hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
JAKARTA, KOMPAS.com - Inatawati Kusuma (45) terjun bebas dari lantai 21 Apartemen Gading Mediterania Residences Tower A, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (2/3/2011) petang. Inata tewas seketika di lantai satu dengan posisi telungkup dalam kondisi mengenaskan.
"Korban diketahui tinggal di Jalan Letjen Suprapto, RT 01 RW 04 Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat," kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Kelapa Gading, Komisaris Dony Aditya Warman, Rabu di Jakarta.
Dony mengatakan, sebelum kejadian, Inata berkunjung ke tempat temannya yang menyewa apartemen di unit CA 21 AA. Salah satu saksi mata melihat, Inata sempat mondar-mandir di lantai 21 hingga akhirnya melompat.
Polisi juga mendapat keterangan dari seorang pegawai apartemen, korban melakukan kontak pada suaminya, Frehtje T (53). Sekilas, pegawai itu mendengar percakapan Inata dengan suaminya. "Korban berpesan agar ketiga anaknya dijaga," kata Dony.
Hingga saat ini, belum diketahui sebab jatuhnya Inatawati. Polisi masih melakukan penyelidikan latar belakang kejadian itu. "Masih kami tindak lanjuti," ucap Dony.
Pengelola Apartemen GMR menjelaskan, Inatawati bukanlah penghuni apartemen tersebut. Inata datang ke apartemen itu untuk bertamu ke apartemen milik Andreas Wiharja di Unit CA 21 AA. Dia berteman dengan istri Andreas.
Chief Customer Service Mediterania Dewi Rosalina mengatakan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan manajemen gedung, sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk, Inatawati tinggal di jalan Letjen Suprapto RT 01 RW 05 Nomor 5, Galur, Jakarta Pusat. Sebelum loncat dari lantai 21, Inata sempat berbincang dengan istri Andreas.
“Dia datang ke apartemen sendiri. Setelah masuk, dia ditinggal istrinya Andreas. Tiba-tiba dia keluar dari apartemen lalu lari ke balkon di lantai 21, kemudian melompat,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Dewi juga membantah Inata dalam keadaan hamil. Bahkan, Dewi menyatakan Inata menderita gangguan kejiwaan.
Inata diketahui memiliki anak tiga dan menurut suaminya Frehtje Tohari (55), Inata sempat menelepon dirinya sesaat sebelum kejadian sekitar pukul 17.00 WIB.
“Pa, saya mau pergi tolong jaga anak-anak,” demikian kata Inata kepada suaminya yang tinggal di Apartemen MOI, Kelapa Gading.
Korban lain
Sebelumnya, sejumlah kasus melompat dari gedung tinggi marak terjadi dengan berbagai motif, dengan menelan korban jiwa, di antaranya:
1. Agus Sarwono, seorang pria paruh baya, ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 6 Blok M Square, Jakarta Selatan, Senin (3/1/2011) siang. Agus Sarwono adalah warga Jalan Cipete, RT 05 RW 03, Jakarta Selatan.
2. Wili Sadono Wibowo, Selasa (22/2/2011) malam, melompat dari kamarnya di lantai 23 Apartemen Istana Harmoni, Pecenongan, Jakarta Pusat. Jenazah Wili ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dasar kolam renang apartemen itu.
3. Vera (21), seorang pembantu rumah tangga, nekat melompat dari lantai 29 Tower A Apartemen Sudirman Park, Jakarta Pusat Rabu (13/10/2010) pukul 11.15 WIB. Perempuan asal Bogor itu diketahui bekerja sebagai pembantu dari majikan bernama Deddy (35).
4. Kusno (41), warga Pangkalan Jatibaru RT 01 RW 03, Kelurahan Pangkalan Jatibaru, Kecamatan Limo, Depok nekat terjun dari lantai 9 Blok B Rumah Susun Bendungan Hilir 2, Jalan Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, Minggu (4/7/2010). Kusno tewas setelah jatuh dengan posisi telentang, kondisi kepala luka parah, dan pergelangan tangan kanan patah.
5. Casmi (30) ditemukan tewas mengenaskan, Rabu (26/5/2010). Wanita pembantu rumah tangga itu ditemukan tergeletak di lantai 5 Apartemen Frenchwalk, Tower E, Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia diduga depresi sehingga nekat terjun dari lantai 12 MOI.