yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Ramalan mengejutkan datang dari Kiai Mbeling Emha Ainun Najib. Ia mengaku mendapat bisikan gaib bahwa Gunung Merapi akan meletus pada tanggal 20 Agustus 2012 atau setelah lebaran.
"Karena tanggal 20, itu usai Lebaran, malam ini, di suasana Ramadan ini, kita doakan agar semuanya selamat. Letusan diperkirakan ke arah utara, tetapi asapnya belum diketahui, tergantung arah angin," ujar pria yang akrab disapa Cak Nun ini dalam diskusi bertema Kenduri Cinta Puasa Pause di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jumat (10/8/2012) malam.
Perkiraan ini menurut Cak Nun berdasarkan bisikan dari Allah yang disampaikan malaikat ketika dia dan sejumlah ulama mengadakan ritual.
"Kita berdoa, semoga letusan ini tidak jadi, setelah dilompati April lalu batal, dan Juli lalu batal meletus," kata Cak Nun di hadapan seribuan hadirin yang duduk lesehan di halaman TIM.
Cak Nun, menjabarkan ada sejumlah malaikat yang ditempatkan Allah di setiap kawasan, untuk menjagai termpat tersebut. Misalnya di kawasan Jawa Tengah, kawasan Yogyakarta, kawasan Banten, kawasan Jakarta, dan malaikat yang kekuasannya melingkupi, Ternate sampai ke Aceh.
Berikut Klarifikasi Cak Nun Terkait “Ramalan Merapi Meletus Setelah Lebaran”
Menurut Cak Nun, pernyataanya yang kemarin itu sama sekali bukan ramalan atau sesuatu yang klenik. Tetapi merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tim SAR, Daerah Istimewa Yogkakrta. Baik penelitian ilmiah maupun penelitian mistis. ”Saya ini anggota Tim SAR Yogyakarta” kata beliau sambil menunjukkan kartu keanggotaannya. ”Sebagai anggota saya diberi info oleh ketua saya, Pak Bronto Seno untuk stand by. Merapi mengalami peningkatan lahar yang cukup tinggi pada bulan Mei dan Juni dan diperkirakan sudah akan mengalami erupsi, namun ternyata oleh Allah masih belum diizinkan. Tetapi diperkirakan setelah lebaran, posisi lahar sudah memenuhi merapi. Maka, ini juga masih perkiraan, kemungkinan erupsi akan terjadi. Nah, tribunnews.com kemarin memberitakan informasi ini dengan suasana yang berbeda sama sekali, sehingga menimbulkan kerancuan. Saya disuruh stand by sama ketua saya, sebab posisi saya nanti, saat penanganan itu “khusus”. jadi kalau mau bilang itu ramalan, saya kira sama sekali tidak tepat. Oke, sudah jelas kan.” Tidak ada direct statemen “Merapi meletus sesudah Lebaran”.
Ditengah-tengah acara, Cak Nun mengundang Bu Risma untuk naik keatas panggung, juga Cak Priyo Aljabar, Cak Suko Widodo danserta beberapa pemateri yang biasa hadir di Bangbang Wetan. Setelah menyayikan satu nomor lagu berjudul “Keagungan Tuhan” yang di populerkan oleh Ida Laila bersama Mbak Via dengan diiringi oleh Kiai Kanjeng. Bu Risma kemudian mendapat kesempatan untuk berbicara kepada warganya. Beberapa tema sempat beliau singgung, seperti sekolah gratis di Surabaya mulai dari tingkat SD-SMA, kesiapan pemerintah kota membantu warga yang kesulitan berobat, penanganan para tunawisma, serta pengalih profesian para germo dan juga PSK, yang nantinya akan dibekali keterampilan serta akan dibantu kebutuhannya sampai benar-benar “terentas” dari pekerjaannya. Ketika Bu Risma mulai berbicara tentang masalah lokalisasi yang alhamdulillah kata beliau sudah mulai ada titik terang penyelesaian masalahnya, Cak Priyo selalu membalas pernyataan beliau dengan guyonon-guyonnanya dengan logat Suroboyonya yang kental “Kabar duka, setelah ramadhan dipastikan tidak ada stok baru…” hal itu selalu berhasil membuat hadirin tertawa lepas.
Beberapa kasus yang sekarang sedang hangat diperbincangkan, seperti pemilihan walikota Jakarta, tidak lepas dari sentilan Cak Nun “Orang sekarang itu mudah sekali tertipu dengan penampilan, kemenangan Jokowi di putaran pertama itu salah satunya karena penampilan. Orang sudah bosan dengan penampilan yang aristokrat, jadi ketika ada yang berpenampilan lebih merakyat, mereka langusng jatuh hati. Padahal toh sama-sama belum pasti. Untuk pilihan presiden yang akan datang, kalian salah pilih tidak masalah, sebab insyallah kebusukan yang ada di pusat sudah tidak mungkin diselesaikan oleh siapapun dan dengan metode yang bagaimanapun juga. Wong UU itu saja sudah korupsi, keppresnya juga sudah korupsi. Apalagi presiden kita ini saat ini hanya memiliki 10% kewenangan dari kekuasaannya. Yang 30% istrinya dan yang 60% mertuanya.”
Dalam setiap acaranya Cak Nun selalu mengajak meraka yang datang untuk bangga menjadi warga negara Indonesia. Tidak ada di dunia manapun, masyarakat yang daya tahannya melebihi orang Indonesia “Sampean iku uangnya sudah dihabiskan para menteri, presiden, dan wakil-wakil rakyat saja masih bisa tertawa terbahak-bahak. Kalau susah sih iya, tapi cuma sebentar, habis itu tertawa lagi”. Kita ini sudah diinjak-injak, masak masih tidak mau bangga. Lalu apa lagi yang mau kita banggakan “sudah miskin kok masih nggak boleh sombong” kan gitu.
Acara berakhir pada tengah malam, seluruh jamaah bersalaman dengan Bu Risma, Cak Nun dan para pemateri. Malam yang indah!