• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Ilmuan konfirmasi manusia unik flores

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ArRay

IndoForum Senior C
No. Urut
98490
Sejak
1 Jun 2010
Pesan
5.107
Nilai reaksi
142
Poin
63
699191.jpg





Ilmuwan telah mengkonfirmasi Homo floresiensis yang dijuluki hobbit yang mendiami pulau Flores sekitar 13.000 tahun lalu bukanlah manusia cacat.
Saat sisa-sisa perempuan kecil berusia 18.000 tahun ditemukan pada 2003, ilmuwan mengira adalah milik spesies unik hominin.
Pada 2008, Peter Obendorf dari RMIT University di Melbourne Australia mengklaim itu adalah manusia modern yang mengalami kretinisme, suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan yodium.
Namun peneliti Australia lain kini mengajukan klaim sebaliknya.
Colin Groves dari Australian National University di Canberra mengatakan, "Saya menyatakan klaim itu berakhir."
Groves membandingkan tulang Flores dengan 10 orang yang mengalami kretinisme, dan berfokus pada ciri-ciri anatomi khas dari penyakit itu.
Peneliti William Jungers dan Karen Baab, dari Stony Brook University Medical Center di New York sebelumnya mempelajari sisa-sisa kerangka wanita (LB1), dijuluki "Little Lady of Flores" atau "Flo" untuk mengkonfirmasi jalur evolusi spesies hobbit.
Ia juga telah melaporkan bahwa spesimen itu sangat lengkap dan termasuk tengkorak, rahang, lengan, kaki, tangan, dan kaki yang menyediakan pada peneliti informasi yang terintegrasi.
Kapasitas tengkorak LB1 hanya 400cm lebih sedikit,dan membuatnya lebih mirip otak simpanse atau "manusia kera" di Afrika Selatan dan Timur.
Menurut para peneliti, tengkorak dan tulang rahang jauh lebih primitif daripada manusia modern normal.[ito]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.