Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sepertinya para jomblo dimasa depan akan semakin banyak, mereka takut untuk menikah & punya anak banyak kayak gen halilintar. Bahkan yg sudah menikah, satu anak pun cukup tak harap menambah beban hidup yg sudah berat.
Kenapa seperti itu? Biaya melahirkan akan semakin tinggi bebannya, pajak untuk ibu hamil mulai mengintai. Pemerintah memang akhir-akhir ini sedang gencar mempertimbangkan untuk memcari dana lewat pajak.
Bukan tanpa alasan, negara kalau tidak disokong dana yg cukup maka akan gulung tikar. Namun sayangnya dana pajak seringkali masuk kantong pribadi dibandingkan negara, hal yg menciptakan geram tetapi solusinya cuma masuk lapas suka miskin, keluar lapas malah jadi kaya.
Sedangkan yg benar-benar miskin, mengerjakan tindakan pencurian taruhannya nyawa. Bisa di amuk massa, di tembak polisi hingga babak belur, & keluar lapas balik lagi mencuri karena gak ada kerjaan, sudah nyaman di penjara, dikasih makan, dikasih tempat tinggal, dikasih fasilitas lainnya.
Andai saja para koruptor sanksi mati secara live di televisi, mungkin akan beda cerita. Mereka yg tertangkap boro-boro senyum, & melambaikan tangan seperti pahlawan menang perang. Tapi inilah realita yg terjadi
Okeh, balik lagi dengan ibu hamil adanya rencana pemberlakuan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN)pada kesehatan menciptakan mereka bingung, dimasa pandemi ketika masyarakat sedang susah kok wacana pajak mencuat? Mau bikin stress masyarakat lantas kena covid massal lalu meninggal untuk mengurangi jumlah penduduk? Jelas, salah satu imun menurun stress jadi salah satu penyebabnya.
Kita semua tahu beban negara dengan hutang yg menumpuk dengan angka yg cukup fantastis yaitu menurut data per akhir Maret 2021 mencapai Rp6.445,07 triliun atau setara dengan 41,64 persen dari PDB Indonesia.
Sedangkan untuk melunasi hutang itu butuh dana & sistem pelunasan berjalan sebagaimana mestinya, tentu saja dimasa pandemi seperti ini negara juga ketar ketir. Belum lagi bobroknya birokrasi, bobroknya moral pejabat, semakin menambah bocornya anggaran negara supaya lepas dari jerat hutang.
Jalan keluar yg simple tetapi semua orng pakai adalah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sembako,sekolah, hingga pelayanan kesehatan medis, termasuk rumah bersalin. Rumah sakit swasta tentu jadi target untuk mendulang pajak, biaya melahirkan akan semakin membengkak.
Quote:
Sedikit kutipan tentang hal ini, supaya informasi ini berguna bagi agan & sista.
Wacana pajak ada di draft Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum & Tata Cara Perpajakan (KUP).
Pada Pasal 4A Ayat 3 dijelasakan, jasa pelayanan kesehatan medis yg terdapat dalam poin A dihapus dari tipe jasa yg tidak dikenakan PPN.
Dan rencana penetapan pajak tersebut akan dibahas oleh pemerintah & parlemen di tahun ini, karena sudah ditetapkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.
Awalnya hal ini tidak kena biaya pajak maka dengan adanya wacana ini jasa medis akan terkena pajak.
Selain biaya melahirkan kena pajak, terdapat jasa lain yg termasuk dalam pelayanan kesehatan medis berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 49 Tahun 2009, yakni:
Jasa dokter umum, dokter spesialis, dandokter gigi
Jasa dokter hewan
Jasa pakar kesehatan seperti pakar akupunktur, pakar gigi, pakar gizi, & ahlifisioterapi
Jasa kebidanan & dukun bayi
Jasa paramedis & perawat
Jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium kesehatan, & sanatorium
Jasapsikolog & psikiater
Jasa pengobatan alternatif, termasuk yg dilakukan oleh paranormal.
sumber kutipan
Oke, setelah melihat hal ini apakah anda takut untuk menikah? Butuh persiapan matang kalau harap menikah, bukan cuma jiwa & raga tetapi uang berlimpah.
Sebab, dari biaya pernikahan, biaya hamil hingga melahirkan, sekolah, sembako, & kesehatan akan meningkat. Kalau tak punya uang, lebih baik jangan paksakan untuk menikah berdo'a saja ada sugar daddy atau janda kaya melirikmu.
Asal jangan para jomblo sering keluar lokalisasi, duh menambah masalah baru ini tidak menikah namun sex bebas berkembang.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik
Pic : google