• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IHSG BEJ Masih Hadapi Tekanan Global Pekan Depan

vee_ron2

IndoForum Beginner A
No. Urut
10761
Sejak
28 Jan 2007
Pesan
1.435
Nilai reaksi
395
Poin
83
Jakarta (ANTARA News) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada pekan depan diperkirakan masih akan melanjutkan penurunannya, sehubungan dengan masih berlanjutnya tekanan bursa global dan regional.

"Tekanan bursa global dan regional masih akan berlanjut," kata Analis Riset PT Valbury Asia Securities, Krisna Dwi Setiawan, di Jakarta.

Menurut Krisna, pergerakan saham global kelihatannya masih menunjukkan pergerakan negatif, dan itu akan sangat mempengaruhi perdagangan saham di BEJ.

Bursa utama dunia, New York AS dan China, pekan lalu melemah akibat pernyataan mantan Gubernur bunk Sentral AS, The Fed, Alan Greenspan yang mengungkapkan terjadi kontraksi dramatis di bursa China. Pernyataan ini telah memicu penurunan bursa China yang diikuti bursa AS dan bursa regional.

Selain itu, tren menurunnya harga komoditi juga masih akan menekan harga saham dari sektor pertambangan. "Harga nikel kelihatannya masih menunjukkan tren turun," tambahnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa posisi 'overbought' (kelebihan beli) beberapa saham unggulan juga akan masih menekan indeks untuk terjadi konsolidasi.

Krisna hanya melihat sentimen positif dari kemungkinan berlanjutnya penurunan suku bunga acuan bunk Indonesia (BI-rate) karena kondisi inflasi masih rendah.

"Awal bulan depan inflasi kayaknya masih rendah, walaupun tidak serendah bulan lalu (April), dan ini masih memberikan peluang penurunan BI-rate," tambahnya.

Dia memperkirakan pekan depan indeks akan bergerak pada kisaran 2.050.

Selama pekan ini, IHSG ditutup turun tipis tipis 3,329 poin atau 0,16 persen menjadi 2.060,434, sedangkan indeks LQ45 mengalami melemah 4,705 poin atau 1,09 persen ke level 429,802. (*)
 
buset perasaan beritanay turun mulu kagak pernah naik naik /swt
 
Jakarta (ANTARA News) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada pekan depan diperkirakan masih akan melanjutkan penurunannya, sehubungan dengan masih berlanjutnya tekanan bursa global dan regional.

"Tekanan bursa global dan regional masih akan berlanjut," kata Analis Riset PT Valbury Asia Securities, Krisna Dwi Setiawan, di Jakarta.

Menurut Krisna, pergerakan saham global kelihatannya masih menunjukkan pergerakan negatif, dan itu akan sangat mempengaruhi perdagangan saham di BEJ.

Bursa utama dunia, New York AS dan China, pekan lalu melemah akibat pernyataan mantan Gubernur bunk Sentral AS, The Fed, Alan Greenspan yang mengungkapkan terjadi kontraksi dramatis di bursa China. Pernyataan ini telah memicu penurunan bursa China yang diikuti bursa AS dan bursa regional.

Selain itu, tren menurunnya harga komoditi juga masih akan menekan harga saham dari sektor pertambangan. "Harga nikel kelihatannya masih menunjukkan tren turun," tambahnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa posisi 'overbought' (kelebihan beli) beberapa saham unggulan juga akan masih menekan indeks untuk terjadi konsolidasi.

Krisna hanya melihat sentimen positif dari kemungkinan berlanjutnya penurunan suku bunga acuan bunk Indonesia (BI-rate) karena kondisi inflasi masih rendah.

"Awal bulan depan inflasi kayaknya masih rendah, walaupun tidak serendah bulan lalu (April), dan ini masih memberikan peluang penurunan BI-rate," tambahnya.

Dia memperkirakan pekan depan indeks akan bergerak pada kisaran 2.050.

Selama pekan ini, IHSG ditutup turun tipis tipis 3,329 poin atau 0,16 persen menjadi 2.060,434, sedangkan indeks LQ45 mengalami melemah 4,705 poin atau 1,09 persen ke level 429,802. (*)

apa mungkin ini pengaruh dari kebijakan pemerintah tiongkok yang menurunkan mata uang yuan untuk menarik investasi dari luar negeri ya?? gak nyangka bisa berdampak luas.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.