• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Indonesia Sudah Jadi Negara Raksasa Ekonomi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
DEPOK - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengklaim Indonesia sudah menjadi negara hebat sebagai raksasa ekonomi di ASEAN. Hal itu terbukti dari 11 negara ASEAN, yang 51 persen kekuatan dikuasai oleh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dahlan di hadapan civitas akademika Universitas Indonesia (UI) dalam peresmian Fakultas Farmasi di Balairung, Kampus UI, Depok. Meski begitu, Dahlan mengungkapkan, masih banyak sektor yang harus dibenahi untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih hebat.

"Iya memang betul dari 11 negara ASEAN, 51 persen ekonominya sudah dipegang Indonesia, kita sudah menjadi negara raksasa ekonomi, apalagi kalau kita bisa selesaikan masalah satu per satu, pasti lebih maju," paparnya dalam sambutannya, Sabtu (12/5/2012).

Salah satu kelemahan itu, kata Dahlan, yakni di sektor perdagangan. Dia berkomitmen akan membenahi itu dalam dua tahun ini.

"Tetapi memang masih harus ada yang dibenahi untuk bisa lebih hebat, yaitu di bidang perdagangan, kita masih lemah, karena di bidang perdagangan sebagai penguasa ekonomi ASEAN seharusnya perdagangan kita kan juga harus nomor 1, itu belum, kita masih nomor 4," tegasnya.

Hal itulah yang membuat Indonesia harus lebih bekerja keras. Dahlan mencontohkan perdagangan Indonesia masih tertinggal dengan Tiongkok, Jepang, dan Australia.

"Kita masih harus berjuang, perdagangan kita dengan Tiongkok kita kalah di nomor 4, perdagangan kita dengan Jepang di nomor 4, dengan Australia masih nomor 4, Selandia Baru, itu enggak boleh," imbuhnya.

Dahlan menambahkan BUMN harus bisa mengubah hal itu. "Misalnya pelabuhan-pelabuhan kita harus dibikin kapal-kapal besar semuanya harus masuk Indonesia, jangan kapal-kapal besar tak masuk Indonesia karena pelabuhannya enggak memenuhi syarat,” tandasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.