JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan sebagian besar danang kampanye para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta digunakan untuk kepentingan pemasangan iklan.
"Sebagian besar danang kampanye tersebut digunakan oleh kedua pasangan calon untuk memasang iklan, terutama di media televisi dan cetak," kata Koordinator ICW Apung Widadi dalam diskusi bertajuk 'Menguak Manipulasi danang Kampanye Pilkada DKI' di Cikini, Jakarta Pusat, hari ini.
Berdasarkan data ICW, pada Pilkada putaran pertama, pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) menghabiskan danang sekitar Rp13 miliar, sedangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sekitar Rp5 miliar.
Terkait danang tersebut, Apung mengungkapkan audit yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum dapat ditindaklanjuti karena belum ada verifikasi yang jelas.
"Sebagian besar danang kampanye tersebut digunakan oleh kedua pasangan calon untuk memasang iklan, terutama di media televisi dan cetak," kata Koordinator ICW Apung Widadi dalam diskusi bertajuk 'Menguak Manipulasi danang Kampanye Pilkada DKI' di Cikini, Jakarta Pusat, hari ini.
Berdasarkan data ICW, pada Pilkada putaran pertama, pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) menghabiskan danang sekitar Rp13 miliar, sedangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sekitar Rp5 miliar.
Terkait danang tersebut, Apung mengungkapkan audit yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum dapat ditindaklanjuti karena belum ada verifikasi yang jelas.