Constantine
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 64676
- Sejak
- 19 Feb 2009
- Pesan
- 6.946
- Nilai reaksi
- 320
- Poin
- 83
Jonathan Chang, UBS Invesment bunk Indonesia
Indonesia Lebih Tenang Sekarang
Pemilu tak pengaruhi sentimen investor asing
VIVAnews – Keberhasilan pemerintah menerbitkan global medium term notes (MTN) senilai US$ 3 miliar, pada saat dunia dilanda krisis finasial, menunjukkan bahwa investor asing tertanyata masih cukup percaya terhadap Indonesia.
Berikut wawancara VIVAnews dengan President Commissioner Chairman UBS Invesment bunk Indonesia Jonathan Chang di Jakarta, belum lama ini.
............................................................
Seberapa besar keyakinan UBS ketika pemerintah menunjuk sebagai penjamin emisi, sebab pasar finasial global sedang krisis?
Kami yakin sebab saat itu fundamental Indonesia masih cukup bagus. Terlihat, pertumbuhan domestik bruto (product domestic bruto/PDB) Indonesia termasuk yang paling tinggi dibanding negara-negara Asia atau pasar yang masih berkembang (emerging market). Keyakinan kami juga ditopang hasil survei terhadap para klien (calon pembeli). Setelah dipilih, kami melakukan non-deal roadshow.
Kalau Anda begitu yakin mengapa memakai sistem non-deal roadshow, tidak running book building?
Begini…,itu pada prakteknya hampir samalah, cuma instrumennya yang berbeda. Kali ini tenor (jangka waktu jatuh tempo) surat utangnya jauh lebih pendek karena memang difokuskan sebagai short term medium notes.
Ketika roadshow apa saja yang investor tanyakan?
Bagaimana Indonesia bisa bertahan di saat krisis, bagaimana prospek ke depan Indonesia. Mereka juga fokus bagaimana pemerintah memberikan insentif sehingga PDB bisa mencapai sesuai target. Di sini, peran Menteri Keuangan penting untuk memberi jaminan maupun pandangan bahwa Indonesia bisa bertahan dalam kondisi krisis seperti saat ini.
..............................................................................
Kepercayaan terhadap Indonesia masih tinggi, dan mereka melihat bahwa ke depan Indonesia akan sangat positif.
Dan yang lebih menarik, Pemilu tidak menjadi salah satu masalah potensial buat mereka. Mereka tahu Indonesia tahun ini mengadakan Pemilu. Mereka yakin akan berjalan sesuai aturan. Proses demokrasi di Indonesia dipercaya sudah berjalan dengan baik. Biasanya, politik menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam berinvestasi.
...................................................................................................
Bunga global MTN Indonesia lebih tinggi (mahal) ?
Dibanding Brasil kita lebih rendah, tapi dengan Filipina kita lebih tinggi satu sampai dua persen bedanya. Mungkin Filipina adalah salah satu yang exceptional. Karena permintaan lokal mereka tinggi sekali dan memiliki likuiditas dolar sangat besar. Filipina adalah negara yang banyak sekali pekerja-pekerjanya bekerja di luar negeri. Jadi likuiditas dolarnya cukup besar, itu bedanya.
Mereka tidak terlalu sensitif, dalam arti kata penetapan harganya (pricing). Sedangkan Indonesia, likuiditas lokalnya tidak sebesar negara itu. Jadi, pricing akan selalu menjadi sangat sensitif karena mereka akan membandingkan negara sejenis yang mempunyai peringkat yang sama, berapa mereka menawarkan harga global bond US$-nya.
........................................................................................
Kalau secara bersamaan, Singapura menerbitkan global bond, laku atau tidak?
Kalau dengan keadaan sekarang, mestinya lebih laku Indonesia karena fundamentalnya jauh lebih baik daripada Singapura yang tergantung pada produk ekspor dan mereka tidak mempunyai sumber daya alam.
Meski country rating (peringkat) mereka lebih bagus dari Indonesia?
