Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Photo by DSD from Pexels
Hai Useless People! Thread kali ini akan panjang. Mungkin jadi thread terpanjang yg pernah saya buat di Kaskus hingga saat ini. Jadi, siapkan kopi & camilan.
Lets Get It Started!
Beralih sejenak dari pandemi yg sudah saya bahas beberapa kali. Sekarang saya harap membicarakan tentang korupsi. Karena sedang hangat diskon sanksi bagi para koruptor. Padahal belum lebaran & natal, kok ya udah main diskon aja.
Diskon Hukuman Para Koruptor, Apa Yang Terjadi?
Saat berbicara tentang koruptor, pertanyaan yg sering muncul adalah Apa sanksi yg pas untuk koruptor?
Pertanyaan yg juga ada di salah satu tugas mata kuliah Character Building pada semester 2 perkuliahan saya. Karena tugas dikumpulkan via file sharing di google drive. Saya dapat mengintip apa jawaban sohabat-sohabat saya.
Seperti dugaan, 11 dari 10 orang menjawab sanksi mati adalah sanksi yg pas untuk koruptor. Selain introvert, ternyata sohabat-sohabat saya juga berjiwa psikopat.
Tapi saya tidak setuju dengan sanksi mati bagi koruptor? Alasannya akan saya taruh akhir thread. Sekarang saya akan memberikan 2 opsi sanksi yg pas untuk koruptor, menurut saya.
Pertama. Dipenjara. Berapa lama? 2 tahun saja. Lohe, lohe, kok enak? Tunggu dulu, tentu ada syarat & ketentuan yg berlaku.
Ini syarat & ketentuannya. Koruptor ditempatkan di sel isolasi kedap suara. Dengan lampu yg menyala 24x7. Kenapa 24x7? Karena tidur terbaik itu saat keadaan gelap.
Lalu, pastikan juga di sel tersebut dilengkapi speaker & diputarkan musik Karl Mayer - Reverse 24x7. Search di youtube saja yg belum tau.
Terakhir, jangan berikan kesempatan sama sekali untuk keluar sel/mendapatkan cahaya matahari. Dalam sel jangan dipasang jam. Agar koruptor tak tau siang/malam.
Kombinasi semua itu akan menciptakan koruptor susah tidur. Begadang tiap hari tanpa nonton bola.
Kelihatan enteng? Ya dicoba aja. Saya yakin, belum ada setahun koruptor udah gila. Kok yakin? Lha kalian disuruh 2 pekan di rumah aja udah stress. Padahal dari yg gak betah itu ada yg punya berbagai fasilitas untuk tetap di rumah. Apalagi yg diam di sel isolasi setahun dengan syarat & ketentuan di atas.
Pastinya, opsi perdana itu harus dilakukan dengan penjagaan ketat. Kalo perlu bikin penjara khusus.
Kedua. Asingkan ke pulau tak berpenghuni. Sebagai negara dengan belasan ribu pulau, tentu ada pulau yg tidak berpenghuni. Pulau tersebut tentu cocok dijadikan tempat untuk pengasingan koruptor. Ketimbang bikin penjara baru, asingkan saja koruptor ke pulau tak berpenghuni.
Pertanyaannya, berapa lama diasingkan? Semua koruptor divonis 2 tahun. Setahun sekali mereka akan dicek, masih hidup tidak. Jika ada yg masih hidup mereka dapat dipindah ke penjara. Tapi penjara isolasi seperti di opsi pertama.
Konsepnya mirip-mirip sama game battle royal l. Cuma gak perlu saling bunuh, cukup bertahan hidup saja. Niscaya, koruptor akan menyesal, kenapa dulu gak ikut pramuka pas sekolah.
Sebelum menjalani salah satu opsi hukuman, semua harta koruptor harus disita negara. Lalu, kedua sanksi tersebut akan lebih baik kalau didokumentasikan & diolah untuk dijadikan konten.
2021 bos! Semua harus jadi konten! Pokoknya konten! Konten! Konten! Keguguran anak aja dapat jadi konten!
