• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Horeeeee.... Obama Presiden AS sekarang

cogartz Mr. Obama... we miss u ... hehhee Come On.. ke jakarta atuh akang...
 
OBAMA !!!
Pulihkan krisis ekonomi !!!
I'll wait for your good work..=)
 
Begitu Pemilu Ditutup, Pemenang Sudah Muncul

Kamis, 6 November 2008 | 09:19 WIB

Pukul 23.00 waktu Boston atau pukul 11.00 WIB adalah jam pengumuman kemenangan Barack Obama. Sesungguhnya, kemenangan sudah diketahui pada pukul 20.00 atau saat pemilu ditutup di hampir seluruh wilayah timur Amerika Serikat. Sudah beredar pula hasil penghitungan cepat (quick count) atau exit poll seperti yang dilakukan dalam pilkada di Indonesia.

Bahkan, nama pemenang sudah diketahui lebih dini, yakni pukul 18.00 waktu Boston setelah beberapa negara bagian merampungkan pemberian suara. Sebagai contoh, dalam jajak pendapat itu disebutkan bahwa Negara Bagian Ohio dimenangi oleh Barack Obama. Juga muncul daftar pemenang di Negara Bagian Indiana, New Hampshire, Florida, Massachusetts, dan Virginia untuk kemenangan Obama.

Ini adalah hasil jajak pendapat yang didapatkan Kompas dari Profesor Dr Gregory Payne, pengajar di Emerson College. Bahkan, ia menyebut Obama akan menang telak dan John McCain tidak bisa menghindari kekalahan. Beberapa jam kemudian terbukti Obama menang.

Sebelum pukul 23.00 kubu McCain sudah berhenti bicara soal Obama. Televisi CNN juga memberitakan bahwa markas kubu McCain di Phoenix, Arizona, sudah bersikap pasrah dan hanya memainkan musik. Di televisi terlihat Cindy McCain mengusap kepala suaminya, John McCain, yang gelisah.

Sebagai daerah yang dinamakan medan pertempuran, McCain sudah mustahil menang setelah Obama meraih kemenangan di Ohio, Florida, dan Pennsylvania seperti hasil dari quick count. Ini adalah tiga negara bagian yang menjadi andalan McCain untuk mengubah peruntungan Obama. Masalahnya, negara bagian lain tidak akan bisa diraih McCain karena secara tradisional menjadi milik Demokrat, seperti Oregon, California, dan Washington. Kubu McCain juga mustahil mengubah peruntungan di negara bagian di timur laut AS yang milik Obama.

Karena itulah, begitu jajak pendapat di negara bagian yang disebut medan pertempuran itu muncul, berakhirlah nasib McCain yang kemudian muncul dan menyatakan kalah. (Simon Saragih, dari AS)
 
Warga AS di Indonesia Berpesta untuk Obama

Kamis, 6 November 2008 | 09:02 WIB

JAKARTA, RABU — Warga Amerika Serikat dan simpatisan Barack Obama di sejumlah daerah di Indonesia ikut bersorak dan larut dalam kegembiraan setelah Obama dipastikan memenangi Pemilu AS, 4 November. Pesta menyambut kemenangan juga diadakan di sekolah dasar tempat Obama pernah bersekolah di kawasan Menteng, Jakarta.

Kedutaan Besar AS di Jakarta kemarin menggelar acara bertajuk ”Decision 2008” di Grand Ballroom Hotel Intercontinental, Jakarta. Mereka yang hadir dalam acara itu diajak ikut menyaksikan suasana penghitungan suara Pemilu AS sekaligus pesta kemenangan pendukung Obama. Sebuah layar lebar di dinding menampilkan peta electoral college yang terus diperbarui seiring masuknya hasil suara.

Acara lainnya adalah foto bersama para ”calon presiden AS” berupa papan karton besar dibuat menyerupai Obama dan John McCain. Tamu undangan yang ingin mengetahui sistem Pemilu AS juga dapat memperoleh sejumlah informasi tentang hal itu di meja khusus. Sejumlah pakar dan komentator dari Indonesia ataupun AS di bidang media, pemerintahan, dan akademi memberikan perspektif mereka tentang Pemilu AS.

Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron R Hume dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menaruh perhatian atas antusiasme warga Indonesia terhadap Pemilu AS kali ini. ”Pemilu AS tahun ini telah menarik perhatian dunia, tetapi perhatian di Indonesia sungguh besar. Terlepas dari Obama yang pernah hidup di sini, warga Indonesia juga sangat tertarik dengan proses politik di AS dan mencoba membandingkannya dengan pemilu di sini tahun depan,” kata Hume.

Menjelang pelaksanaan Pemilu AS, Kedutaan Besar AS di Indonesia secara aktif melakukan program sosialisasi untuk menjelaskan sistem pemilu di AS kepada masyarakat Indonesia melalui media. Para diplomat AS juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan tentang pemilu dan sistem politik AS secara umum. Lebih dari 60 presentasi telah digelar dan diberikan kepada 6.000 mahasiswa Indonesia, akademisi, serta aktivis lembaga swadaya masyarakat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan daerah lain di Indonesia.

Malam harinya, sejumlah warga AS dan para pendukung Obama menggelar pesta di kawasan Kuningan, Jakarta, dalam bentuk pentas musik. Tampil sejumlah artis Indonesia dalam acara itu, seperti Oppie Andaresta dan musisi jazz, Ireng Maulana.

Dari Bali, seperti dilaporkan Antara, warga AS yang bermukim atau sedang berlibur di Pulau Dewata berkumpul menyaksikan penghitungan suara melalui layar lebar di Sector Bar di kawasan wisata Sanur. Mereka juga berpesta setelah mengetahui kemenangan Obama.

John M Daniels, warga AS yang telah lama tinggal di Bali, mengatakan, kemenangan Obama merupakan kemenangan rakyat AS karena sosok Obama diharapkan mampu mengatasi berbagai kesulitan yang saat ini melanda negeri itu, khususnya krisis finansial.

Sementara itu, di SDN Menteng 01 (dulu SD Besuki, Menteng, tempat Obama pernah bersekolah selama dua tahun), sebanyak 300 siswanya berpesta untuk kemenangan Obama. Sambil menari dan bernyanyi, mereka meneriakkan nama Obama berkali-kali, khususnya setelah wakil kepala SD itu mengumumkan kemenangan Obama.

”Senang rasanya tahu Presiden AS pernah bersekolah di sekolah ini. Kami mendoakan dia supaya menang dan doa itu terkabul,” kata Muhammad Yodi (11), salah satu siswa SDN 1 Menteng. (AFP/BEN)
 
Kakak Angkat Obama Girang Luar Biasa

Rabu, 5 November 2008 | 17:57 WIB

JAKARTA, RABU - Nyonya Lia alias Mbak Non (51) mengaku senang, setelah mengetahui Barack Hussein Obama Jr memenangi pemilihan presiden
Amerika Serikat, Rabu (5/11) waktu Indonesia. "Saya senang sekali, girang luar biasa karena Barry yang teman bermain sekaligus adik saya terpilih jadi presiden Amerika Serikat," ujar Lia dalam perbincangan per telepon dengan Persda Network, Rabu sore.

Lia menuturkan, dia berteman dengan Obama selama berada di Indonesia. Perkenalan Lia dengan Obama bermula dari Siti, pembantu rumah tanggal Lolo Soetoro-Stanley Ann Dunham, saat tinggal di Menteng Dalam, Jakarta Pusat tahun 1968-1971.

Siti sendiri, menurut cerita Lia, seorang ibu rumah tangga tanpa anak. Dia kenalan kakek Lia. Satu waktu, sang kakek membawa serta Lia dari rumah mereka di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat ke rumah keluarga Siti di Kampung Cipetey, Leuwiliang, Bogor. Lia masih anak-anak, ketika itu usianya sekitar 10 tahun, lebih tua empat tahun dibandingkan Obama, yang lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961.

Karena tidak punya keturunan, Siti meminta Lia kepada sang kakek, agar bersedia menemaninya. Dan Lia dengan senang hati mengiyakannya. "Saya agak bandel saat itu. Saat diminta Ibu Siti untuk menemaninya karena nggak punya anak, saya senang aja. Soalnya di kampung capek," ujarnya.

Tak lama kemudian, Lia diajak Siti ke Jakarta. Mereka menuju rumah pasangan suami istri, bapak Lolo dan Ibu Eny, demikian Lia memanggil pasangan Lolo Soetoro-Stanley Ann Dunham. Lolo Soetoro adalah laki-laki asal Jawa Timur yang meninggal meninggal 2 Maret 1993. Pasangan ini belum punya anak. Maya Soetoro, buah hati mereka, belum lahir. Ada pun Obama alias Barry masih tinggal bersama neneknya dari ibu, Madelyn Dunham, di Hawaii.

