Pengetahuan Tentang Impotensi
Pengetahuan Tentang Impotensi
Impoten berasal dari kata "poten" yang artinya mampu, jadi impoten 'erectile dysfunction’ (disfungsi ereksi) artinya tidak mampu. Jika dikaitkan dengan seksualitas, impoten berarti ketidak mampuan seorang pria untuk ereksi atau mempertahankan ereksi.
Hampir sebagian besar kaum pria pernah gagal mengalami ereksi dalam hidup mereka walaupun untuk sesaat, biasanya hal ini mereka alami karena kelelahan, stress, konsumsi alkohol, yang lebih dikenal dengan istilah "brewer's droop." Dan hanya satu dari sepuluh pria yang mengalami impotensi permanen.
Pada kasus umum (sekitar 70%) impotensi yang dipicu masalah fisik sering mengakibatkan terganggunya ataupun bahkan merusak aliran darah. Namun jika seorang pria masih bisa ereksi setiap paginya dan melakukan masturbasi sampai klimaks, berarti impoten yang mereka alami lebih disebabkan masalah psikologis. Namun banyak pria yang menderita impoten dari gabungan antara masalah fisik dan psikologis. Sangat mudah sekali bagi kaum pria untuk mengalami stress dan rasa tertekan dan membuatnya menjadi semakin bertambah buruk. Parahnya kaum pria terkadang menyimpan masalah ini dan merasa malu untuk menceritakan masalah mereka dengan orang lain, sehingga masalah fisik kerap dibarengi dengan masalah psikologis.
Ada beberapa macam impoten, antara lain :
a.Impotensi primer
jika keluhan impotensi sudah ada sejak awal saat seseorang melakukan hubungan seksual (pada pengalaman pertamanya)
b.Impotensi sekunder
jika keluhan impotensi timbul pada seseorang yang sebelumnya tidak mengalami keluhan impotensi.
c.Impotensi absolut
bila keluhan impotensi timbul terus menerus tanpa memandang waktu tempat dan partnernya.
d.Impotensi selektif
jika keluhan impotensi timbul pada wanita tertentu baik itu istri atau pada wanita lain.
Walaupun laki-laki mengalami impotensi asalkan testis tetap berfungsi dengan sempurna maka setiap kantong sperma yang penuh, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengeluarkannya seperti melalui mimpi basah.
Penyebabnya bisa dikarenakan adanya gangguan fisik seperti adanya gangguan saraf, gangguan hormonal, trauma dan pemakaian obat-obatan tertentu, maupun gangguan psikologis, seperti perasaan terburu-buru, ketakutan, kecemasan.
Penyebab Impotensi
a. Secara Fisik :
• Penyempitan pembuluh darah
• Diabetes
• Kerusakan syaraf
• Kerusakan di area pelvic karena trauma ataupun operasi
• Efek samping dari pengobatan, seperti depresi, tekanan darah tinggi
• Merokok
• Konsumsi alcohol
• Penggunaan narkoba misalnya saja Ganja dan Opium
b. Secara Psikologis
• Stress
• Kecemasan
• Rasa bersalah
• Depresi
Laki-laki yang mengalami impotensi bisa tetap mengeluarkan sperma selama testisnya masih bekerja dengan sempurna. Perlu diketahui bahwa orgasme dengan diikuti ejakulasi dapat terjadi pada kondisi setengah ereksi atau ereksi yang tidak sempurna.
Penyebab Impotensi
Hal terjadinya penyebab impotensi atau disfungsi ereksi di karenakan tersumbatnya darah dari dan menuju zakar. Kejadian ini sama dengan mekanisme beberapa penyakit lain, misalnya stroke dan penyakit jantung koroner.
Pada awalnya faktor fisik yang dianggap bertanggung jawab bagi sebagian kecil kegagalan dalam bersenggama, di antaranya yang mencakup karena trauma oprasi yang menyebabkan sirkulasi darah buruk ke zakar, kerusakan sumsum tulang belakang (trauma medulla spinalis), pembengkakan prostat, rusaknya saraf akibat penyakit kelamin atau akibat pembengkakan saraf-saraf yang terjadi karena difteria.
Impotensi dapat juga terjadi akibat suami menderita penyakit TBC, malaria, dan kencing manis (diabetes mellitus). Kencing manis pada dasarnya merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yaitu kegagalan mengurangi gula dalam darah. Ketidaksempurnaan metabolisme tubuh memberikan peluang terjadinya komplikasi, seperti gangguan pada pembuluh darah (Vaskulopati), gangguan persyarafan (neuropati), dan gangguan pada sel otak (miopati).
Ketiga faktor ini punya peranan utama proses terjadinya ereksi. Menurut N. Geiger J. Rekless, impotensi bisa diakibatkan kebanyakan obat antihipertensi, antidepresi, frankuilizer (obat penenang) dan berbagai obat adiksi misalnya alkohol, barbiturat, heroin, dan amfetamin. Dari segi kejiwaan dengan berbagai kecemasan, memainkan peranan penting terjadinya impotensi pada laki-laki, di antaranya kecemasan apakah dia akan mampu berereksi, mempertahankannya dan memuaskan pasangannya. Impotensi juga dapat diakibatkan oleh pendidikan dan pengertian seks yang negatif, misalnya seks merupakan perbuatan yang kotor dan berdosa.
Banyak kasus telah membuktikan bahwa penderita impotensi yang disebabkan oleh faktor psikis ternyata hanya dapat ereksi jika berhubungan dengan wanita yang kedudukan sosial, ekonomi, atau konstruksi tubuhnya kurang kuat. Laki-laki seperti ini menjadi impoten jika berhubungan dengan istrinya. Akan tetapi, tidak demikian halnya jika dengan wanita lain, keadaan seperti ini tidak jarang mendo-rongnya untuk melakukan penyelewengan seksual dengan wanita lain.
Pengobatan Pada Impotensi
• Perubahan gaya hidup
• Berkomunikasi dengan pasangan secara terbuka
• Perubahan pengobatan
• Perangkat Vacuum Pump
• Terapi obat – suntikan, intra-urethral pellets, dan tablet
• Pengobatan alami - ginkgo biloba, ginseng.
Cara penyembuhan yang paling populer adalah dengan suntikan, yaitu penderita menyuntik diri terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual. Selain itu, bisa juga dengan pompa vakum, tindakan operasi, atau minum obat-obatan anticemas atau antidepresi.
So...... selama tiap pagi ... masi bisa "berdiri" berarti dirimu masi normal lho karena impotensi permanen bahkan saat bangun tidur pun ga bisa ikut menyapa matahari terbit bersama pemiliknya
Selama masa remajamu di isi dengan sesuatu yang berguna dan bermanfaat, aku yakin impotensi sangat jarang banget menyerang para pria di bawah usia 20thn. Kecuali masa remajamu dihabiskan untuk narkoba, drunken master :p, dan hal2 ga berguna lainnya.... amat sangat dimungkinkan sbelum umurmu 20thn... maka "burungnya" akan berhenti bernyanyi
