakin meningkatnya jumlah orang yg positif virus COVID-19. PSBB pun dihiraukan, cuma demi baju lebaran baru.
Dokpri
Ya asa ane pribadi, petugas medis seluruh Indonesia jangan terserah & jangan menyerah. Kebiasaan budaya kita saat mengahadapi suasana lebaran jadi hal lumrah, seperti : mudik, berburu diskon, mencari toko sandang/pakaian murah. Intinya mencari keuntungan lebih. Apalagi di tengah pandemi wabah COVID-19 ini, rasa was-was dalam hati pasti ada, sisi lain bagi kalangan menengah ke bawah tetap harus berusaha mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Sekian treadh dari ane. Ane tutup dengan bacaan "Alhamdulillah". Semoga pandemi segera berakhir, & masyarakat dapat beraktiftas seperti sedia kala.
Dihari yg fitri ini semoga kita jadi pribadi yg lebih baik.
"Minal aidzin wal faidzin. Taqabalallaahu minawamin kum wa taqabal yaa kariimm."
Dari hati yg terdalam, ane minta maaf lahir & bathin atas segala khilaf dalam tulisan yg ane hinggakan. Baik sengaja atau pun tidak sengaja.
Terimakasih sudah menyimak.
Ahad, 24 Mei 2020
"Minal aidzin wal faidzin. Taqabalallaahu minawamin kum wa taqabal yaa kariimm."
Dari hati yg terdalam, ane minta maaf lahir & bathin atas segala khilaf dalam tulisan yg ane hinggakan. Baik sengaja atau pun tidak sengaja.
Terimakasih sudah menyimak.
Ahad, 24 Mei 2020
Sumber :
-Kompas.com
-Liputan6.com
-Opini Pribadi /Dokpri Hari ini 13:02