Beberapa lama tinggal bersama keluarga itu, Eny menjanjikan akan menjemput Obama untuk menemani Lia. "Ibu Eny bilang, saya jemput anakku ya, biar ada temanmu di rumah," ujarnya menirukan ucapan Eny.

Selama empat tahun bersama Obama, menurut Lia, mereka hidup akur. Teman bermain, siang dan malam. "Kami berteman baik. Main sehari-hari, mandi barang, tidur jaga barang, keluar dan jalan pun selalu bersama, kata Lia.

Di rumah, Lolo dan Any memanggilnya Non, sapaan pendek dari Nona. "Karena Bapak dan Ibu selalu memang saya Non, Barry jadi memanggil saya Mbak Non. Dia yang memberi nama saya jadi Mbak Non," kata Lia yang mengaku diangkat keluarga ini menjadi anak angkat.

Keluarga ini termasuk gemar berlibur ke tempat-tempat wisata. Seingat Lia, dia pernah dibawa melancong atau berwisata ke Puncak-Cianjur, pantai Ancol-Jakarta, pantai Pangandaran Ciamis, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali sampai tiga kali, hingga Tana Toraja-Sulawesi Selatan.

Hari pertama Obama sekolah di SD Katolik Fransiskus Asisi, Menteng, laki-laki yang kini menjadi kulit hitam pertama jadi presiden Amerika itu tidak mau masuk kelas. Dia selalu menyeret tangan Lia, sedangkan guru melarang masuk selain murid. "Barry tidak mau masuk kelas kalau saya tidak ikut masuk. Akhirnya dia nggak mau belajar. Besok-besoknya, Ibu Eny tidak membolehkan saya ikut mengantar Barry ke sekolah, karena takut dia nggak mau belajar."

Obama kecil bertubuh bongsor dan tambun. Kendati selisih empat tahun lebih muda, badannya lebih tinggi dari Lia. dalam kenangan Lia, Obama orang baik dan murah hati. Dia selalu membagi makanan atau jajanan kepada kawan-kawannya. Meski baik, dia masih sering diejek teman-teman sekolah.

"Kami kan dulu punya mangga Indramayu di depan rumah yang berbuah lebat. Kalau saya dan Barry memanjat mangga, kawan-kawannya mengejek, eh di atas adat monyet hitam besar," ujarnya. Ejekan semacam itu pula yang membuat Obama pindah dari SD Fansiskus Asisi ke SD Percobaan 04 Besuki, Menteng.

Perpisahan mereka terjadi tahun 1971. Saat itu, Barry diajak ibunya pulang ke Hawaii untuk menjenguk neneknya, Madelyn karena jatuh sakit. Saat pulang ke Hawaii, Obama menurut Lia tidak mau berangkat jika tanpa bersama Lia. "Saya pun ikut, dan sempat tiga bulan di Hawaii," kenang Lia.
 
SBY Tersentuh Buku Kiriman Obama

Rabu, 5 November 2008 | 16:44 WIB

Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho

JAKARTA, RABU — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa tersentuh dengan terpilihnya senator Barack Obama dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat mengalahkan McCain. Ketersentuhan Presiden diawali dari buku profil yang diberikan Obama kepada Presiden melalui Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda.

“SBY tersentuh dengan tulisan tangan singkat Obama dalam buku yang dikirim melalui Menteri Luar Negeri. Buku itu diterima Presiden beberapa bulan lalu,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di halaman Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).

Terpilihnya Obama mengalahkan McCain diketahui Presiden dari catatan kecil Dino. Saat kepastian kemenangan Obama didapat, Presiden sedang menerima kunjungan kenegaraan Presiden Madagaskar dan anggota delegasinya di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam Pilpres AS, menurut Dino, posisi Indonesia netral. Namun, kemenangan Obama lebih menggembirakan karena latar belakang sejarah masa kecilnya di Indonesia sekitar empat tahun. “Ada ikatan emosional Obama dengan Indonesia. Obama mengenal budaya kita. Bahkan, masih bisa berbahasa Indonesia,” ujar Dino.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.