• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hukuman Mati yg Dilakukan oleh Gajah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Hukuman mati oleh gajah adalah suatu metode eksekusi yg selama ribuan tahun sudah dilaksanakan d Asia Selatan & Tenggara, khususnya di India. Gajah Asia, dipakai untuk meremukkan, menghancurkan, atau menyiksa tawanan di depan umum. Gajah-gajah tersebut sudah dilatih sehingga sanggup untuk langsung membunuh atau terlebih dulu menyiksa korbannya pelan-pelan.

Metode ini pada zaman dahulu sering menciptakan ngeri orang-orang Eropa yg datang ke Asia. Banyak jurnal & catatan yg dibuat oleh orang Eropa mengenai metode ini. Ketika bangsa Eropa menjajah bangsa-bangsa Asia, cara ini mulai dilarang.

Di Eropa sendiri, bangsa Romawi & Carthage pernah mengpakai cara ini untuk menghukum para prajurit yg memberontak.


Quote:
Asia Barat

Spoiler for Gambar:
Hukuman Mati yg Dilakukan oleh Gajah



Pada zaman pertengahan, eksekusi oleh gajah dilakukan di beberapa wilayah di barat, termasuk Kekaisaran Bizantium (Romawi timur), Sassanid (Persia), & Seljuk (Turki). Seorang Kaisar Sassanid bernama Khosrau II, yg memiliki 3,000 istri & 12,000 budak wanita, suatu hari mengharapkan Hadiqah (putri dari Na'aman) untuk dijadikan istri. Namun Na'aman (yang beragama Kristen) tak mau putrinya memasuki agama Zoroaster. Karena penolakan ini, Na'man pun dihukum dengan cara diinjak oleh gajah hingga mati.

Rabbi Petachiah, seorang pengelana dari Ratisbon, melaporkan seksekusi oleh gajah dilakukan di Mesopotamia utara yg saat itu dikuasai oleh Seljuk. Di sana, ketika Sultan sudah menyatakan sanksi mati untuk seseorang, maka ada orang-orang yg akan berkata pada gajah, "orang ini bersalah." Gajah itu lalu akan mengambil sang korban dengan mulutnya, melemparkannya tinggi-tinggi & membunuhnya.





Quote:
Sri Lanka
Spoiler for Gambar:
Hukuman Mati yg Dilakukan oleh Gajah


Pelaut Inggris bernama Robert Knox pada tahun 1681 pernah ditawan di Sri Lanka. Di sana dia menyaksikan eksekusi dengan memakai gajah. Knox mengatakan bahwa Gajahnya memakai suatu besi dengan tiga ujung tajam di gadingnya. Gajah itu lalu menusuk korbannya dengan besi itu & mengacak-acak organ tubuh sang korban.

Diplomat Inggris Sir Henry Charles Sirr pernah berkunjung ke Sri Lanka & menceritakan sanksi mati oleh gajah atas perintah raja Sri Vikrama Rajasinha. Beginilah kutipan ceritanya:

....Sang pemimpin memberi perintah pada gajah, 'bunuh orang itu!' Sang gajah lalu mengangkat belalainya & menginjak-injak tanah. Sang pemimpin lalu berkata, 'Selesaikan sekarang,' & sang gajah meletakkan satu kaki di atas kepala korbannya sementara satu kaki lainnya di atas perut korbannya, & dengan sekuat tenaga gajah itu menghancurkan tubuh orang malang itu...



Quote:
India​

Spoiler for Gambar:
Hukuman Mati yg Dilakukan oleh Gajah


Di India, selama berabad-abad gajah sudah dipakai untuk menghukum pelaku kriminal. Manu Smriti atau Hukum Manu, yg ditulis pada 200 M, menyatakan bahwa kalau ada pencurian, maka pencuri tersebut harus dihukum dengan mengpakai gajah. Pada tahun 1305, Sultan Delhi memerintahkan eksekusi pada para tawanan Mongol, sang Sultan menyuruh supaya mereka diinjak oleh gajah di depan umum.

Penggunaan gajah sebagai alat eksekusi berlanjut hingga zaman ke-19. Dalam sebuah ekspedisi di india pada 1868, Louis Rousselet menggambarkan eksekusi seorang pelaku kriminal oleh gajah. Dia menceritakan bahwa sang terhukum harus meletakkan kepalanya di sebuah tumpukan balok, lalu sang gajah akan meremukkan kepala korban dengan kakinya.


Quote:
Asia Tenggara​

Spoiler for Gambar:
Hukuman Mati yg Dilakukan oleh Gajah


Pada zaman dahulu, Gajah dipakai sebagai alat sanksi mati di Burma, juga di kerajaan Champa. Sedangkan di kerajaan Siam, gajah-gajah dilatih untuk melempar korban ke udara sebelum menginjak mereka hingga mati. John Crawfurd menyaksikan eksekusi oleh gajah di Kerajaan Cochinchina (Vietnam selatan) ketika dia jadi duta Inggris pada tahun 1821. Crawfurd menceritakan bahwa pelaku kriminal diikat di kayu, lalu seekor gajah berlari ke arahnya & menginjak-injaknya hingga mati.



Quote:
Kekaisaran Barat


Spoiler for Gambar:
Hukuman Mati yg Dilakukan oleh Gajah



Romawi, Carthage, & Yunani Makedonia adakalanya mengpakai gajah untuk eksekusi. Pemberontak, tawanan perang, & penjahat perang banyak yg mati di bawah kaki hewan akbar ini. Perdikkas, seorang pemimpin Makedonia, pernah menghukum 300 orang pemberontak dengan cara melemparkan mereka pada gajah-gajah, yg langsung saja menginjak-injak tubuh mereka hingga hancur.

Penulis Romawi Valerius Maximus mencatat bagaimana Jenderal Lucius Aemilius Paulus Macedonicus melemparkan orang-orang untuk dinjak-injak oleh gajah kalau ada yg melanggar disiplin atau mengerjakan pemberontakan.



Sumber

Penyuting dari Alumni Mahasiswa Hukum S1 Untag Surabaya
Hari ini 14:33
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.