Ya. Memang mungkin bunga yang mereka berikan (interest yield) jauh lebih rendah, karena mereka boleh dibilang on the top of investment grade. Tapi premium (harga) yang harus mereka bayar akan sangat besar sekali karena keadaan mereka sekarang sangat vulnerable.
Proyeksi UBS, kapan Indonesia pulih kapan?
Ini kali berbeda, karena yang menjadi sumber krisis bukan Indonesia tapi Amerika yang akhirnya mempengaruhi banyak negara-negara lainnya seperti Eropa. Kendalanya bagi Indonesia adalah seberapa jauh negara tersebut bisa pulih dari krisis. Karena kita tidak mengalami krisis tapi hanya terkena dampak dari krisis tersebut.
Memang akan menimbulkan suatu kontraksi terhadap perekonomian Indonesia, karena pasti investor asing akan terpengaruh, ekspor dan harga komoditas juga akan terpengaruh, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi keadaan fundamental Indonesia.
Yang mesti dijaga adalah bagaimana kita tidak mengalami kontraksi sebesar negara-negara lainnya. Jangan sampai terjadi pertumbuhan PDB kita nol atau sangat rendah satu sampai dua persen, atau mungkin minus.
Prediksi UBS sendiri berapa?
Sangat konservatif, harusnya di atas tiga sampai empat persen, dengan catatan di luar sana (global) tidak mengalami krisis kedua kalinya. Kita kan tidak bisa menonjol sendiri juga, di saat negara-negara yang lain sedang susah.
Kesuksesan penerbitan obligasi ini membantu memperbaiki persepsi investor?
Saya rasa begini, ada dua hal yang sangat positif. Pertama, ternyata kepercayaan kepada Indonesia masih sangat tinggi. Kedua, keyakinan terhadap situasi politik Indonesia juga masih tinggi.
..........................................................................
Selain masalah persepsi, faktor apalagi?
Stabilitas kurs rupiah. Dalam situasi seperti ini, ketika utang swasta ramai-ramai jatuh tempo, kurs sangat dominan pengaruhnya. Kalau rupiah sampai terus melemah maka utang dolar mereka akan membengkak, ini yang harus benar-benar dijaga.
.................................................................................
Anda pernah mengalami krisis dua kali, tahun 1998 dan sekarang ini, kira-kira lebih parah mana?
Buat Indonesia, pastinya tahun 1998 itu jauh lebih parah karena kita adalah pusat dari krisis itu sendiri. Kualitas perusahaan-perusahaan kita waktu itu sangat buruk sekali. Tapi kalau sekarang, fundamental Indonesia masih bagus, tapi masalahnya pasar globalnya yang sedang parah.
Untuk ukuran negara, Indonesia memang lebih tenang sekarang. Karena kalau Anda di lihat, sektor perbankan masih solid, karena mereka sudah mempunyai pembelajaran yang sangat mahal pada saat krisis 1998-1999, sehingga hampir semua bunk kini dikelola secara profesional. Jadi, masalah di Indonesia tidak sebesar masalah yang dihadapi negara-negara lainnya.
Yang juga penting, nilai uang sekarang makin turun karena hampir semua negara kini mencetak uang besar-besaran. Coba saja Anda lihat, kenapa harga emas naik, karena investor merasa memegang sesuatu yang bernilai tinggi.
Nah kalau nilai uang makin turun (karena makin banyak) maka nanti negara-negara negara yang punya aset natural resource, sektor pertambangan maupun maupun komoditas lain, yang akan menikmati upside-nya. Indonesia punya itu. Sekarang memang belum kelihatan, tapi nanti pasti akan terjadi.
Tapi kalau ukurannya sebagai perusahaan investasi, saat ini lebih parah…hahaha. Semua klien-klien di seluruh dunia sedang terkena krisis.
Menurut Anda, kapan pasar saham Indonesia akan mulai pulih?
Bagusnya pasar saham, selalu memperhitungkan enam sampai sembilan bulan kedepan. Saya rasa, kalau benar apa yang diprediksikan pemulihan bisa terjadi pada 2010, mestinya pasar saham kita sudah bisa memberikan sinyal-sinyal yang positif. Bahwa resesi sudah terjadi, itu sudah jelas. Tapi seberapa cepat, pemulihannya?