Saya yakin, pasti banyak pemuda yg berminat menolong jadi videografer & video editor. Jika konten tersebut mendapatkan sambutan yg baik, pasti banyak sponsor berdatangan. Sebagian dari keuntungan tersebut dapat dipakai untuk biaya operasional sanksi koruptor selanjutnya. Dan jajaran terhormat yg ada di pemerintahan & dewan perwakilan wajib tonton setiap senin pagi sebelum memulai pekerjaan.
Lalu banyak yg berpikir Itu ujung-ujungnya juga sanksi mati. Memang. Tapi ini sanksi mati dengan gaya.
FYI. Dulu, selain jadi sanksi bagi kriminal, sanksi mati juga jadi hiburan bagi masyarakat. Dulu orang tidak menunggu kapan ada konser, tetapi menunggu kapan ada yg dihukum mati.
Ada cerita menarik dari sanksi mati. Jadi, dulu pernah ada sanksi mati dengan alat bernama guillotine. Intinya sih penggal kepala. Nah, metode sanksi mati dengan guillotine ini banyak diprotes masyarakat. Kenapa? Karena terlalu efektif, terlalu cepat menciptakan mati. jadi kurang menghibur. Ya bayangin aja, misal kalian udah nunggu band favorit kalian ngadain konser di Indonesia, pas akhirnya konser, baru nongol langsung nyanyi encore. Kan yo ramashok!!!
source
Akhir kata, alasan saya tidak setuju sanksi mati untuk koruptor adalah, karena sanksi mati di indonesia itu mahal. 200 juta untuk satu terpidana. 200 juta itu juga uang rakyat. Kalo ngirim koruptor ke pulau tak berpenghuni kan biayanya gak sebesar itu biayanya.
Hukuman Mati Ternyata Tak Murah, Ini Rincian Biayanya
Intinya, buat koruptor mati perlahan. Buat koruptor merasakan kegetiran di tiap detik di sisa hidupnya. Jika dapat, dijadikan konten & ditayangkan. Kan kita suka melihat orang lain menderita. Koruptor itu harus dibina, dibinasakan.
Melanggar HAM? YA BODO AMAT
Jadi, apa sanksi yg pas untuk koruptor versi kalian?
KEEP READ AND SOUND
Baca Juga Thread Lainnya
SUKA DUKA JUALAN PULSA DI SEKOLAH HT
Move On Dulu Atau Mencari Pengganti Dulu?HT
Yang Semakin Berubah Dari Kampung Halaman
Didi Kempot - Menuju Tak Terbatas Dan Melampauinya HT
Sebuah Pelajaran Dari Dua Centang Biru
Gopay vs OVO : Siapa Yang Akan Menang?
Keabsurdan Pendidikan Indonesia
Menjadi Pesayang Alam Sejati HT
Karena Perasaan Memang Jualan Paling Laris
Jalanan - Tempat Termudah Untuk Bersyukur & Mengeluh
Iman Yang Kalkulatif
Koar-koar Menolak Valentine & Pacaran. Buat Apa?
5 Lagu Ini Akan Membuat Kalian Mulai Melirik BTS
Memilih atau Dipilih?
Mencoba Menonton Theater JKT48 Untuk Pertama KaliHT
Kata Siapa Cowok Gak Pernah Nangis Saat Patah Hati?
Didi Kempot - (Terus) Menuju Tak Terbatas Dan Melampauinya
Pendidikan di Tengah Pandemi: Ketika Bisnis Membutakan Nurani
KALIAN NGGAK SPESIAL!!!
Sopir Truk: Sang Filsuf Jalanan
TEMPORARY PEOPLE
Kelas Tambahan di Malam Gerimis
Mau Keluar Dari Zona Nyaman? Baca Ini DuluHT
Hal-hal Terbaik Yang Saya Dapatkan Di 2020
Puasa: Ibadah yg (Tak Lagi) SederhanaHal-hal Terbaik Yang Saya Dapatkan Di 2020
Tidak Mudik
Mencoba Berlebaran di Perantauan Untuk Pertama Kali
Selamat Ulang Tahun Bu Khofifah
Ulang Tahun: Sebuah Refleksi Kehidupan HT
Kesenjangan yg Kian Nyata Kala Pandemi Melanda
PPKM Level: Sebuah Review HT
Karena Nyawa Bukan Sekadar Angka
Maaf: Sebuah Perspektif
Hari ini 18:48