yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
BUMN Akan "Jajah" Timor Leste
Menteri BUMN Dahlan Iskan akan menyuruh perusahaan BUMN untuk bisa ekspansi ke Timor Leste sehingga BUMN tidak hanya bisa jangok kandang. "Saya di sana akan melihat BUMN apa saja yang bisa ambil peluang bisnis di sini (Timor Leste)," kata Dahlan saat ditemui di Cafe Batavia, Jakarta, Rabu malam (2/1/2013).
Menurut Dahlan, BUMN seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT bunk mandilu Tbk (BMRI) sudah lebih dulu masuk ke negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia tersebut. Telkom sendiri sudah membentuk PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), sebuah anak usaha yang akan mengurus operator GSM di sana. Sementara bunk mandilu akan fokus menjual bisnis jasa perbankan, asuransi, hingga pembiayaan syariah di sana.
"BUMN perkebunan, pertambangan, atau infrastruktur bisa investasi besar-besaran di sana," katanya.
Di sisi lain, BUMN lain seperti penyaluran minyak dan gas serta listrik juga masih berpeluang tumbuh di Timor Leste. Sebab, sebagai negara berkembang, perlu sumber daya energi yang mumpuni. "Listrik paling potensial, lalu ada pelabuhan, perkebunan apakah sorgum bisa dijual di sana. Terus ada penyaluran BBM, Pertamina bisa menjual secara komersial ke sana," kata Dahlan.
Namun, menurut Dahlan, upaya untuk bisa ekspansi ke Timor Leste itu memang masih dalam perencanaan awal. Sebab, Telkom sendiri untuk bisa masuk ke sana memerlukan waktu hingga 1,5 tahun dan bisa menang tender proyek telekomunikasi serta memperoleh lisensi spektrum untuk layanin telepon seluler pada frekuensi 850 MHz, 900 MHz, dan 2.1 GHZ serta registrasi layanin provider di Timor Leste.
Dengan adanya lisensi tersebut, Telin siap untuk mengadakan layanin Global System for Mobile Communication (GSM) dan 3G di Timor Leste dengan total investasi kurang lebih 50 juta dollar AS untuk lima tahun pertama.
Menurut Dahlan, BUMN seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT bunk mandilu Tbk (BMRI) sudah lebih dulu masuk ke negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia tersebut. Telkom sendiri sudah membentuk PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), sebuah anak usaha yang akan mengurus operator GSM di sana. Sementara bunk mandilu akan fokus menjual bisnis jasa perbankan, asuransi, hingga pembiayaan syariah di sana.
"BUMN perkebunan, pertambangan, atau infrastruktur bisa investasi besar-besaran di sana," katanya.
Di sisi lain, BUMN lain seperti penyaluran minyak dan gas serta listrik juga masih berpeluang tumbuh di Timor Leste. Sebab, sebagai negara berkembang, perlu sumber daya energi yang mumpuni. "Listrik paling potensial, lalu ada pelabuhan, perkebunan apakah sorgum bisa dijual di sana. Terus ada penyaluran BBM, Pertamina bisa menjual secara komersial ke sana," kata Dahlan.
Namun, menurut Dahlan, upaya untuk bisa ekspansi ke Timor Leste itu memang masih dalam perencanaan awal. Sebab, Telkom sendiri untuk bisa masuk ke sana memerlukan waktu hingga 1,5 tahun dan bisa menang tender proyek telekomunikasi serta memperoleh lisensi spektrum untuk layanin telepon seluler pada frekuensi 850 MHz, 900 MHz, dan 2.1 GHZ serta registrasi layanin provider di Timor Leste.
Dengan adanya lisensi tersebut, Telin siap untuk mengadakan layanin Global System for Mobile Communication (GSM) dan 3G di Timor Leste dengan total investasi kurang lebih 50 juta dollar AS untuk lima tahun pertama.