Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Assalamu'alaikum Gansis
Hari pahlawan diperingati pada tanggal 10 November. Dan pada saat itu juga, banyak orang tumbang untuk membela negeri ini. Mereka sangat pantas disebut sebagai pahlawan. Keberanian & tekad mereka untuk merebut kembali Indonesia, patut dikenang hingga sekarang.
Pahlawan pada zaman sekarang sangatlah banyak. Namun, keberadaan mereka terkadang tidak banyak diketahui orang-orang sekitar.
Sosok pahlawan yg saya kagumi & kusayangi adalah Ibu. Wanita yg rela mengandung selama 9 bulan lamanya. Saat melahirkan pun hidup & mati beliau perjuangkan, demi anak yg dilahirkannya selamat & tak kurang suatu apapun.
Merawat bayi mungil dengan penuh kasih sayang. Merelakan waktu tidurnya dengan menyusui anaknya supaya tidak kekurangan ASI di tengah malam. Ibu tetap tersenyum walaupun paras lelahnya begitu kentara. Bayi yg kumaksud adalah diriku.
Aku tahu pengorbanan pada anaknya sangat besar. Setelah diriku mempunyai momongan, baru saya mengetahui ternyata inilah yg dirasakan seorang Ibu.
Beliau adalah Ibu Kenik. Wanita yg tak mau diam di rumah untuk sekadar beristirahat setelah pergi ke ladang. Dari pergi pagi hingga pulang menjelang siang. Panasnya mentari tak pernah beliau rasakan. Yang terpenting, tugasnya di ladang sudah selesai. Kalaupun belum, pada sore hari baru dilanjutkan.
Beliau sudah berumur 52 tahun. Namun, semangatnya masih tetap seperti dulu. Tidak pernah mengeluh atas apa yg beliau kerjakan. Meskipun kelelahan setelah ke ladang, beliau masih sempat memasak nasi & lauk untuk makan malam. Ya, Ibuku tidak mau menanak nasi dengan alat penanak nasi listrik. Katanya, bau nasinya kurang harum. Saat saya masih kecil hingga sekarang, Ibu masih memasak pada pawon. Seperti tungku yg terbuat dari batu bata yg luarnya dilapisi dengan tanah liat.
Bukannya saya tidak mau menolong kedua orang tuaku, tetapi beliau akan marah kalau uang yg kuberikan padanya terbuang sia-sia. Maka dari itu, kubelikan sembako atau keperluan sehari-hari.
Orang tua tidak pernah meminta apa yg sudah mereka korbankan pada anaknya. Hanya melihat kebahagiaan & senyum semringah dari anaknyalah yg dapat meruntuhkan beban di pundak mereka.
Wanita berparas ayu itu kujuluki wanita multitalent. Bagaimana tidak? Ibu sanggup menguasai semua pekerjaan dalam sehari. Menjadi koki, sekretaris, bendahara, guru, petani, pendongeng, ustadzah, jadi teman curhat, sekaligus jadi istri yg berbakti pada suami, serta banyak yg dapat dilakukan asal semua itu hal yg positif.
Aku setelah menikah & tinggal di rumah sendiri, semangat beliau masih tetap sama. Jikalau Ibu sakit karena kecapekan, beliau pun masih sempat menyambangi ladangnya. Terkadang, saya nasihati tetapi jawabannya sama seperti yg dulu.
"Kalau diam saja di rumah nggak enak, Ndok. Lebih baik beraktifitas."
Mungkin kebiasaan Ibu dari kecil sangat giat. Diam sedikit saja merasa tidak nyaman.
Semoga Ibu Kenik sehat selalu. Tak lupa juga doa untuk Bapak yg sering menyayangi Ibu terlebih kedua anaknya ini & semua keluarga. Aamiin.
Gresik, 15 November 2020
Sumber narasi : oppri
Sumber gambar : dokpri