• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hot News:pak Harto Mau Nikah Lagi

dewaSalah

IndoForum Beginner A
No. Urut
19005
Sejak
17 Jul 2007
Pesan
1.047
Nilai reaksi
21
Poin
38
*PAK HARTO MAU KAWIN LAGI....*

Beberapa tahun yang lalu beredar rumor bahwa mantan orang no.1
Indonesia , Pak Harto, akan menikah kembali setelah mangkatnya the
first lady Bu Tien.

Adapun berikut adalah kisahnya.

Ketika Bu Tien meninggal, sebenarnya ada yang kejadian yang janggal.

Ketika itu seluruh TV menyiarkan keluarga besar Pak Harto
melewati kolong peti jenazah Bu Tien, tetapi Pak Harto sendiri tidak
pernah diperlihatkan melewatinya. Tahukah Anda bahwa Pak Harto tidak
pernah melewati kolong peti Bu Tien, sebab Pak Harto memerintahkan
para abdinya untuk menaruh peti itu di bawah, kemudian dengan leluasa
ia pun melangkahinya. Tentu saja semua itu tidak diperlihatkan di
layar TV karena nanti apa kata dunia?

Singkat cerita setelah kejadian itu ributlah keluarga Pak Harto,
semua kasak-kusuk kenapa Pak Harto begitu lancang berbuat demikian.
Maka setelah 40 hari Bu Tin, kemudian Tutut, putri pertama mereka,
memberanikan diri menanyakan tentang peristiwa itu, "Kanjeng Bapak koq
tega, bisa
berbuat demikian terhadap swargi (almarhumah) kanjeng Ibu?", demikian
tanya Tutut dengan rasa masygul yang ditahan.

Kemudian dengan tenang Pak Harto pun menjawab, "Nduk..., saya
ini hanya memenuhi pesan daripada ibumu. Jadi... kiranya kamu tidak
usah bingung dengan tindakan saya yang demikian." tukas Pak Harto.

"Memangnya kalau saya boleh tahu, swargi kanjeng ibu berpesan
apa kepada kanjeng bapak?" tanya Tutut setengah terperanjat.

"Aku pernah bertanya kepada ibumu apa saya boleh kawin lagi,
lalu ia menjawab, boleh saja tapi langkahi dulu mayatku. Lewat jawaban
itulah maka aku pun melakuken daripada apa yang dikatakannya."

Lalu Tutut pun kemudian bertanya lagi dengan terheran-heran,
"memangnya benar kanjeng bapak akan menikah lagi?" Pak Harto dengan
suara yang kebapakan menjawab, " Itu benar Nduk..., rencananya saya
akan mencari gadis 18 atau 20-an nyang masih perawan agar lebih
lengkap arti hidup ini."

"Ah, saya tidak setuju kanjeng bapak kawin lagi, apalagi dengan
yang seumur dengan cucu sendiri, ah ora ilok, pokoknya saya tidak
setuju." sergah Tutut dengan suaranya yang melengking.

"Tapi nduk, biar bagaimanapun bapakmu ini adalah lelaki punya
kebutuhan yang mana daripada itu harus dipenuhi, karena semangkin lama
ditahan, maka aken berakibat buruk kepada yang mana daripada kesehatan
bapak sendiri, baik secara pisik maupun psikis." jawab Pak Harto
dengan gayanya yang khas seperti ketika beliau menjawab pertanyaan
kelompentapir - (kelompok penanya tanpa berpikir)-nya TVRI

Lalu Tutut manggut-manggut berusaha memahami alasan bapaknya.
Setelah 30 menit tanpa kata-kata Tutut pun berkata memecah keheningan,
"Yen tak pikir-pikir, alasan kanjeng bapak masuk akal secara logis
maupun biologis,"jawab Tutut sok ilmiah. "Tapi, pak aku tidak setuju
kalau bapak kawin lagi dengan yang umur 18 atau 20 tahun, aku setuju
kalau bapak menikah dengan yang umur 60 tahunan-lah, hitung-hitung
sebagai pengganti ibu."

"Wah ya, ndak bisa begitu nduk, wong aku ini sudah bosen karo
Ibumu koq, lah sekarang suruh cari yang segitu lagi, yah sama juga
bohong tho nduk," jawab Pak Harto setengah bernafsu.

"Yah sudah kalau begitu, bagaimana kalau dengan yang 50 tahunan
lah? Kan sekarang juga banyak yang 50 tahunan masih yahud loh," tanya
Tutut setengah menawar.

Kini giliran Pak Harto yang manggut-manggut, "Baiklah kayaknya
aku setuju dengan kamu. Aku kawin dengan yang 50 tahunan. Jadi boleh
ya kawin lagi?", tanya Pak Harto kepada Tutut.

"Yah, kalau begitu saya setuju saja dengan kanjeng bapak." jawab
Tutut dengan rasa lega karena bapaknya mau dibujuk olehnya.

"Tapi nduk," kata Pak Harto lagi, "tapi apa pak?" tanya Tutut lagi.

"Tapi 25-an dua ya?".

"Hah.............?!?"
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.