hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
KOMPAS.com - Dari Makau kami sampai juga ke terminal feri di Hong Kong Kowloon. Tak salah jika Hong Kong disebut sebagai surga belanja, dimana-mana adalah tempat belanja. Keluar dari feri, saya tiba-tiba sudah berada di lantai atas sebuah mal. Berhubung penginapan kami berada di daerah Nathan Road, kami pun langsung mengarah ke MTR dengan dipandu satpam mal. Wow, MTR-nya luar biasa penuh orang. Ya, kami memang tengah berada di sebuah daerah paling padat di dunia. Maka tak heran jika anda kemari, lautan manusia senantiasa ada di hadapan Anda.
Hong Kong sendiri merupakan satu dari dua Daerah Administratif Khusus RRC, salah satunya adalah Makau yang sudah kita bahas sebelumnya. Sebelum diserahkan ke China pada 1 Juli 1997, Hong Kong adalah koloni Britania Raya. Jadi, meski sama sama China, tapi nuansanya berbeda jika Anda ke Hong Kong, Makau dan China.
Oya, Hong Kong ini terdiri dari beberapa pulau, dimana saya sendiri ada di Hong Kong Kowloon dan besok berencana menyeberang ke Hong Kong Island, lalu lusanya nyeberang lagi ke Lantau Island. Untuk info tentang akomodasi di Hong Kong sudah dibahas di tulisan sebelumnya. Namun ada sedikit tambahan informasi, jika Anda menggunakan MTR pastikan untuk mengetahui tempat tujuan anda berada di dekat gedung apa yang paling terkenal disana, karena ini akan memudahkan anda untuk menemukan pintu mana sebaiknya yang harus anda gunakan untuk keluar dari stasiun MTR. Fungsinya, tentu kita tidak usah berputar putar jauh, karena stasiun MTR sangat besar dan memiliki banyak pintu yang mempermudah seseorang menemukan lokasi tujuannya.
Penginapan Murah Meriah di Hong Kong Kami disini menginap di Asia Travel House dimana biasanya para backpacker atau wisatawan berbudget murah menginap. Ya… jangan mengharapkan Anda akan mendapat fasilitas kamar mewah, namanya juga murah meriah di kawasan pusat kota he-he-he... Yang penting kan kamarnya bersih dan bisa bobok nyaman setelah seharian jalan kaki.
Oya, buat yang bawa BB atau laptop, bilang aja ke pemiliknya yang fasih bahasa Indonesia. “Om, ada wifi gak?” nanti Anda akan langsung di kasih pin wifi gratis. Fasilitas lainnya, so pasti air hangat, TV dan AC. Soal harga bisa dilakukan tawar menawar dan yang pasti murah. Satu lagi, karena harganya murah, penginapan ini sering kali penuh, jadi sebaiknya pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Alamat: Asia Travel House, Flat 12a/Flat 5, 5th Floor, Alhambra Building, 385 Nathan Road, Kowloon, Hong Kong. Telepon (852) 2770 8300. Hubungi Om Matian atau Martyn atau Wong Kam Fan.
Pasar Jalanan di Hong Kong Kowloon Banyak pasar di jalanan di Hong Kong Kowloon, kebetulan yang sempat kami kunjungi adalah Temple Street di belakang penginapan kami di Nathan Road di kawasan Jordan dan Ladies Market di Mong Kok (kalau gak salah masih di balik Nathan Road deh, Nathan Road ini panjang sekali). Tipe pasarnya sama, yaitu menggunakan seluruh badan jalan.
Sejak pukul 6 sore kendaraan sudah nggak boleh masuk lagi, yang tersisa hanya jubelan manusia aja dengan lapak lapak pedagang yang dinaungi lampu warna warni. Mayoritas yang datang kemarin adalah remaja menanjak dewasa dan para turis, kalau ada orang Hong Kong tua, mungkin ini pedagang he-he... Mereka disini berjualan mulai dari pakaian, makanan, mainan, sampai souvenir bertuliskan Hong Kong. Yang membedakan Temple Street dan Ladies Market mungkin hanya kalau di Mong Kok (Ladies Market) ada pusat elektronik yang murah meriah kalau bisa nawar. Mirip mirip Harco Mangga Dua Jakarta situ, tapi ya lebih murah dari Mangga Dua lah...
