• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Indonesia, Negeri Maritim Tak Punya Museum Maritim

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Senin, 3 November 2008 | 21:51 WIB

070849p.jpg


JOMBANG, SENIN - Dari puluhan museum di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah, hanya museum maritim yang belum dipunyai Indonesia. Padahal, Indonesia adalah negara maritim. Kenyataan itu diungkapkan Direktur Arkeologi Bawah Air Direktorat Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Helmi, ketika berdialog dengan wartawan peserta press tour ke situs-situs Kerajaan Majapahit, Senin (3/11) di Jombang.

Surya Helmi mengungkapkan, penelitian dari China menyebutkan, sejak abad 10 sampai abad 20, diperkirakan ada 10.000 kapal China yang tidak kembali ke pelabuhan asal. Diduga, karena wilayah laut Indonesia menjadi kawasan lalu lintas yang ramai, maka kapal-kapal itu diduga tenggelam di Indonesia. Jika ditambah di masa kolonial Belanda dan Inggris, maka di perairan laut Indonesia diduga ada puluhan ribu kapal yang tenggelam, yang bukan tidak mungkin peninggalan kapal-kapal yang tenggelam itu menjadi benda cagar budaya yang bernilai tinggi.

Menurut Surya Helmi, Pemerintah Provinsi Bangka-Belitung sudah punya keinginan membangun museum maritim. "Ini program yang harus didukung bersama, dan ke depannya pembangunan museum maritim harus diperbanyak lagi," tandasnya.(NAL)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.