Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
" Selamat ya Nak... anda hebat sekali. Papa bangga sekali dengan diri mu. "
Begitu ucap orang tua ketika tau anak nya jadi pemenang 1 di kelas nya.
Sebut saja anak itu nama nya adalah Anton.
Anton adalah anak tunggal. Papa mama nya adalah seorang pelaku bisnis yg sukses.
Anton sering jadi pemenang 1 di sekolah nya. Tujuan nya adalah dia harap menciptakan orang tua nya bangga. Anak mana sih yg tidak harap menciptakan orang tua nya jadi bangga.
Dan memang ternyata benar, orang tua nya bangga sekali dengan prestasi Anton.
Sampai suatu saat Anton pindah sekolah. Di sekolah yg baru ada banyak anak pintar dari berbagai daerah.
Kali ini persaingan semakin keras, & Anton sekarang turun jadi pemenang 10.
Bayangkan, biasa sering pemenang 1, sekarang pemenang 10.
Sungguh Memalukan.
Dia sedih sekali, & merasa sudah mengecewakan hati orang tua nya. Sekarang orang tua nya tidak lagi bangga dengan nya.
Dia marah & kecewa pada diri nya sendiri, karena tidak lagi dapat menciptakan orang tua nya bahagia.
Sungguh saya anak yg tidak berguna. Tidak berbakti pada orang tua. Tidak dapat membahagiakan orang tua ku.
Stop hingga disini dulu.
Tarik nafas dulu.... relax.
Perhatikan pola cerita nya.
Apakah anda pernah mengetahui pola seperti ini ?? Atau jangan jangan anda pernah mengalami hal yg seperti itu ??
Sharing yaa...
Lanjut...
Dari sini kelihatan pola nya bahwa
ANTON sudah menjadikan PRESTASI sekolah sebagai INDENTITAS dia.
Baca & renungkan kalimat diatas ...IDENTITAS.
Ini sangat vital .
Ketika seseorang menaruh IDENTITAS nya pada sebuah HASIL, maka siap siap ... Hidup nya akan diombang ambing keadaan.
Manusia akan jadi kehilangan arah, ketika INDENTITAS nya sudah dipertanyakan atau hilang.
Menempatkan IDENTITAS pada HASIL ini adalah keputusan yg sangat FATAL.
Hal ini akan mengundang kekecewaan, penderitaan datang lagi & lagi.
Kenapa begitu ??
Hasil itu dapat berhasil & gagal.
Kalau Hasil gagal, itu masalah kecil kalau tidak ada indentitas di dalam nya. Gagal sekarang, kita dapat kita ulang lagi, no problem. Bukankah kegagalan adalah bagian dari kesuksesan ??
Gagal itu biasa, tidak ada yg nama nya gagal, yg ada BELAJAR.
Masok akal ??? Ohh... YEsss Yess... Dahsyat.
Yang parah kalau didalam hasil ada IDENTITAS di dalam nya.
Sehingga kalau GAGAL maka IDENTITAS itu ikut tenggelam bersama hasil itu. Ini yg parah.
Hasil gagal itu tidak masalah, tetapi kalau IDENTITAS yg gagal... Hmmmm...
Tau sendiri kan apa akibat nya saat orang sudah kehilangan IDENTITAS nya ???
Kita kembali ke cerita Anton.
Dari sini semua bergantung pada peran orang tua nya ANTON.
Kalau orang tua anton merasa kecewa atas prestasi Anton yg menurun, maka secara tidak langsung
Orang tua Anton MEMBENARKAN bahwa IDENTITAS Anton ada pada sebuah hasil.
Akibat nya Anton akan berusaha dengan SEGALA MACAM cara untuk mendapatkan kembali IDENTITAS nya sebagai anak yg berprestasi. Halal haram urusan belakang yg penting hasil nya dapat bikin orang tua bahagia.
Yes benar, Segala macam cara akan dia pakai,
dan kalau berhasil ,
maka cara ini akan dia pakai terus untuk memperjuangkan hasil yg lain nya supaya bukti diri nya tetap Exist.
Ketika masih sekolah IDENTITAS nya adalah NILAI sehingga dia jadi halalkan segala macam cara untuk mendapatkan itu.
Ketika udah dewasa IDENTITAS nya adalah KEKAYAAN.
Maka dia pun halal kan segalam macam cara demi mendapatkan itu. Untuk apa ??
Mempertahankan INDENTITAS nya.
Ini loh asal muasal dari terjadi nya kejahatan.
Orang mengerjakan Korupsi itu awal nya dari sini.
Ada peran lingkungan yg akbar sekali dalam mendukung terjadi nya Korupsi.
Tidak percaya ??
Misal kan Anton ini ketika akbar jadi KORUPTOR.
Coba deh perhatikan orang sekitar Anton, pasti sangat memuja kekayaan.
Bener apa bener ???
Logika nya .. buat apa dia korupsi kalau orang tua nya tidak terlalu peduli dengan kekayaan dia ?? Buat apa korupsi & jadi kaya raya kalau teman teman nya tidak mendewa dewa kan kekayaan ??
Kalau orang tua nya sejak awal tidak menekan kan bahwa kebahagiaan mereka ( orang tua ) tidak tergantung pada HASIL anak, tetap mensayangi anak seperti apa ada nya, apa iya si anak itu ketika akbar akan jadi koruptor ??
Renungkan ini bener bener. Perhatikan pola nya. Hati hati sekali dalam mendidik anak anak anda, khususnya ketika membentuk IDENTITAS anak. Peranan orang tua akbar sekali dalam hal ini.
Karena IDENTITAS anak perdana kali, dibentuk dari IDENTITAS yg di setujui oleh orang tua nya.
Tanyakan ulang..
sebagai orang tua.. saya akan bahagia kalau anak saya.... ( isi sendiri )
Kalau anda sebagai orang tua, cuma akan BAHAGIA kalau anak anda jadi JUARA KELAS, kalau nilai matematikanya 100, kalau ulangan nya bagus,
Maka siap siap,
Anda sudah berperan dalam membentuk IDENTITAS palsu yg berdasarkan pada HASIL.
Dampak nya di masa depan... hmmm fatal.
Fokus pada mengatakan IDENTITAS.
Tanyakan ulang, apa iya bukti diri kita bergantung pada kesuksesan kita ??
Kesuksesan itu adalah HASIL dari mengerjakan sesuatu, bukan merupakan IDENTITAS.
Coba review ulang cerita Anton diatas.
Saya bantu review ya :
Pesan moral : Cintai diri anda, Cintai anak2 anda dengan apa ada nya. jangan menaruh bukti diri pada HASIL.
Identitas bukan lah HASIL, menempatkan IDENTITAS pada HASIL sebenar nya itu adalah tindakan menanam penderitaan dalam diri anda sendiri.
Masok akall ???
Joss ??
Dapat pelajaran nya ??
Sudah di catat ??
Mari kita guncang bumi dulu.... ooo.. Yesss
Thank you and i love you.
Hari ini 06:10