• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Imigran Gelap Australia sengaja digiring ke Indonesia

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
Para imigran gelap asal Afrika mengaku disiksa oleh tentara Australia saat kapal mereka digiring ke Indonesia awal pekan ini. Tidak hanya fisik, mental mereka juga terluka akibat penghinaan oleh tentara Negeri Kanguru itu.

Seorang imigran bernama Yousif Ibrahim dari Sudan mengatakan, tangan mereka diborgol, dihinakan dan dipukuli dengan sepatu. Pria 28 tahun ini juga mengatakan, empat orang imigran mengalami luka bakar di telapak tangannya setelah dipaksa memegang pipa panas sebagai hukuman karena minta izin ke toilet.

"Kami minta air, tidak mereka berikan. Mereka memanggil kami panggilan yang tidak manusiawi, seperti pengungsi ilegal, monyet dari Afrika," kata Ibrahim, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 8 Januari 2014.
0B7Mf.jpg

ilustrasi imigran gelap

Hal ini dibenarkan oleh Hidayat, polisi di Pulau Rote, pulau tempat para imigran digiring oleh Australia. "Memang benar ada luka bakar di tangan mereka," kata Hidayat.

Ibrahim mengatakan, awalnya kapal mereka mendarat di sebuah pulau setelah empat imigran jatuh ke laut akibat ombak besar pada Tahun Baru kemarin. Tidak lama, mereka dikepung oleh tentara angkatan laut Australia.

"Mereka memaksa kami kembali ke kapal, kami menolak. Mereka kemudian menggunakan kekerasan. Seorang dari kami berusaha lari, lalu mereka memukulinya dengan sepatu. Mereka punya pistol dan senjata. Kami takut," kata Ibrahim dari sebuah hotel di Kupang, tempat mereka sementara ditampung.

Lantas selama empat hari kapal imigran yang kebanyakan dari Sudan dan Somalia ini digiring oleh tiga kapal angkatan laut Australia ke perairan Indonesia. Mereka tiba di Pulau Rote pada Senin lalu.

Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison menolak mengomentari kesaksian ini. Namun dia mengatakan, tentara Australia "melakukan tugas mereka dengan tingkat profesionalitas yang tinggi, integritas dan keberanian."

Digiringnya kapal imigran ke Indonesia tidak ayal memperburuk hubungan kedua negara. Sebelumnya, Indonesia membekukan seluruh kerja sama penanganan imigran gelap dengan Australia menyusul terbongkarnya penyadapan terhadap Presiden SBY dan kabinetnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.