Kalau orang bisa melihat, pemulihan bisa terjadi pada semester pertama 2010, harusnya ada beberapa indikator yang sudah menunjukkan tren positif itu pada semester kedua dari krisis. Kalau itu benar-benar terjadi, saya akan lihat bahwa pasar saham akan mulai positif lagi, karena mereka akan mengantisipasi sebulan sebelum kejadian sebenarnya.
Kalau krisis global?
Kalau menurut saya pribadi belum berakhir. Krisis di Amerika belum mencapai bottom-nya. Pertanyaan berikutnya apakah negara-negara besar di Asia seperti China dan India akan terpengaruh?
Ini sangat penting sekali bagi Indonesia. Sebab, sebetulnya kita tidak terlalu tergantung AS maupun Eropa, tapi lebih tergantung terhadap Asia. Karena Indonesia sudah jelas merupakan salah satu satelit dari China dan India. Mungkin, kita punya ekspor ke mereka besar juga. Nah, kalau sampai mereka tumbang juga, dampaknya akan cukup besar buat Indonesia.
Sampai saat ini belum ada tanda-tanda?
Kalau saya lihat, China sangat proaktif sekali, di mana mereka sudah menyatakan sudah menyiapkan stimulus untuk menjaga pertumbuhan domestik bruto (GDP) mereka tidak turun di bawah delapan persen. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah India. Negara itu merupakan negara berpenduduk besar yang mengedepankan demokrasi, tidak bisa tergantung pemerintahnya saja. Kalau China lebih gampang, karena pemimpinnya yang menentukan semuanya.
Ya mudah-mudahan dengan kekuatan dan kekayaan mereka, bisa mencapai apa yang mereka inginkan, yaitu agar PDB mereka tidak sampai turun di bawah delapan persen, karena kalau itu terjadi dampaknya bagi mereka akan besar sekali.
diedit seperlunya dari sumber
Beneran nih Indonesia lebih tenang sekarang??



Indonesia Lebih Tenang Sekarang
Pemilu tak pengaruhi sentimen investor asing
VIVAnews – Keberhasilan pemerintah menerbitkan global medium term notes (MTN) senilai US$ 3 miliar, pada saat dunia dilanda krisis finasial, menunjukkan bahwa investor asing tertanyata masih cukup percaya terhadap Indonesia.
Berikut wawancara VIVAnews dengan President Commissioner Chairman UBS Invesment bunk Indonesia Jonathan Chang di Jakarta, belum lama ini.
............................................................
Seberapa besar keyakinan UBS ketika pemerintah menunjuk sebagai penjamin emisi, sebab pasar finasial global sedang krisis?
Kami yakin sebab saat itu fundamental Indonesia masih cukup bagus. Terlihat, pertumbuhan domestik bruto (product domestic bruto/PDB) Indonesia termasuk yang paling tinggi dibanding negara-negara Asia atau pasar yang masih berkembang (emerging market). Keyakinan kami juga ditopang hasil survei terhadap para klien (calon pembeli). Setelah dipilih, kami melakukan non-deal roadshow.
Kalau Anda begitu yakin mengapa memakai sistem non-deal roadshow, tidak running book building?
Begini…,itu pada prakteknya hampir samalah, cuma instrumennya yang berbeda. Kali ini tenor (jangka waktu jatuh tempo) surat utangnya jauh lebih pendek karena memang difokuskan sebagai short term medium notes.
Ketika roadshow apa saja yang investor tanyakan?
Bagaimana Indonesia bisa bertahan di saat krisis, bagaimana prospek ke depan Indonesia. Mereka juga fokus bagaimana pemerintah memberikan insentif sehingga PDB bisa mencapai sesuai target. Di sini, peran Menteri Keuangan penting untuk memberi jaminan maupun pandangan bahwa Indonesia bisa bertahan dalam kondisi krisis seperti saat ini.
