• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

If you devorce me, you carry me out

coolguyz

IndoForum Junior A
No. Urut
21425
Sejak
2 Sep 2007
Pesan
3.251
Nilai reaksi
133
Poin
63
Pada hari pernikahanku,aku membopong
istriku.Mobil pengantin berhenti
didepan flat kami yg cuma berkamar satu.
Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya
begitu keluar dari mobil.Jadi
kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin
pria yg sangat
bahagia.Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.
Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti
secangkir air
bening: Kami mempunyai seorang anak, saya
terjun ke dunia usaha dan
berusaha untuk menghasilkan banyak uang.
Begitu kemakmuran meningkat,
jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.
Ia adalah pegawai sipil.setiap pagi kami berangkat
kerja bersama2 dan
sampai dirumah juga pada waktu yg
bersamaan.Anak kami sedang belajar di luar
negeri.Perkawinan kami kelihatan bahagia.

Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh
perubahan yg tidak
kusangka2.Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah.Aku berdiri di
balkon.dengan Dew yg
sedang merangkulku.Hatiku sekali lagi terbenam
dalam aliran cintanya.
ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.
Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg
menarik para gadis. "

Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku.
Ketika kami baru menikah,istriku pernah
berkata, "Pria sepertimu,
begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi
para gadis. "

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. Aku tahu
kalo aku telah
menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup
menghentikannya.
Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu
harus pergi membeli
beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan
dikantor"

Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah
berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi
semakin jelas dipikiranku
walaupun kelihatan tidak
mungkin.Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit
untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau
bagaimanapun ku
jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.
Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. Setiap
malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku
duduk santai didepan TV. Makan malam segera
tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2.
Atau,Aku akan menghidupkan
computer.


Suatu hari aku berbicara dalam
guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg
akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama
beberapa detik tanpa
bersuara.

Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah
sesuatu yg sangat jauh
dari bayangannya. Aku tidak bisa membayangkan
bagaimana ia akan
menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru
saja keluar dari
ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku
dengan mata penuh
simpati dan berusaha untuk menyembunyikan
segala sesuatu selama berbicara
dengannya.

Ia kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum
pada bawahan2ku.
Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning,
ceraikan ia, O.K.? Lalu kita
akan hidup bersama."

Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2
lagi.Ketika malam itu
istriku menyiapkan makan malam, ku pegang
tangannya,"Ada sesuatu yg
harus kukatakan"
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali
lagi aku melihat ada
luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus
berkata apa. Tapi ia tahu kalo
aku terus berpikir.
"aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini
dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia
bertanya secara
lembut,"kenapa?"
"Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya.
Jawaban ini membuat ia
sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan
berteriak kepadaku,"Kamu bukan
laki2!" .

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia
sedang menangis.. Aku
tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan
perkawinan kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg
memuaskan sebab hatiku telah
dibawa pergi oleh Dew.
Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku
menuliskan surat perceraian
dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30%
saham dari
perusahaanku.Ia memandangnya sekilas dan
mengoyaknya jadi beberapa
bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita
yg telah 10 tahun hidup
bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing
dalam hidupku. Tapi aku
tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras
didepanku,dimana hal tersebut tidak
pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya
merupakan suatu
pembebasan untukku.

Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa
minggu ini dan
sekarang sungguh2 telah terjadi .

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah
menemui klienku. Aku
melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek
aku segera ketiduran
.Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat
ia masih menulis. Aku
tertidur kembali. Ia menuliskan syarat2 dari
perceraiannya: ia tidak
menginginkan apapun dariku,tapi aku harus
memberikan waktu sebulan
sebelum menceraikannya,dan dalam waktu
sebulan itu kami harus hidup
bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan
segera menyelesaikan pendidikannya dan
liburannya adalah sebulan lagi
dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran
rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan
bertanya," He Ning, apakah kamu
masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita
ketika pada hari
pernikahan kita?

Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa
kenangan indah kepadaku .
Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu
membopongku dilenganmu", katanya,
"jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu
akan tetap membopongkuku
pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai
akhir bulan ini,
setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari
kamar tidur ke pintu ." Aku menerima dengan
senyum.
Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah
yg telah berlalu dan berharap perkawinannya
diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian
dari istriku. Ia
tertawa keras dan berpikir itu tidak ada
gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia
lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian
ini," ia mencemooh.

Kata2nya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan
lagi sejak kukatakan
perceraian itu. kami saling menganggap orang
asing. Jadi ketika aku
membopongnya dihari pertama, kami kelihatan
salah tingkah. Anak kami
menepuk punggung kami,"wah, papa membopong
mama,mesra sekali"

Kata2nya membuatku merasa sakit. Dari kamar
tidur ke ruang duduk, lalu
ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam
lenganku. Ia memejamkan
mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai
hari ini,jangan
memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku
melepaskan ia di pintu.
Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia
merebah di
dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa
mencium wangi dibajunya.
Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak
melihat dengan mesra
wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda
lagi.beberapa kerut tampak
di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar
sedang
dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku
merasa kalau kami masih
mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih
membopong
kekasihku dilenganku.
Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih
mengingatkan aku beberapa
hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg
telah ia setrika,aku
harus hati2 saat memasak, dll .Aku mengangguk.
Perasaan kedekatan
terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew
tentang ini.
Aku merasa begitu ringan
membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke
kantor bisa membuatku semakin kuat.Aku berkata
padanya,"kelihatannya
tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang
menunggu untuk membopongnya
keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak
bisa menemukan yg
cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku
kebesaran". Aku tersenyum. Tapi
tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus
itu sebabnya aku bisa
membopongnya dengan ringan bukan disebabkan
aku semakin kuat.
Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam
hati.Sekali lagi, aku merasakan
perasaan sakit
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.Anak kami
masuk pada saat
tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama
keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong
mamanya keluar menjadi bagian
yg penting . Ia memberikan isyarat agar anak kami
mendekatinya dan
merangkulnya dengan erat.
Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku
akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku
menyangganya dilenganku, berjalan
dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras.
Tangannya memegangku secara
lembut dan alami. aku menyanggah badannya
dengan kuat seperti kami
kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan
agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya
dilenganku, aku melangkah
dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah.
ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu
akan membopongku sampai kita
tua" Aku memeluknya dengan kuat dan
berkata "antara kita saling tidak
menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat
menguncinya.Aku takut
keterlambatan akan membuat pikiranku
berubah.Aku menaiki tangga.
Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf
Dew, Aku tidak ingin
bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget.
Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam".
Kutepiskan tangannya dari dahiku"maaf,Dew,Aku
cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin
bercerai.
Kehidupan rumah tanggaku membosankan
disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2
dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak
saling mencintai lagi.
Sekarang ku mengerti sejak aku membopongnya
masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku.
Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta
maaf padamu"

Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan
tamparan keras kepadaku dan
menutup pintu dgn kencang dan tangisannya
meledak.

Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam
perjalanan aku melewati
sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga
kesayangan istriku

Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu
ucapan? Aku
tersenyum, dan menulis " Aku akan
membopongmu setiap pagi sampai
kita tua..."
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.