sone
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 354
- Sejak
- 8 Apr 2006
- Pesan
- 3.404
- Nilai reaksi
- 155
- Poin
- 63
Jaman dulu para wanita selalu menderita sakit kala melahirkan. Keadaan yang kurang adil ini kemudian berubah setelah para wanita secara bersama-sama memohon kepada dewa agar ditegakkan keadilan, yaitu supaya kaum lelakilah sebagai penyebab yang seharusnya menderita sakit dikala sang isteri melahirkan. Ternyata petisi ini dikabulkan, sehingga sejak saat itu apabila seorang isteri melahirkan, maka dengan mudah dan santai ia dapat melahirkan anaknya.
Disamping itu secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya diluar menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang isteri yang melahirkan. Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini termasuk akan menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga.
Tetapi, keadaan ini berubah sejak peristiwa dibawah ini:
Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka disuatu kampung akan melahirkan. Sanak keluarga dan para tetangganya sekampung mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu diluar. Sang suami telah disediakan tempat tidur disamping sang isteri, lengkap dengan peralatan untuk mengantisipasi segala kemungkinan penderitaanya. Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang menjalankan kelahiran yang mulus ini. Tetapi, sang suami yang tegang menunggu datangnya penderitaanpun tetap saja tidak bergeming sampai terdengar pekikan sang anak.
Yang sangat mengejutkan ternyata diluar terjadi kehebohan. Ternyata Bapak Kepala Desa berguling-guling serta berteriak-teriak kesakitan. Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu2 yang berada disekitar itu secara diam2 dan bersungguh-sungguh memohon kepada dewa: "Biarlah semua penderitaan ini kamilah yang menanggung asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!"
Nah, sejak saat itulah, setiap kejadian kelahiran akan disertai penderitaan yang ditanggung secara ikhlas oleh wanita.
Disamping itu secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya diluar menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang isteri yang melahirkan. Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini termasuk akan menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga.
Tetapi, keadaan ini berubah sejak peristiwa dibawah ini:
Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka disuatu kampung akan melahirkan. Sanak keluarga dan para tetangganya sekampung mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu diluar. Sang suami telah disediakan tempat tidur disamping sang isteri, lengkap dengan peralatan untuk mengantisipasi segala kemungkinan penderitaanya. Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang menjalankan kelahiran yang mulus ini. Tetapi, sang suami yang tegang menunggu datangnya penderitaanpun tetap saja tidak bergeming sampai terdengar pekikan sang anak.
Yang sangat mengejutkan ternyata diluar terjadi kehebohan. Ternyata Bapak Kepala Desa berguling-guling serta berteriak-teriak kesakitan. Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu2 yang berada disekitar itu secara diam2 dan bersungguh-sungguh memohon kepada dewa: "Biarlah semua penderitaan ini kamilah yang menanggung asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!"
Nah, sejak saat itulah, setiap kejadian kelahiran akan disertai penderitaan yang ditanggung secara ikhlas oleh wanita.

