• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Indah nya Persaudaraan, Berbuka Puasa di Gereja

aanrusdyie

IndoForum Senior D
No. Urut
65793
Sejak
6 Mar 2009
Pesan
4.828
Nilai reaksi
353
Poin
83
Hmmm, sebelum nya saya memperingatkan kepada kita semua, ini mungkin adalah hal yang sensitif bagi yang berpikiran *positif dan ada yang berpikiran *negatif dari berbagai pihak tentang postingan ini, , untuk itu, saya himbau untuk tidak membaca trit ini dengan otot, dan menjadikan trit ini jadi ajang flame (sara) karena tujuan saya hanya untuk memberikan info kepada kita semua :-*, mari kita baca dengan penuh seksama dan dalam tempo yang sesingkat2xnya >:D<

33mzq7fr.jpg


Di sini pernah terjadi sebuah keindahan menjalankan ibadah. Antar umat beragama saling menghormati. Tak hanya itu, mereka juga saling menunjukkan simpati sekaligus menolong antarumat beragama. Bahkan setiap bulan Ramadan, ratusan muslim berbuka puasa di dalam gereja. Begitulah kenyataan yang sempat terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Gereja Kristen Jawa Manahan, Solo, sudah 13 tahun ini menggelar acara buka bersama. Ini telah berlangsung sejak krisis moneter melanda negeri sekitar tahun 1997. Niat awal didasari oleh rasa iba kepada saudara muslim yang kurang mampu. Sebagian besar yang ikut serta kegiatan itu adalah tukang becang, buruh bangunan, pedagang asongan dan lain-lain.
Tapi, buka puasa bersama ini memang tidak gratis. Hanya saja harga makanannya supermurah. Cuma dipungut biaya Rp 500 per porsi, mereka bisa menghemat pengeluaran uang konsumsi dibandingkan dengan memasak sendiri. Pihak GKJ Manahan berharap dengan bisa menghemat, ketika Lebaran mereka akan memiliki uang yang cukup untuk merayakan hari idul fitri itu.

Setiap hari, sedikitnya ada 200 – 300 orang yang ikut kegiata buka bersama di salah satu ruangan di GKJ Manahan. Setiap mendekati waktu buka puasa, halaman GKJ Manahan akan dipenuhi dengan becak dan sepeda onthel milik masyarakat yang kurang beruntung tersebut. Selain itu, dari kalangan umat Kristen juga sibuk mempersiapkan hidangan yang akan disajikan.

Menu buka puasa yang disajikan juga selalu berganti setiap harinya. Kadang, kari ayam, soto ayam maupun sop ayam. Intinya masakan yang berkuah dan menggunakan daging ayam. Pihak panita lebih memilih daging ayam daripada daging sapi. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pencampuran daging sapi dengan daging lainnya.
Untuk memasak, pihak GKJ Manahan Solo menyerahkan kepada para ibu-ibu jemaat gereja untuk memasaknya. Pihak gereja juga meyakinkan bahwa semua masakannya halal. Bahkan, seringkali organisasi agama Islam melakukan pengecekan dalam hal memasak. Pihak GKJ Manahan sangat menghormati umat Islam sehingga mempersilahkan untuk melihat proses memasaknya jika ada kekhawatiran.

Kegiatan ini tidak ada misi atapun pesan tertentu untuk melakukan kristenisasi kepada umat Islam. Bahkan, pihak gereja juga mengundang kepada para ustad untuk memberikan kuliah tujuh menit sebelum melakukan buka puasa. Selain itu, pihak gereja juga menyiapkan tempat untuk melakukan sholat maghrib di salah satu ruangan di komplek gereja.

75789_berbuka_puasa_di_gereja_manahan_solo_300_225.jpg


Namun, semua itu kini akan tinggal kenangan. Sebabnya, muncul sebuah kelompok bernama Forum Ukhuwah Islamiyah Elemen Umat Islam Surakarta yang menolak buka bersama yang digelar gereja itu. Menurut Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Solo, Dahlan Harjo Taruno, buka bersama masuk ke wilayah ibadah umat muslim.

"Musyarawarah sejumlah elemen umat Islam se- Surakarta menolaknya," kata Dahlan. "Sebagai gantinya sejumlah masjid di Surakatya akan menggelar acara buka bersama secara gratis."

Ketua Bhinneka Peduli Kemanusiaan dan Perdamaian Solo sebagai penyelenggara bersama GKJ Manahan, H Zainal Abidin Achmad, mengatakan tidak mempermasalahkan penolakan itu.

“Kami malah bersyukur. Saya pun berharap semoga buka bersama yang dilakukan forum tersebut lebih baik dari kita,” katanya. “Yang kita inginkan adalah suasana kondusif, rukun dan damai. Jadi, kita menghargai keinginan atas penolakan ini."

ada banyak source, semua mungkin sudah pada tahu info ini, khususnya buat warga solo :D, silahkan di pilih saja disini
 
mari kita junjung tinggi persahabatan umat beragama >:D<>:D<
 
Ahahaha.....

sampe sisini juga ya beritanya... :)>-

emang udah selama bertahun2 GKJ Manahan tuh mengadakannya...

pernah sih timbul berita2 penolakan kek gitu..

but.... ^^ gw percaya semua itu dilakukan tidak dengan alasan kristenisasi kok...tapi biarlah sesama umat beragama bisa saling menjaga kerukunan satu sama lainnya... :-bd

♫ TSnya: nice inpoh.. om.. :D sy tinggal di Solo jadi taw.. :D
 
Ahahaha.....

sampe sisini juga ya beritanya... :)>-

emang udah selama bertahun2 GKJ Manahan tuh mengadakannya...

pernah sih timbul berita2 penolakan kek gitu..

but.... ^^ gw percaya semua itu dilakukan tidak dengan alasan kristenisasi kok...tapi biarlah sesama umat beragama bisa saling menjaga kerukunan satu sama lainnya... :-bd

♫ TSnya: nice inpoh.. om.. :D sy tinggal di Solo jadi taw.. :D

setujuu /no1 /no1

iya sih dulu pernaha da penolakan2 gitu

tp yg penting kan bisa rukun

ambil positifnya aja lah yaa :D
 
nah gitu bagus saling menjga solidaritas walaupun berbeda agama tapi tetap terjaga kekerabatan antara masing2 agama
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.