Oya, tips kalau kesini, mesti pandai pandai menawar. Kadang di beberapa kios harga bisa ditawar sampai separoh harga bahkan lebih. Usai menawar dan harga deal, jangan bayar dulu, melainkan periksa barang yang anda beli, baru kalau sudah cocok, dibayar. Karena kadang ada juga pedagang nakal. Seperti pengalaman Tina dalam membeli kaos. Dia minta kaos ukuran M ditukar dengan L.
Setelah ditunggu 10 menitan datang juga tuh kaos dengan stiker L. Tapi, begitu sampai penginapan, ya ampuuun ha-ha-ha... kami semua lantas terbahak bahak. Stiker hanyalah stiker yang ditumpuk dibawah stiker bertuliskan M. Ha-ha-ha-ha..
Dan tips juga. Kalau anda berniat untuk datang ke Guang Zhou juga setelah dari Hong Kong sini, sebaiknya urungkan niat Anda untuk berbelanja terlalu banyak. Karena mayoritas barang barang yang ada di pasar jalanan ini adalah barang yang kalau kita beli di Guang Zhou pasti lebih murah. Tapi kalau anda butuh souvenir bertuliskan Hong Kong, ya beli disini he-he-he… karena kalau belinya di tempat wisata harganya bisa mahal banget. Kalau disini meski mahal tapi bisa ditawar dan kita bisa dapat setengah dari harga yang dijual di tempat wisata.
Tipe Makanan di Hong Kong Mungkin ini yang paling menyebalkan bagi saya selama di Hong Kong. Aduuh, makanannya semua serba mengkilat klimis alias berminyak. Nasi Goreng aja sampe berkilau coba bayangkan. Bebek asap juga minyaknya kemana-mana, bahkan dimsum yang kukusan pun tampak bak permen mata (kinclong boooo). Aduuuh...
Nggak tahu saya makan salah tempat atau gimana, tapi selama 3 hari, saya hanya menemukan makanan enggak berminyak 2 kali, itu pun di Hong Kong Island yang merupakan restoran lokal Hong Kong dan satu lagi di Lantau Island, saat makan di food court yang menjual makanan khas Taiwan. Oya, waktu di resto bernama Tsui Wah yang menjual makanan lokal Hong Kong di kawasan Causeway Bay, Hongkong Island, Anvin yang sedang flu ingin sekali makan sesuatu yang berkuah hangat. Dia pilih menu sup seafood. Ternyata waktu keluar kuahnya mirip Jangan Asem Surabaya. Pas dicoba rasanya asli rasa jangan asem hahahaa, cuma beda isi.
Kalau Jangan Asem Surabaya isinya sayur mayur, kalau di sini isinya udang, ikan, cumi dan aneka hewan laut lainnya he-he-he… Anvin pun cuma komentar, "Salah makan terus di Hong Kong iki". Mungkin nanti jika anda melancong ke Hong Kong tanpa tour guide seperti kami, kata-kata tersebut juga pasti akan sering terlontar. So, be happy, be seru aja.
Setelah dipikir-pikir, mungkin minyak memang kebutuhan badan orang yang tinggal di Hong Kong. Karena disini kan udaranya sejuk dan berangin, jadi badan perlu dihangatkan. Caranya? Ya, dengan minyak di makanan. Toh, buktinya saya nggak melihat orang gemuk kan disini, meski mereka makannya minyak. Orang orang tua juga sehat sehat. So, nikmati aja kalau kesini. Toh kawan kami, Ailen yang sekolah di sini, juga akhirnya terbiasa bahkan cenderung akhirnya suka.
Oya, sekadar ngasih tahu aja. Nggak tahu kebetulan atau memang begini adanya, tiga kali memesan makanan berdaging sapi, rasa sapinya kenyal sekali dan berminyak. Saya tidak suka. Jadi akhirnya saya memutuskan untuk selalu memesan ayam.
Tapi ada satu hal yang sama di Makau dan Hong Kong soal makan di resto, kita selalu di beri minuman teh pahit hangat setiap kami memesan makanan. Jadi, tinggal bayar makanannya aja, minumannya tetap “teh pahit”, he-he-hee … Soalnya teh ini kan juga berfungsi untuk meluruhkan lemak yang sudah termakan tadi. Jadi saran saya, mending gak usah pesen minuman lain. Mungkin ini juga jadi salah satu alasan kenapa di Makau dan Hong Kong saya tidak melihat orang gemuk di jalanan. Ya, selain kemana-mana jalan kaki, minumnya juga teh pahit china.
