• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hujan Padamkan Kobaran Api di TNGL

Satubet111

IndoForum Newbie E
No. Urut
282752
Sejak
14 Mar 2014
Pesan
54
Nilai reaksi
0
Poin
6
Akhirnya kobaran api di Kawasan Hutan Lindung Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh Tenggara yang cukup lama meresahkan masyarakat setempat, sejak Jumat (21/3) telah padam setelah semalaman wilayah Bumi Sepekat Segenep itu diguyur hujan deras.

Kendati jalaran api telah padam, namun puluhan hektarr areal perkebunan karet yang berada di lereng TNGL belum dapat dimanfaatkan masyarakat akibat lalapan api sejak beberapa hari lalu Untuk mengantisipasi dan memastikan padamnya api, warga kembali melakukan penyisiran di lereng gunung.

Sudirman (39) kepada Analisa mengaku, dirinya bersama warga akan terus memastikan padamnya api pasca wilayah Bumi Sepakat Segenep diguyur hujan deras, karena dikhawatirkan bara api yang berada dibongkahan kayu besar akan dapat menjadi sumber api.

“Biasanya kalau hanya hujan, api yang ada di dalam bongkahan kayu tak akan mati, makanya kita akan sisir dulu dengan membawa alat semprot tangan. Memang kalau masih ada api pasti terlihat asapnya, tetapi sejauh ini belum terlihat ada kepulan asap yang berasal dari kawasan Gunung Teluk ini,”jelas Sudirman.

Selain disibukkan dengan melakukan penyisiran pada titik-titik yang dianggap rawan menjadi sumber api, warga Desa Batumbulan dan sekitarnya kini terlihat sibuk dengan kegiatan pembersihan lahan pasca dilalap api.

Kegiatan pembersihan lahan dilakukan secara bergotong royong sebagai bentuk pengalihan warga dari rutinitas sebagai penyadap karet, karena pohon karet yang selama ini sebagai sumber pendapatan mereka sudah nyaris mati akibat lalapan api.

Bagian batang karet yang telah terkena api terlihat mengelupas dan bahkan tak sedikit pohon karet milik warga sudah roboh, “Tidak mau menanggung beresiko, lebih baik kita liburkan dulu kegiatan penyadapan karet selama dua bulan ke depan.

Dari pada nanti kita nyadap terus pohonnya mati, makanya kita sepakat untuk gotong royong saja dulu,” tandas Anwar (32).
 
Terakhir disunting oleh moderator:
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.