• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hujan Eskrim, Kenangan Terindah Bersamamu

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
"Lo mau pesen apa Ren?" tawar Azril.

"Samain aja." jawabnya singkat.

"Batagor?" Azril meyakinkan.

Reno mengangguk pertanda setuju, lalu Azril pergi memesan, tak lama Azril sudah kembali membawa dua mangkuk batagor dengan hungry face. Batagor kini sudah tiba di depan mata, namun Reno malah tersenyum manis sembari menatap kosong makanan yg sudah lama ini hilang.

Batagor memang punya kenangan masa lalu baginya, Ia ingat betul saat perdana kali di kenalkan dengan makanan ini, oleh seorang gadis kecil bernama Putri, yg pernah jadi teman kecilnya di Bandung.

Waktu itu cuaca sedang hujan, Reno menunggu mobil yg biasa mengantar jemputnya, tetapi yg ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya Putri mengajak pergi ke kantin, untuk membeli sebungkus batagor gemolan & memakannya bersama disana sambil menunggu.

"Kamu kedharapan ya El?"

Siang itu hujan turun begitu deras, keduanya terpaksa pulang bersama ditengah-tengah hujan. Reno tidak membawa baju hangat, untung saja Putri membawa payung ke sekolah.

"Iya nih, mbrrr ...." ucap Reno menggigil kedharapan.

"Kamu pake baju hangatku aja, saya udah biasa kok hujan-hujanan, saya suka sama air hujan loh El." katanya sambil berjalan.

"Suka?" tanya Reno heran.

"Iya, soalnya saya lihat di TV kalau di luar negri hujannya eskrim, jadi mereka suka hujan-hujanan. Makannya saya juga suka, saya ngebayangin juga kalau hujan di sini bukan air, tetapi eskrim."

"Itu namanya salju, Put." Reno meluruskan.

"Ooh ... salju" ucap Putri polos.

"Nih ...." ujar Reno mengembalikan jaketnya.

"Kunaon -kenapa-, gasuka?" tanya Putri sambil menerima jaketnya yg berwarna pink.

"Bukan, saya mau coba bayangin juga kalau hujan di sini hujan eskrim, eh Salju." ujarnya sambil keluar dari payung & berlari ke tengah jalan yg sepi tanpa ada satupun kendaraan melintas.

"Ayo ikutan! ini beneran salju put." ajak Reno sambil mendongkakan kepala ke langit & mengangkat telapak tanganya ke atas.

"Wah ... benarkah?" tanya Putri penasaran sambil buru-buru menyimpan payungnya di tepi jalan, lalu keduanya bermain-main dengan hujan, berlari-lari saling kejar penuh kegembiraan.

Reno berhenti, "Sekarang saya juga suka hujan, put. Besok-besok kalau hujan, gini lagi yuk?" ajak Reno.

"Yuk!" jawab Putri singkat sambil tersenyum selebar-lebarnya.

Kemudian kedua bocah itu kembali berlari tanpa memikirkan sebabnya, ya namanya juga bocah yg dipikirkan cuma kesenangan. Di kejauhan terlihat lampu mobil menyoroti mereka berdua & hampir menabraknya.

"El awas mobil!" teriak Putri sambil menarik keras tangan Reno hinga keduanya terjatuh.

Buggg!

Sikut Reno berdarah tergores jalan raya, Ia meringis kesakitan tetapi mencoba tidak menampilkan rasa sakitnya di depan Putri.

"Kamu gapap-"

"Reno!" teriak seseorang mengejutkan mereka berdua.

Ia adalah Herlina ibunya Reno yg datang menjemput Reno tanpa sepengetahuan, sebenarnya Ia tidak mengharapkan sama sekali kedatangannya, tetapi meliha Reno sedang bermain air hujan di tengah jalan, Lina begitu marah.

"Heh, kenapa anda ngajakin Reno hujan-hujanan, kalau Sakit siapa yg repot. Pulang sana!"

"Reno, masuk! jangan main lagi sama anak itu, kalau nggak mama pindahin sekolah kamu." bentak Lina penuh amarah sambil menarik Reno masuk ke dalam mobil.

Reno meringis kesakitan, sekejam itulah Lina, Reno kemudian dibawa kedalam mobil, sedangkan Putri di tinggal sendirian.

Mobil melaju cepat, dari dalam Reno mencoba mendobrak jendela mobil, "Bu ajakin Putri bu, kasian dia ...." pintanya memelas penuh harap.

Tapi Lina tidak mau mendengar, mobilnya sudah melaju jauh & Putri sudah tak terlihat lagi. Reno menyesal lalu menangis tersedu-sedu.

"Kok ngelamun, Ngiler?" tanya Azril heran melihat Reno yg terus melamun memperhatikan makanan itu.

Baca selengkapnya di : https://my.w.tt/KnynZHDGfcb Hari ini 09:22
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.