..............................................................................
Kepercayaan terhadap Indonesia masih tinggi, dan mereka melihat bahwa ke depan Indonesia akan sangat positif.
Dan yang lebih menarik, Pemilu tidak menjadi salah satu masalah potensial buat mereka. Mereka tahu Indonesia tahun ini mengadakan Pemilu. Mereka yakin akan berjalan sesuai aturan. Proses demokrasi di Indonesia dipercaya sudah berjalan dengan baik. Biasanya, politik menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam berinvestasi.
...................................................................................................
Bunga global MTN Indonesia lebih tinggi (mahal) ?
Dibanding Brasil kita lebih rendah, tapi dengan Filipina kita lebih tinggi satu sampai dua persen bedanya. Mungkin Filipina adalah salah satu yang exceptional. Karena permintaan lokal mereka tinggi sekali dan memiliki likuiditas dolar sangat besar. Filipina adalah negara yang banyak sekali pekerja-pekerjanya bekerja di luar negeri. Jadi likuiditas dolarnya cukup besar, itu bedanya.
Mereka tidak terlalu sensitif, dalam arti kata penetapan harganya (pricing). Sedangkan Indonesia, likuiditas lokalnya tidak sebesar negara itu. Jadi, pricing akan selalu menjadi sangat sensitif karena mereka akan membandingkan negara sejenis yang mempunyai peringkat yang sama, berapa mereka menawarkan harga global bond US$-nya.
........................................................................................
Kalau secara bersamaan, Singapura menerbitkan global bond, laku atau tidak?
Kalau dengan keadaan sekarang, mestinya lebih laku Indonesia karena fundamentalnya jauh lebih baik daripada Singapura yang tergantung pada produk ekspor dan mereka tidak mempunyai sumber daya alam.
Meski country rating (peringkat) mereka lebih bagus dari Indonesia?
Ya. Memang mungkin bunga yang mereka berikan (interest yield) jauh lebih rendah, karena mereka boleh dibilang on the top of investment grade. Tapi premium (harga) yang harus mereka bayar akan sangat besar sekali karena keadaan mereka sekarang sangat vulnerable.
Proyeksi UBS, kapan Indonesia pulih kapan?
Ini kali berbeda, karena yang menjadi sumber krisis bukan Indonesia tapi Amerika yang akhirnya mempengaruhi banyak negara-negara lainnya seperti Eropa. Kendalanya bagi Indonesia adalah seberapa jauh negara tersebut bisa pulih dari krisis. Karena kita tidak mengalami krisis tapi hanya terkena dampak dari krisis tersebut.
Memang akan menimbulkan suatu kontraksi terhadap perekonomian Indonesia, karena pasti investor asing akan terpengaruh, ekspor dan harga komoditas juga akan terpengaruh, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi keadaan fundamental Indonesia.
Yang mesti dijaga adalah bagaimana kita tidak mengalami kontraksi sebesar negara-negara lainnya. Jangan sampai terjadi pertumbuhan PDB kita nol atau sangat rendah satu sampai dua persen, atau mungkin minus.
Prediksi UBS sendiri berapa?
Sangat konservatif, harusnya di atas tiga sampai empat persen, dengan catatan di luar sana (global) tidak mengalami krisis kedua kalinya. Kita kan tidak bisa menonjol sendiri juga, di saat negara-negara yang lain sedang susah.
Kesuksesan penerbitan obligasi ini membantu memperbaiki persepsi investor?
Saya rasa begini, ada dua hal yang sangat positif. Pertama, ternyata kepercayaan kepada Indonesia masih sangat tinggi. Kedua, keyakinan terhadap situasi politik Indonesia juga masih tinggi.
..........................................................................
Selain masalah persepsi, faktor apalagi?
Stabilitas kurs rupiah. Dalam situasi seperti ini, ketika utang swasta ramai-ramai jatuh tempo, kurs sangat dominan pengaruhnya. Kalau rupiah sampai terus melemah maka utang dolar mereka akan membengkak, ini yang harus benar-benar dijaga.
