Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
"IBUKU PILIH KASIH"
"Nesa... Tolong ambilin adek anda minum! Dia keselek nih." teriak Ibuku.
"iya, Bu" ucapku langsung segera mengambil minum.
Aku Nesa. Seorang anak sulung & mempunyai seorang adik perempuan yg sangat manja. Umur kami berjarak cuma dua tahun. Ibuku sudah menyandang gelar single parent sekitar 5 tahun yg lalu. Mulai dari setelah Ayah meninggal,Ibu seolah menjadikan babu bagi Ibu & Adikku. Apa yg disuruhnya harus segera dilasanakan. Kalau tidak saya harus menerima cacian yg seolah jadi makanan sehari-hari.
Ibu juga bilang saya harus banyak mengalah untuk adikku. Ingin rasanya saya mendebatnya. Rapi mulut seolah terkunci & tidak dapat berkata-kata. Aku bahkan berpikir apakah saya bukan anak kandungnya.
Aku berlari tergopoh-gopoh dari dapur & segera menyerahkannya kepada Mely, Adikku.
"lama amat sih! Nggak tau apa tenggorokan Mely sakit banget"kata Ibu. Mely cuma menatapku diam.
"dapat kerja nggak sih! "hardik Ibu.
"maaf, Bu"lirihku. Air mataku mulai menggenang. Tak dapatkah Ibu berlaku lembut sebagaimana ia memperlakukan Mely.
"maaf, maaf udah pergi sana! Cuciin piring! Jangan cuma bengong mulu kerjaan." hardik ibu. Aku mengangguk pelan.
Aku bergegas kedapur. Disana airmataku tak dapat dibendung lagi. Dunia begitu tak adil. Tuhan tak pernah memberikanku kebahagiaan.
"Ayah, jemput Nesa, Nesa udah nggak sanggup lagi"
_ _ _
Keesokan harinya setelah pekerjaan rumah selesai saya kerjakan,aku beranjak hendak kekamar. Diruang tengah saya melihat Ibu & Mely sedang bercanda berbagi kebahagiaan.
Aku bergegas menghampiri mereka. Ternyata ibu membelikan Mely baju baru.
"Bu, baju buat Nesa mana?"tanyaku. Yang langsung dihadiahinya tatapan tajam & mematikan.
"nggak ada buat anda kerja dulu sana baru nanti Ibu kadih anda baju bekas Mely. "ucap Ibu kesal sambil menatapku tajam. Aku tersenyum getir. Sesuai dugaanku, Ibu pasti akan marah padaku.
"ini buat Kakak aja."ucap Mely sambil menyodorkan baju itu. Aku tahu perlakuan manis itu cuma ia tampilkan didepan Ibu. Ia cuma mencari muka didepan Ibu.
"nggak usah, buat anda aja" ucapku dharap.
"lihat! Adekmu begitu baik sedangkan anda tidak tahu diri" saya menelan salivaku susah payah. Ini yg paling saya benci. Dibandingkan.
"yang tidak tahu diri apanya,sih Buk? Semua yg ibu suruh sering saya kerjakan."teriakku. Amarah yg sering aka tahan sudah tak terbendung lagi, Ini sangat keterlaluan.
"lancang kamu! Sudah berani sekarang malawan Ibu? Anak durhaka kamu! Dasar tak tahu diuntung!"teriak Ibu murka.
"iya! Aku anak durhaka, Bu! Semenjak Ayah meninggal, Ibu sering menjadikan babu kalian berdua! Jangan-jangan saya anak pungut lagi. "
'plakk'
"keterlaluan kamu, Nesa! Mulai sekarang anda bukan anak Ibu lagi!" saya merasakan panas menjalar dipipiku. Sakit dipipiku & dihatiku seolah sedang mengolok-olok anak malang ini.
"baiklah, Bu kalau memang ini yg Ibu harapkan, saya akan pergi & tak akan menampakkan wajahku lagi dihadapan kalian"cetusku & segera beranjak kekamar. Sedari tadi Mely cuma diam menonton perdebatan kami. Memang mungkin ini yg dia harapkan. Menjadi putri Ibu satu-satunya.
Setelah selesai membereskan bajuku saya segera pergi meninggalkan rumah ini. Rumah dimana saya dibesarkan dengan penuh kasih sayang . Kini saya harus meninggalkannya dengan penuh cacian. Mengapa saya harus dilahirkan kalau cuma untuk menderita?
Mely bersedih melihat kepergianku. Sedangkan ibu tak mau melihatku & memalingkan wajahnya. Aku pergi dengan cuma berbekalkan uang dua ratus ribu. Aku menaiki bus yg akan pergi kekota.
Sehingganya disana saya mmenatap gedung perkotaan depngan penuh gairah. Disini saya akan memulai hidup baruku. Tanpa Ibu & juga tanpa Mely.
_ _ _
5 tahun berlalu
Aku kembali kekampung halamanku setelah saya sukses dengan bisnis properti. Aku jadi wakil direktur diperusahaan itu. Berkat kegigihanku dulu waktu sekolah.
Aku memilih menjenguk ibu. Bagaimanapun dia adalah Ibuku. Sehingganya disana saya menatap rumah yg sepi. Dan juga tak terawat. Aku mulai mengetuk pintu & mengucap salam.
terdengar sahutan dari dalam. Pintu pun terbuka. Menampilkan sosok wanita tua yg sudah keriput.
"maaf, cari siapa, ya? "tanya Ibu.
"ini saya ,Bu Nesa" ucapku tersenyum kecil.
"masyaallah, ini kamu, nak? " saya mengangguk kecil. Ibu segera memelukku.
"yaampu, nak maafin Ibu "
"udah, Bu Nesa juga minta maaf sama ibu"
"Mely mana, Bu"tanyaku. Raut paras ibu terlihat sedih.
"Mely udah meninggal"
"astagfirullah, innalillahi"
"nak, sebenarnya ibu nggak pilih kasih sama kamu. Meli itu punya kanker, makanya ibu perhatiin dia dengan baik. Ibu ngerahasiain ini semua dari kamu. Dan juga ibu yakin anda dapat mengurus diri anda tanpa ibu suruh . Karena ibu yakin anda mampu. Cuma waktu itu Ibu capek banget & nggak sengaja malah ngusir anda dari rumah. Satu tahun dari itu Mely meninggal. Dan berwasiat kalau ibu ketemu sama anda lagi, dia mau minta maaf, maafin Ibu, nak"
Aku terkejut mendengar penuturan Ibu. Aku sudah salah sangka kepada Ibu & Mely. Aku segera memeluk Ibu erat & terus meminta maaf kepadanya.
Seluruh ibu pasti harap memberikan yg terbaik untuk anaknya. Kini saya cuma tinggal bersama Ibuku. Dan sedapat mungkin saya akan membahagiakannya.
Hari ini 16:30