Inilah tips bagi anda untuk mengatasi rasa eneg dari hidangan yang berminyak ini. Yaitu beginilah cara makan orang Hong Kong, setelah beberapa sendok langsung minum dengan teh panas yang selalu disediakan gratis oleh rumah makan. So please, buat yang belum terbiasa, tidak usah memesan minuman selain teh hangat. Karena minuman gratisan ini adalah senjata paling ampuh yang dapat meluruhkan lemak minyak dari kerongkongan Anda.
Oya, seperti di Makau juga, masalah mencari sarapan di Hong Kong juga bukan perkara mudah. Karena kota ini masih hidup hingga hampir subuh, praktis pagi hari kota masih sepi. Makanan yang ada paling-paling roti dan bubur, paling bagus mie. Daftar menunya pun pake bahasa mandarin semua, tapi keuntungan di Hong Kong mereka masih bisa bahasa Inggris, meski nggak semua.
Harga makanan di Makau dan Hong Kong hampir sama, rata-rata makanan bernasi 25-35 dollar Hong Kong. Yang menyenangkan di Hong Kong dan Makau pula, harga makanan dimana saja sama, tidak peduli di mal, di kedai, di tempat wisata, semua harga sama. Yang membedakan harga hanya apakah resto besar atau resto kecil.
Beda sama di Indonesia yang kalau sudah masuk tempat wisata harga air mineral aja mahal banget. Kalau disini nggak, semua harga di semua tempat rata-rata sama. So, kalau mau wisata, nggak usah bawa botol air mineral berat-berat, toh harganya sama kok.
Nah, kalau anda datang kemarin, bisa lebih pusing lagi nih. Kalau di Kowloon kan jalanan kecil-kecil jadi tidak terlihat betapa padatnya (pantas padat, wong jalanan kecil). Sedangkan di Causeway Bay, jalanannya besar dan orangnya banyak. Causeway Bay sendiri merupakan distrik terpopuler bagi kalangan TKW he-he-he... Saya sebut demikian karena disini memang TKW Indonesia mendominasi pekerja asing lainnya. Hampir tiap berapa puluh meter saya mendengar orang Indonesia tengah berbicara. Tapi keadaan ini mungkin hanya akan Anda jumpai saat hari minggu, hari dimana mereka libur. Kalau hari biasa mungkin lebih sedikit.
Makanan di Causeway Bay ini juga lebih ramah ke lidah saya ketimbang di Hong Kong Kowloon. Karena disinilah saya menemukan resto lokal yang tak berminyak. Denger-denger sih disini juga banyak sekali resto Indonesia, tapi karena kami buru-buru kejar waktu masih banyak tempat yang mesti di jajaki, kami tak sempat mencari dimana lokasinya. Mungkin kalau anda kesana bisa ditanyakan ke para TKW yang berseliweran.
Causeway Bay sendiri merupakan pusat perbelanjaan di Hong Kong Island (dari Kowloon bisa ditempuh dengan feri di kawasan Avenue of Stars, Tsim Sha Tsui). Atau dengan menggunakan MTR juga bisa tapi lebih mahal. Memang sih lebih cepat naik MTR, tapi saya disarankan oleh kawan-kawan, sebagai wisatawan lebih baik menggunakan feri yang harganya tak mencapai 2 dollar Hong Kong untuk penyeberangan sekitar 15 menit. Bisa lihat lihat pemandangan Hong Kong dari pulau ke pulau.
Di Causeway Bay sendiri isinya seperti mal di Indonesia tapi dengan harga lebih murah. Di sana ada Sogo, Giordano dan tempat-tempat perbelanjaan seperti di mal Surabaya dan Jakarta. Dan beberapa tempat juga seperti Pasar Atoom Surabaya. Pokoknya waktu saya kesana, kesan saya yang tak suka belanja adalah, “Kok aku nggak ngerasa lagi di Hong Kong ya?” Begitu pula kesan Anvin he-he-he... Soalnya memang Indonesia banget, apalagi ditambah dengan berseliwerannya suara-suara berbahasa Indonesia berlogat Jawa.
Nggak cuma TKW aja, tapi juga banyak ketemu sama tante-tante berlogat asli Surabaya yang lagi belanja. Astaga tante-tantenya banyak pisan yah. Mungkin karena emang harganya lebih murah dari Jakarta dan Surabaya sih ya. Kualitas juga sama. Barang Hong Kong biasanya bagus atau KW1. Hong Kong memang surganya belanja.