GaGaK LumAyUnG
IndoForum Newbie F
- No. Urut
- 61998
- Sejak
- 20 Jan 2009
- Pesan
- 10
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 1
Ilmu Kebal adalah suatu ilmu yang bersifat melindungi diri yang memilikinya dari segala serangan yang nyata ataupun yang tak terlihat. Ilmu kebal ada yang melindungi daerah sekitar tubuh, ada juga yang melindungi kulit atau rambut.
Berdasar tujuan, ilmu kebal terbagi dua, yaitu:
1. Ilmu Kebal Defensif: yaitu ilmu kebal yang hanya bereaksi di saat diserang musuh atau di saat dibutuhkan. Tidak dapat dibuat permainan. Umpamanya jika suatu saat diserang musuh yang membawa senjata tajam atau senjata api. Serangan senjata tajam atau api tidak akan melukai kulit, atau tidak mengenai sasaran sama sekali. Atau yang menyerang akan terpental. Pemilik ilmu kebal defensif ini dituntut untuk yakin dan bersabar. Meyakini diri mempunyai ilmu kebal, akan membangkitkan ilmu kebal itu sendiri. Dan sebaliknya jika tidak yakin, ilmu kebal defensif tidak akan datang. Ilmu kebal defensif ini bisa juga ditest keberadaanya dengan cara membacok tangan sendiri. Semakin yakin membacoknya, maka semakin berfungsi ilmu tersebut. Tetapi jika ragu-ragu, malah justru terluka.
2. Ilmu Kebal Agressif, yaitu ilmu kebal yang hanya dipakai dalam demonstrasi saja. Tidak bisa dipakai untuk keselamatan. Kekuatannya memang tampak mengagumkan. Seperti disilet tidak terluka dan lain-lain. Tapi ilmu ini memang hanya untuk permainan, tidak dapat diandalkan untuk keselamatan diri. Beda halnya dengan Ilmu Kebal Defensif.
Di dalam ilmu hikmah, para kyai dan ustadz hanya mengajarkan ilmu kebal defensif, karena jika diajarkan ilmu kebal agressif bisa membuat orang menjadi sombong. Ilmu kebal agressif semacam Debus, banyak dipelajari oleh para pemain akrobat atau seni atraksi.
Tetapi sangat disayangkan sekali, adanya kebanyakan orang yang hanya tertarik dengan ilmu kebal Agressif. Dikarenakan bisa langsung dibuktikan. Pandangan seperti ini justru membahayakan bagi diri sendiri. Yang dituju dari ilmu kebal adalah keselamatan, bukan permainan.

Berdasar tujuan, ilmu kebal terbagi dua, yaitu:
1. Ilmu Kebal Defensif: yaitu ilmu kebal yang hanya bereaksi di saat diserang musuh atau di saat dibutuhkan. Tidak dapat dibuat permainan. Umpamanya jika suatu saat diserang musuh yang membawa senjata tajam atau senjata api. Serangan senjata tajam atau api tidak akan melukai kulit, atau tidak mengenai sasaran sama sekali. Atau yang menyerang akan terpental. Pemilik ilmu kebal defensif ini dituntut untuk yakin dan bersabar. Meyakini diri mempunyai ilmu kebal, akan membangkitkan ilmu kebal itu sendiri. Dan sebaliknya jika tidak yakin, ilmu kebal defensif tidak akan datang. Ilmu kebal defensif ini bisa juga ditest keberadaanya dengan cara membacok tangan sendiri. Semakin yakin membacoknya, maka semakin berfungsi ilmu tersebut. Tetapi jika ragu-ragu, malah justru terluka.
2. Ilmu Kebal Agressif, yaitu ilmu kebal yang hanya dipakai dalam demonstrasi saja. Tidak bisa dipakai untuk keselamatan. Kekuatannya memang tampak mengagumkan. Seperti disilet tidak terluka dan lain-lain. Tapi ilmu ini memang hanya untuk permainan, tidak dapat diandalkan untuk keselamatan diri. Beda halnya dengan Ilmu Kebal Defensif.
Di dalam ilmu hikmah, para kyai dan ustadz hanya mengajarkan ilmu kebal defensif, karena jika diajarkan ilmu kebal agressif bisa membuat orang menjadi sombong. Ilmu kebal agressif semacam Debus, banyak dipelajari oleh para pemain akrobat atau seni atraksi.
Tetapi sangat disayangkan sekali, adanya kebanyakan orang yang hanya tertarik dengan ilmu kebal Agressif. Dikarenakan bisa langsung dibuktikan. Pandangan seperti ini justru membahayakan bagi diri sendiri. Yang dituju dari ilmu kebal adalah keselamatan, bukan permainan.


