yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Salah satu bentuk toleransi umat beragama di Indonesia dapat dilihat di Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Wiyung.
Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Kemeterian Agama melihat dari dekat sejauh mana kerukunan umat dapat terjalin di kota yang dulu terkenal sebagai penghasil palawija ini.
Di Wiyung, terdapat salah satu gereja tertua di Jawa Timur, yakni Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang berdiri sejak tahun 1826.
Kehidupan sosial masyarakat disana sejak zaman dulu berlangsung sangat baik. Hubungan antar agama yaitu pemeluk Nasrani dan Muslim juga berlangsung harmonis.
"Jemaat gereja disini menjalin hubungan yang sangat harmonis dengan masyarakat sekitar. Dan ini berlangsung sejak dulu. Bahkan jika ada perayaan, ada anggota Ansor yang datang untuk menjaga,"kata Pendeta Indro Sujarwo, di lokasi, Rabu (17/9/2014).
GKWJ ini juga saling berdampingan dengan tiga masjid. Oleh sebab itu, jika ada perayaan hari besar agama, masyarakatnya saling mengunjungi dan saling memberi bantuan.
"Jika kami mengadakan perayaan natal, maka masyarakat disini datang dan memberi bingkisan kepada kami. Begitu pula jika ada Hari Raya Idul Fitri, maka kami akan memberi bingkisan atau THR kepada masyarakat. Hubungan yang harmonis ini kami bangun terus,"paparnya.
Selain itu, tokoh masyarakat dan pemuka agama di Wiyung juga membentuk sebuah paguyuban yang dinamakan Mekar Lestari.
"Paguyuban Mekar lestari sudah 20 tahun berdiri. Anggotanya semua tokoh agama, baik dari Islam, Hindu dan Kristen bergabung dalam paguyuban ini. Dan dua minggu sekali kami mengadakan pertemuan," terangnya.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing anggota dikenakan iuran, yang digunakan untuk memberi bantuan kepada masyarakat sekitar. "Paguyuban ini juga mempunyai program perbaikan infrastruktur, yang dananya berasal dari swadaya dan juga dibantu oleh Pemprov Jawa Timur," sambungnya
Sementara itu, tokoh masyarakat Wiyung, Amin Sumanto menambahkan, warganya sangat menghargai kerukunan umat beragama. "Selaku tokoh masyarakat, kalau natal saya memberikan sambutan ke gereja, begitu pula jika kami mengadakan halal bihalal, pendeta GKWJ akan datang kemari,"jelas Amin.
Di satu sisi, ia pun bangga bisa memberikan dakwah di tengah masyarakat tentang indahnya kerukunan umat beragama, terutama di Wiyung. "Kita disini saling menghormati satu sama lainnya. Pihak gereja tidak akan terganggu jika kami di masjid atau di musala membuat kegiatan, dimana jika hari itu ada kebaktian," urainya.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun mendukung warga Wiyung dengan memberikan bantuan jika ada jalan atau tempat ibadah yang butuh perbaikan. "Pemprov mendukung penuh masyarakat disini dengan memberikan bantuan dan dukungan lainnya," tuntasnya.