.................................................................................
Anda pernah mengalami krisis dua kali, tahun 1998 dan sekarang ini, kira-kira lebih parah mana?
Buat Indonesia, pastinya tahun 1998 itu jauh lebih parah karena kita adalah pusat dari krisis itu sendiri. Kualitas perusahaan-perusahaan kita waktu itu sangat buruk sekali. Tapi kalau sekarang, fundamental Indonesia masih bagus, tapi masalahnya pasar globalnya yang sedang parah.
Untuk ukuran negara, Indonesia memang lebih tenang sekarang. Karena kalau Anda di lihat, sektor perbankan masih solid, karena mereka sudah mempunyai pembelajaran yang sangat mahal pada saat krisis 1998-1999, sehingga hampir semua bunk kini dikelola secara profesional. Jadi, masalah di Indonesia tidak sebesar masalah yang dihadapi negara-negara lainnya.
Yang juga penting, nilai uang sekarang makin turun karena hampir semua negara kini mencetak uang besar-besaran. Coba saja Anda lihat, kenapa harga emas naik, karena investor merasa memegang sesuatu yang bernilai tinggi.
Nah kalau nilai uang makin turun (karena makin banyak) maka nanti negara-negara negara yang punya aset natural resource, sektor pertambangan maupun maupun komoditas lain, yang akan menikmati upside-nya. Indonesia punya itu. Sekarang memang belum kelihatan, tapi nanti pasti akan terjadi.
Tapi kalau ukurannya sebagai perusahaan investasi, saat ini lebih parah…hahaha. Semua klien-klien di seluruh dunia sedang terkena krisis.
Menurut Anda, kapan pasar saham Indonesia akan mulai pulih?
Bagusnya pasar saham, selalu memperhitungkan enam sampai sembilan bulan kedepan. Saya rasa, kalau benar apa yang diprediksikan pemulihan bisa terjadi pada 2010, mestinya pasar saham kita sudah bisa memberikan sinyal-sinyal yang positif. Bahwa resesi sudah terjadi, itu sudah jelas. Tapi seberapa cepat, pemulihannya?
Kalau orang bisa melihat, pemulihan bisa terjadi pada semester pertama 2010, harusnya ada beberapa indikator yang sudah menunjukkan tren positif itu pada semester kedua dari krisis. Kalau itu benar-benar terjadi, saya akan lihat bahwa pasar saham akan mulai positif lagi, karena mereka akan mengantisipasi sebulan sebelum kejadian sebenarnya.
Kalau krisis global?
Kalau menurut saya pribadi belum berakhir. Krisis di Amerika belum mencapai bottom-nya. Pertanyaan berikutnya apakah negara-negara besar di Asia seperti China dan India akan terpengaruh?
Ini sangat penting sekali bagi Indonesia. Sebab, sebetulnya kita tidak terlalu tergantung AS maupun Eropa, tapi lebih tergantung terhadap Asia. Karena Indonesia sudah jelas merupakan salah satu satelit dari China dan India. Mungkin, kita punya ekspor ke mereka besar juga. Nah, kalau sampai mereka tumbang juga, dampaknya akan cukup besar buat Indonesia.
Sampai saat ini belum ada tanda-tanda?
Kalau saya lihat, China sangat proaktif sekali, di mana mereka sudah menyatakan sudah menyiapkan stimulus untuk menjaga pertumbuhan domestik bruto (GDP) mereka tidak turun di bawah delapan persen. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah India. Negara itu merupakan negara berpenduduk besar yang mengedepankan demokrasi, tidak bisa tergantung pemerintahnya saja. Kalau China lebih gampang, karena pemimpinnya yang menentukan semuanya.
Ya mudah-mudahan dengan kekuatan dan kekayaan mereka, bisa mencapai apa yang mereka inginkan, yaitu agar PDB mereka tidak sampai turun di bawah delapan persen, karena kalau itu terjadi dampaknya bagi mereka akan besar sekali.
diedit seperlunya dari sumber
Beneran nih Indonesia lebih tenang sekarang??



